Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 73


__ADS_3

"Aku benar-benar nggak habis pikir. Bagaimana bisa Olivia manfaatin anak orang demi menuruti ambisinya?" Ucap Mahesa.


"Itu karena obsesinya ke kamu yang sangat besar. Dia akan melakukan apapun supaya apa yang dia inginkan terwujud." Sahut Dika.


Saat ini keduanya berada di sebuah cafe setelah dari rumah Olivia. Sebentar lagi mereka akan menuju makam untuk menyaksikan pemakaman Olivia.


Tepat pukul 5 sore sesudah acara pemakaman, Mahesa dan Dika memutuskan langsung pulang karena merasa tubuh dan pikirannya sangat lelah.


Ketika akan masuk mobil, ponsel Mahesa berbunyi sebab sang mama yang menghubungi.


"Halo, Mah. Ada apa?"


"Kamu di mana?"


"Ini mau jalan pulang, kenapa emangnya? Kok Mama kayak gelisah gitu."


"Itu Tiara dan Shaka belum pulang dari tadi. Bibi bilang dia ke acara bosnya, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pulang."


"Mama jangan bercanda. Mama udah coba telepon?"


"Udah, tapi nomornya nggak aktif. Makanya Mama langsung telepon kamu, Mama khawatir mereka kenapa-napa."


"Iya udah, nanti Mahesa coba cari mereka semoga aja ketemu."


"Iya, cepetan!"


Mahesa mematikan panggilan dari mamanya lalu mencoba menghubungi nomor istrinya.


Berulang kali melakukan panggilan tapi hanya suara operator yang terdengar. Mahesa mengusap wajahnya kasar, baru saja masalah satu selesai kini ada lagi masalah yang datang.


"Kalian di mana, Sayang?" Batin Mahesa.


Tak ingin membuang waktu, dia langsung melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota untuk mencari istri dan anaknya.


*****


Sehabis dari jalan-jalan, Tiara memandikan Shaka terlebih dahulu barulah dia yang mandi. Setelah itu dia ke dapur untuk memasak makan malam untuknya dan untuk Shaka.

__ADS_1


Saat sedang menyiapkan makanan, terdengar pintu rumah Tiara di ketuk dari luar. Tiara segera ke depan untuk membuka pintu.


"Mbok Sumi! Silakan masuk, Mbok!"


"Iya Nduk." Jawab Mbok Sumi, orang yang selama ini merawat dan membersihkan rumah peninggalan nenek Tiara.


"Anakmu mana kok nggak kelihatan?" Tanya Mbok Sumi saat sudah duduk di ruang tamu.


"Masih tidur, Mbok. Soalnya tadi aku ajak jalan-jalan sebentar di sekitar sini, sampai rumah aku mandiin pas selesai mandi dan ganti baju langsung tidur lagi." Jelas Tiara.


"Oalah, pantes nggak kelihatan. Oh ya, ini Simbok bawa makanan buat kamu dan anakmu. Kamu kan baru datang pasti belum sempat belanja keperluan masak." Mbok Sumi menyerahkan rantang yang berisi lauk sederhana, yaitu orek tempe dan telur goreng.


"Ya ampun jadi ngerepotin Simbok, padahal tadi Tiara udah masak sayur yang ada di belakang rumah." Tiara menerima pemberian dari Mbok Sumi.


"Nggak apa-apa, Simbok malah seneng sebab nanti ada yang nyobain makanan masakan Simbok."


"Hehe Simbok bisa aja." Mereka pun tertawa bersama dan dilanjut berbincang tentang kehidupan Tiara dan orang tuanya selama di ibukota.


****


Mahesa mengitari seluruh penjuru ibukota untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Namun, sampai malam pencariannya tidak membuahkan hasil bahkan dia mencoba menghubungi nomor istrinya, tapi tetap sama hanya suara operator yang terdengar.


"Sebenarnya kalian di mana sih?" Ucap Mahesa sambil mengacak rambutnya karena frustasi tak menemukan anak istrinya.


Drrt drrtt


Ponsel Mahesa bergetar, dia segera mengambil ponselnya karena mengira Tiara yang menghubungi. Tapi dia kembali menghela napas kecewa karena mamanya yang menghubungi.


"Halo Mah." Ucap Mahesa dengan nada lemah.


"Gimana? Sudah ketemu mereka?" Tanya Mama Mahesa.


"Belum Mah. Mahesa nggak tahu alamat rumah bosnya itu, dari tadi udah keliling penjuru ibukota tapi nggak ada tanda-tanda keberadaan mereka. Bahkan ponselnya nggak aktif sama sekali" Jawab Mahesa.


"Astaghfirullah, sebenarnya ke mana mereka? Apa kamu ada masalah dengan Tiara?"


"Enggak Mah. Sekarang aku harus gimana, Mah? Mau lapor polisi juga percuma karena belum ada 24 jam."

__ADS_1


"Lebih baik kamu pulang dulu! Kita bicarakan lagi di rumah." Pinta Mama Mahesa.


"Iya Mah." Jawab Mahesa.


Akhirnya, Mahesa pulang dengan perasaan hampa. Niat hati ketika sampai rumah dia akan jujur tentang kebohongannya selama ini, tapi malah dia dibuat resah karena kepergian istri dan anaknya.


Sesampainya di rumah Mahesa langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Selesai mandi, dia membuka lemari untuk mengambil baju ganti, tapi saat pintu lemari baru terbuka tiba-tiba ada benda yang terjatuh dari dalam lemari.


"Amplop apa ini? Kenapa bisa ada di sini?" Ucap Mahesa sambil membolak balikkan amplop tersebut karena tak ada tulisan apapun.


Karena penasaran Mahesa pun membuka amplop tersebut dan mengambil isinya.


Deg


Tubuhnya tiba-tiba menegang saat tahu bahwa isi amplop itu adalah beberapa foto dirinya bersama Olivia kala itu.


Mahesa melihat satu per satu foto tersebut untuk memastikan bahwa itu dirinya. Mahesa melihat lagi isi amplop siapa tahu ada petunjuk lainnya dan benar saja ada secarik kertas di sana.


Untuk Suamiku.


Terima kasih untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang yang tulus untukku, mungkin selama menjadi istrimu aku belum termasuk istri yang sempurna.


Masih banyak kekurangan yang aku punya, sering merepotkanmu, membebanimu dan juga terlalu bergantung padamu. Kali ini aku mohon maaf karena harus mengambil keputusan secara sepihak, aku akan menjalani kehidupanku sendiri tanpa bergantung dengan siapapun.


Sekuat dan sesabar apapun hati seorang istri, pasti akan rapuh juga saat mendapati kenyataan pahit dibelakangnya. Maaf jika memang aku membosankan hingga kamu mencari yang lebih menarik bagimu.


Biarkan aku tenang bersama putraku sementara waktu, sebelum waktunya tiba kita bertemu lagi untuk menyelesaikan semuanya sampai tuntas.


Istrimu, Tiara.


Begitulah isi dari surat itu, Mahesa meremas kuat kertas ditangannya dia merasa sangat bersalah dan berdosa pada istrinya. Dia mengira Tiara tak tahu dengan apa yang dia rencanakan, tapi kenapa istrinya itu hanya diam saja.


"Maafin aku, maaf sudah membohongi kamu tapi aku lakukan semua ini demi keluarga kita. Aku nggak sanggup kalau harus melihat kamu semakin menderita karena masa laluku." Racau Mahesa.


Karena tak ingin semakin larut dalam kesedihan, Mahesa segera menghubungi Dika untuk meminta tolong mencari keberadaan Tiara.


Hai maafin baru up lagi 🙏🙏. Jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2