
Mahesa yang baru saja selesai meeting, mengambil ponselnya yang berdering. Saat sudah memegang ponselnya, dia mengernyitkan dahi ketika melihat nama pemanggil yang tertera di layar.
"Untuk apa dia melakukan panggilan video?" Mahesa langsung mereject panggilan tersebut.
Namun, baru saja akan memasukkan ponselnya ke dalam saku, kembali panggilan video masuk di ponselnya. Mahesa yang sudah kehilangan kesabaran langsung menggeser icon hijau dilayar ponsel.
"Mau apa lagi Oliv? Sudah aku katakan jangan pernah menghubungiku."
"Santai Honey, aku hanya rindu padamu." Ucap Olivia sambil terkekeh.
"Kalau tidak ada hal penting, lebih baik jangan pernah menghubungiku!" Saat Mahesa akan mengakhiri panggilan, dia dikejutkan dengan perkataan Olivia.
"Istrimu sekarang bersamaku! Apa ada pesan terakhir yang ingin kamu ucapkan untuknya?" Olivia mengarahkan kamera ponselnya pada Tiara.
Jederr
Bak tersambar petir, Mahesa langsung beranjak dari duduknya saat melihat kondisi istrinya.
"Jangan gila, Oliv. Berani kamu menyentuh atau menyakiti istri dan anakku, kamu akan tahu akibatnya!"
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan! Tapi jangan salahkan aku kalau saat ini juga nyawa istri dan anakmu akan melayang." Olivia mengarahkan pisau yang dipegang ke leher Tiara.
"Olivia!" Teriak Mahesa.
"Mas, tolong!" Lirih Tiara dengan air mata yang mengalir deras.
"Tenang saja, istri dan anakmu akan selamat asalkan kamu mau menuruti permintaanku." Ucap Olivia.
"Apa yang kamu inginkan, tapi lepaskan istriku?"
"Mudah saja, aku ingin kamu ceraikan istrimu dan menikahlah denganku. Bagaimana?"
"Itu tidak akan pernah terjadi, jangan berharap lebih jauh." Ucap Mahesa penuh penekanan.
__ADS_1
"Tidak masalah, itu berarti kamu lebih memilih istri dan anakmu kehilangan nyawa."
****
Namun, di luar tempat penyekapan Tiara, Dika sedang berdiskusi dengan orang-orang kepercayaannya.
"Baiklah, kita berpencar dan tetap waspada jangan sampai lengah! Jika keadaan sudah aman, langsung ke lokasi yang menjadi tempat penyekapan!" Perintah Dika pada orang-orang tersebut.
"Baik Tuan." Jawab mereka serempak.
Akhirnya, Dika dan anak buahnya berpencar untuk menemukan titik lokasi di mana Tiara disekap. Setelah masuk lebih dalam, mereka langsung menuju tempat yang di yakini sebagai lokasi penyekapan.
Namun, ada banyak penjaga yang menunggu di depan pintu sebuah ruangan kecil.
"Lakukan sekarang!" Titah Dika.
Dan terjadilah baku hantam antara anak buah Dika dan orang suruhan Olivia. Saat situasi sudah memungkinkan, Dika langsung menerobos masuk untuk menyelamatkan Tiara.
"Siapa kamu, mau jadi pahlawan kesiangan?" Ucap Olivia menandang remeh Dika.
"Jangan pernah coba-coba menyakiti Tiara!"
"Oh apa kamu merupakan kekasih gelap Tiara? Sampai-sampai kamu rela datang ke sini hanya untuk menyelamatkan wanita kampungan ini."
"Itu bukan urusanmu." Dika berjalan mendekat ke arah Olivia.
"Selangkah lagi kamu mendekat, aku tak segan-segan untuk melenyapkan Tiara."
Olivia memberi isyarat satu orang suruhannya yang ada di dalam untuk menyerang Dika. Dika yang mendapat serangan mendadak langsung tersungkur, membuat Tiara menjerit melihat kejadian itu.
"Dika." Jerit Tiara.
Sambungan telepon yang belum terputus, membuat Mahesa melihat apa yang terjadi. Saat ini dia sedang di perjalanan ke tempat Tiara disekap. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.
__ADS_1
"Hentikan Olivia. Kamu benar-benar gila!" Teriak Tiara yang menyaksikan pertarungan sengit antara Dika dengan orang suruhan Olivia.
"Diam, atau kamu mau mati sekarang juga?" Ancam Olivia.
Pertarungan sengit masih berlangsung, hingga suara dari Mahesa menghentikan pertikaian mereka. Membuat semua mengalihkan pandangan pada sumber suara.
"Tiara ada di sini!" Teriak Dika memberitahu Mahesa agar segera menyusul.
Olivia dan orang suruhannya segera melarikan diri, sebelum pergi Olivia menusuk perut Dika saat Dika lengah.
Sreet
"Dika." Tiara menjerit sejadi-jadinya melihat Dika yang sudah bersimbah darah dan terkulai lemas di lantai.
"Dika, aku mohon bertahanlah!"
"Tiara." Teriak Mahesa saat sudah menemukan istrinya.
"Mas, tolong lepaskan ikatan ini!"
Mahesa segera melepas tali yang melilit di tangan dan kaki Tiara. Lalu Tiara berhambur memeluk Mahesa, dia kemudian teringat dengan Dika dan langsung menghampiri.
"Dika bangun, aku mohon! Buka mata Kamu, jangan buat aku semakin merasa bersalah!" Tiara memangku kepala Dika dan menepuk pipi untuk menyadarkan Dika yang sudah terlihat pucat.
"Ja-ngan khawatir, a-aku mencintaimu Ra."
Dika kehilangan kesadaran sesudah mengungkapkan perasaannya.
"Mas, cepat bawa Dika ke rumah sakit!" Pinta Tiara pada Mahesa, Mahesa segera memanggil anak buah Dika yang masih dalam kondisi baik, karena sebagian mengalami babak belur akibat pertarungan mereka.
Akhirnya, Dika, Tiara dan Mahesa segera menuju rumah sakit. Karena kondisi Dika yang sudah parah akibat kehilangan banyak darah.
Pagi all, jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘
__ADS_1