Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Andre menuju ruangan Dika setelah Tiara dan Sintia pulang.


Tok tok tok


"Masuk!" Sahut Dika.


"Permisi Tuan, ini dokumen yang perlu Anda tanda tangani." Ucap Andre lalu menyerahkan beberapa map yang berisi dokumen penting.


"Untuk pertemuan besok sudah siap?" Tanya Dika.


"Sudah Tuan. Besok tinggal berangkat saja karena semua keperluan sudah saya siapkan."


"Baik, terima kasih."


"Tuan." Panggil Andre. "Iya." Jawab Dika.


"Em, saya mau tanya sesuatu."


"Tanya apa?"


"Itu tadi cewek yang duduk di sebelah Nona Sintia, bukannya yang pernah Tuan ceritakan dulu."


"Tiara maksud kamu?"


"Iya Tuan."


"Iya, dia memang orang yang saya ceritakan ke kamu waktu itu. Suaminya itu kakak dari Sintia."


"Oh, tapi Tuan berhubungan dengan Nona Sintia bukan karena ingin selalu dekat dengan Nona Tiara kan?" Tanya Andre dengan hati-hati.


"Huuffth, sebenarnya saya belum bisa move on dari Tiara, tapi sebisa mungkin saya mencoba untuk membuka hati untuk orang lain. Siapa tahu seiring berjalannya waktu, rasa itu akan hilang dengan sendirinya." Jelas Dika.


"Nggak heran sih kalau Tuan belum bisa move on, saya sendiri aja yang baru lihat senyumannya aja udah deg-degan." Ujar Andre sambil mengingat senyuman Tiara tadi.


Cetak


Satu buah bolpoin mendarat tepat di dahi Andre, membuat si empunya mengaduh kesakitan.


"Sakit Tuan, dahi saya masih perjaka ini. Malah kena lempar bolpoin." Protes Andre sambil mengusap dahinya.

__ADS_1


"Lagian siapa suruh kamu ngelamunin Tiara, kalau sampai suaminya tahu bisa tinggal nama kamu."


"Serem banget sih. Emang suaminya kayak apa sih Tuan. Aneh aja kalau cewek secantik dan selembut Nona Tiara dapat suami yang garang."


"Kapan-kapan saya beritahu, dan ingat jangan sesekali memuji Tiara apalagi secara terang-terangan di depan suaminya! Saya yakin kamu bakal jadi ayam geprek."


"Astaga, saya belum kawin Tuan. Nanti siapa yang mau kawin sama saya kalau kayak ayam geprek."


"Kan ada si Jubaedah yang mau terima kamu apa adanya." Goda Dika.


"Amit-amit jabang bayi, mending saya jomblo seumur hidup." Ujar Andre ketika membayangkan sosok Jubaedah, salah satu karyawan magang yang memiliki badan agak berisi, dandanan menor.


"Hahahahaha." Dika tak bisa menahan gelak tawanya melihat ekspresi Andre. Dia sering kali melihat ketika Andre yang digoda gadis itu saat tak sengaja berpapasan.


"Udahlah Tuan, saya mau balik ke ruangan saya." Pamit Andre lalu keluar dari ruangan Dika.


Dika memandangi kepergian Andre dengan tawa yang mulai mereda. Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya karena besok dia akan ke luar kota.


-


-


-


-


"Pagi Mah, Pah." Sapa Dika ketika sudah di ruang makan.


"Pagi Nak." Sahut Mama Dika.


"Jadi berangkat ke luar kota hari ini?" Tanya Papa Dika setelah selesai sarapan.


"Jadi Pah, jam 8 nanti berangkat soalnya pertemuannya diundur setelah makan siang."


"Semoga pertemuannya berjalan lancar, Papa percaya kamu pasti bisa!"


"Iya Pah, do'akan saja semoga kerjasama hari ini berhasil."


"Pasti."

__ADS_1


Dika pun melanjutkan sarapannya, selesai sarapan dia langsung berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor, Dika bergegas menuju ruangannya. Ketika membuka pintu dia terkejut sebab Icha ternyata ada di dalam ruangannya.


"Pagi Tuan." Sapa Icha dengan tangan yang masih memegang alat pel.


"Pagi, lanjutkan saja! Biar saya ke ruangan Andre." Setelah mengucapkan itu Dika langsung meninggalkan ruangannya.


Dia sengaja menghindar dari Icha karena tak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi. Hingga membuat Tiara menjadi seperti macan betina yang sedang ngamuk.


Ceklek


Dika membuka pintu ruangan Andre, tapi yang dilihatnya Andre tengah melamun sambil tersenyum.


"Pagi-pagi udah ngelamun!" Tegur Dika sambil menggebrak meja. Membuat Andre yang sedang asik dengan lamunannya langsung tersentak.


"Sejak kapan Tuan datang?"


"Sejak ada orang senyum-senyum sendiri."


"Hehehe, maaf Tuan."


"Lagi mikirin apa kamu?" Cecar Dika.


"Enggak apa-apa kok Tuan. Cuma ngebayangin enaknya kalau udah punya istri, ada yang nemenin tidur, ada yang masakin, ada yang layanin tiap hari."


"Makanya buruan nikah." Ejek Dika.


"Tuan dulu aja yang nikah, saya nanti aja." Jawab Andre sambil cengengesan.


"Kita langsung berangkat aja, biar bisa istirahat dulu nanti pasa udah sampai di sana." Ajak Dika lalu keluar dari ruangan Andre.


"Baik Tuan." Ucap Andre kemudian menyusul di belakang Dika.


"Untung aja Tuan Dika nggak curiga." Batin Andre sambil mengelus dadanya.


Andre lagi mikirin apa sih? Sampai takut kalau ketahuan 😁😁😁.


Jangan lupa untuk like dan komen ya 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2