Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 57. Makan Malam 2


__ADS_3

"Nak Mahesa memang tidak salah pilih istri, udah cantik, baik, pintar masak pula." Puji Mama Dika.


"Mbak Mirna bener, seandainya dulu saya nggak ketemu Tiara mungkin Mahesa belum nikah dan punya anak sampai sekarang." Ucap Mama Mahesa menimpali pujian dari Mama Dika.


"Jadi, mereka menikah karena dijodohkan?" Tanya Mama Dika.


"Iya, Mbak. Dulu saya pernah di tolong Tiara sejak saat itu saya begitu menyukai sosok Tiara, maka dari itu saya memutuskan untuk menjodohkan mereka dan ternyata usaha saya tidak sia-sia." Tutur Mama Mahesa.


Dika dan mamanya yang mendengar perkataan Mama Mahesa seketika berubah sendu sebab mereka juga menginginkan Tiara menjadi bagian dari keluarga mereka. Namun, takdir berkata lain mereka dipertemukan dengan Tiara yang sudah berstatus sebagai istri orang.


"Permisi, Non! Ini den Shaka nangis." Ucap Bi Asih lalu memberikan Shaka pada Tiara.


"Gantengnya Mami kok nangis, tuh ada yang mau ketemu Shaka."


"Boleh Tante gendong dia, Ra?"


"Silakan Tante!"


Mama Dika menggendong baby Shaka dengan penuh kasih sayang layaknya cucu sendiri.


"Ganteng banget sih." Mama Dika mencium pipi gembul Shaka dengan gemas.


"Dik, kapan kamu kasih Mama kayak gini?" Ucap Mama Dika sambil melirik putranya yang sedari tadi hanya diam saja.

__ADS_1


"Tunggu jodoh datang." Jawab Dika.


"Gimana mau datang kalau kamunya nggak mau usaha cari."


"Tante punya satu anak gadis dia lagi kuliah di Kota Z, kalau Nak Dika mau nanti bisa Tante kenalin." Ujar Mama Mahesa.


"Apa dia yang waktu itu bareng kamu di mall, Ra?" Tanya Mama Dika memastikan.


"Iya Tante, dia Sintia yang waktu itu ikut kita ngobrol di restoran." Jawab Tiara.


"Kalau gitu sih Mama setuju, Dik. Anaknya cantik kok gimana?"


"Dika pikir-pikir dulu, Mah." Hanya itu yang bisa Dika katakan agar tak didesak oleh mamanya.


"Eh udah tidur aja si ganteng." Ucap Mama Dika.


"Ini, Ra. Kamu tidurin lagi aja biar nyenyak tidurnya!" Tiara mengambil alih baby Shaka dari gendongan Mama Dika.


"Sekalian Tante mau pamit pulang udah malam, kapan-kapan kita bisa kumpul lagi."


"Iya Tante, makasih banyak udah mau ke sini."


"Sama-sama, Ra. Tante juga senang bisa ke sini, bisa nambah saudara juga."

__ADS_1


"Saya pamit pulang dulu Mbak Sarah, Nak Mahesa."


"Iya Mbak, lain waktu main ke sini lagi atau kita ketemu di tempat lain juga boleh." Ucap Mama Mahesa.


"Hati-hati di jalan Om, Tante, Dika!" Ucap Mahesa mengantarkan mereka sampai depan rumah.


Akhirnya, mobil yang yang dikendarai Dika beserta orang tuanya meninggalakan halaman rumah Mahesa.


****


"Pi, menurut kamu kalau Dika nikah sama Sintia gimana?"


"Aku sih terserah mereka aja, kalau mereka mau ya nggak apa-apa. Yang penting doa kita untuk mereka yang utama, jika memang mereka berjodoh pasti akan bersatu juga tanpa campur tangan kita."


"Iya, Pi. Aku berharap semoga mereka memang berjodoh."


"Aamiin."


"Sekarang waktunya kita bikin adik buat Shaka." Ucap Mahesa lalu menindih tubuh istrinya, dan terjadilah apa yang harusnya terjadi.


Selesai melakukan ritual suami istri, Mahesa dan Tiara segera membersihkan diri lalu menuju ke alam mimpi.


Pagi semua, jangan lupa tinggalkan like dan komen ya biar makin semangat 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2