
Hari yang cerah, secerah kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh anggota keluarga Mahesa. Anak sekaligus cucu pertama di keluarga mereka telah hadir meramaikan suasana.
Tingkah lucu dan menggemaskan bayi berumur 3 bulan tersebut membuat siapapun pasti terpesona. Ya, saat ini usia baby Shaka menginjak bulan ketiga. Fase di mana dia sedang aktifnya bergerak seperti tengkurap dan memegang mainan.
"Pinternya anak Mami udah bisa tengkurap." Puji Tiara pada putranya.
"Sekarang mandi dulu yuk! Nanti keburu papi pulang."
Tiara menggendong putranya menuju kamar untuk dimandikan. Selama ini Tiara mengurus baby Shaka sendiri tanpa bantuan baby sitter karena dia ingin menikmati masa-masa tumbuh kembang si kecil.
"Nah sekarang anak Mami udah ganteng. Jadi bikin gemes pengen cium pipi gembulnya." Ucap Tiara sambil menciumi pipi Shaka.
"Kita jalan-jalan ke halaman sambil nunggu papi pulang."
Tiara meletakkan baby Shaka di stroller lalu mendorongnya untuk diajak ke halaman belakang.
Kebetulan oma Shaka sedang menyiram tanaman jadi, beliau langsung mencuci tangannya saat mengetahui menantu dan cucunya datang.
__ADS_1
"Eh cucu Oma udah ganteng aja. Mau ke mana?" Tanya Mama Mahesa kemudian menggendong Shaka dan mencium pipinya.
"Mau nungguin papi pulang kerja, Oma. Jadi, Shaka udah ganteng karena habis mandi." Jawab Tiara dengan suara yang mirip anak kecil.
"Besok Mahesa libur kan? Gimana kalau kita jalan-jalan ke taman? Sekalian cari suasana baru biar Shaka nggak bosen di rumah terus." Usul mertuanya.
"Boleh Mah. Nanti aku bilang papinya Shaka jadi, kita bisa ke taman rame-rame."
*****
Keesokan harinya, sesuai usulan mertuanya kini Tiara, baby Shaka dan omanya jalan-jalan ke taman. Mahesa tak bisa ikut karena harus menyelesaikan berkas yang akan dibawa meeting ke luar kota besok.
"Sayang banget papi kamu nggak ikut."
Mereka pun menuju sebuah bangku yang berada di bawah pohon rindang.
"Mahesa akhir-akhir ini sibuk banget ya, Ra? Sampai weekend pun dia tetep kerja."
__ADS_1
"Iya Mah. Mungkin karena perusahaan sedang berkembang pesat makanya sering lembur juga."
"Tapi kalau bisa jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, kalian juga butuh perhatian dari Mahesa. Mama nggak mau nantinya Shaka kurang kasih sayang dari papinya. Soal materi bisa di cari, Nak. Tapi kebersamaan dengan orang tercinta itu sulit digantikan, jangan sampai menyesal di kemudian hari karena sibuk mengejar materi." Mama Mahesa memberikan nasihat agar Tiara bisa mengingatkan Mahesa supaya tidak menomor duakan keluarga.
"Iya Mah. Tiara juga merasa begitu karena terlalu sibuk jadi, jarang ada waktu untuk Shaka."
Ketika Tiara mengedarkan pandangan ke seluruh sudut taman, matanya tak sengaja melihat seseorang yang sangat dikenalnya. Yang membuat Tiara semakin penasaran seseorang tersebut tengah hamil besar.
"Anak siapa yang dia kandung? Bukannya dia belum menikah?" Gumam Tiara dalam hati.
Seseorang yang Tiara lihat yaitu, Olivia. Olivia memang berada di taman yang sama dengan Tiara. Dia di sana karena sedang bertemu dengan seseorang.
Dari kejauhan terlihat seseorang menghampiri Olivia yang tak lain adalah Mahesa.
"Mas Mahesa?" Tiara yang masih melihat ke tempat Olivia berada sangat terkejut ketika tahu suaminya ada di sana.
"Sejak kapan kamu bohongin aku, mas? Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku dan Shaka?" Hati Tiara bagai teriris mengetahui pemandangan itu, membuatnya meneteskan air mata namun, dengan cepat dia menghapusnya agar Mama Mahesa tidak curiga.
__ADS_1
Sore all, semoga kalian nggak bosen dengan ceritaku. Insha allah bakal up setiap harinya, tinggalkan like dan komen ya 😍😘😘