Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 24. Pergi Ke Toko Bunga


__ADS_3

Sesuai perkataan Mahesa tempo hari, Tiara sekarang sedang bersiap untuk pergi menemui Nisa di toko. Berhubung masih pagi, Tiara akan ke toko di antar Mahesa sekalian berangkat ke kantor. Sebelum berangkat Tiara berpamitan pada mertuanya yang sedang menyiram tanaman di halaman belakang.


"Mah, aku mau ke toko bunga ketemu teman kerjaku dulu." Pamit Tiara sambil menghampiri mertuanya tak lupa untuk mencium punggung tangan beliau.


"Iya Sayang, hati-hati di jalan! Have fun ya." Ucap mertuanya lalu mencium kedua pipi Tiara.


"Iya Mah, Tiara berangkat dulu."


Setelah berpamitan pada mertuanya, Tiara bergegas menyusul Mahesa yang sudah menunggu di mobil. Tiara lalu segera masuk mobil dan kemudian Mahesa melajukan mobilnya.


"Nanti kabarin aku kalau mau pulang, nggak boleh pulang sendiri apalagi sampai di antar orang lain." Ucap Mahesa disela-sela perjalanan mereka.


"Baiklah Baginda Raja, perintah Baginda akan Hamba laksanakan." Jawab Tiara seraya menggoda Mahesa dengan kalimatnya.


"Kamu tuh ya, orang lagi ngomong serius malah ngajakin bercanda." Mahesa berkata sambil mengacak rambut Tiara.


"Mas, rambutku jadi berantakan nih." Protes Tiara dengan bibir mengerucut, membuat Mahesa semakin gemas melihat tingkah Tiara.


Mereka sudah sampai di depan toko bunga, Tiara keluar dari mobil setelah berpamitan dengan suaminya. Mobil Mahesa perlahan melaju meninggalkan Tiara yang masih berdiri di teras toko, sampai mobil yang di kendarai Mahesa tak terlihat lagi.


"Ara." Panggil seseorang yang masih berjarak beberapa meter dari toko, yang membuat Tiara sontak menoleh ke sumber suara.


"Nisa." Jawab Tiara tak kalah nyaring, lalu mereka berpelukan layaknya anak kecil.

__ADS_1


"Kangen banget, Ra. Udah lama nggak ketemu sejak kamu resign dari sini." Ucap Nisa tanpa melepas pelukannya.


"Sama, aku juga kangen banget. Ya mau gimana lagi, enggak enak juga kalau harus nolak permintaan mertua." Jawab Tiara sambil melepas pelukannya dan mengajak Nisa duduk di teras toko. Mereka ngobrol sembari menunggu pemilik toko datang.


"Lho, Tiara. Tumben kesini?" Tanya Pak Hendra pemilik toko tersebut. Beliau baru tiba untuk membuka toko, lantaran belum menemukan pengganti Tiara.


"Eh iya Pak. Bapak apa kabar? Maaf kalau kedatangan saya mengganggu, saya cuma mau ketemu Nisa sekalian nunggu dia untuk makan siang bareng nanti." Jawab Tiara menjelaskan maksud kedatangannya.


"Saya baik, Tiara. Baiklah kamu bisa menunggu di dalam sampai jam istirahat nanti." Jawab Pak Hendra, lalu masuk ke toko yang sudah di buka dan menuju ruangannya.


"Terima kasih, Pak."


"Aku kerja dulu, Ra. Kamu tunggu di dalam aja biar nggak bosen." Ucap Nisa lalu mulai menyapu dan merapikan bunga yang ada di pajangan.


Tiara menuju kedai yang ada di seberang jalan, dia memesan minuman dingin serta camilan. Setelah selesai, dia langsung kembali ke toko. Saat yang bersamaan mobil yang dikendarai Dika berhenti tak jauh dari toko bunga, karena sudah beberapa hari ingin menemui Tiara namun tak pernah ketemu. Dan usahanya kali ini tidak sia-sia, Dika melebarkan senyumnya ketika melihat orang yang di carinya berada di seberang jalan, hendak kembali ke toko bunga.


Saat posisi Tiara sudah hampir sampai tepi jalan, Dika yang semula ingin memanggil Tiara mengurungkan niatnya, ketika melihat ada sepeda motor yang melaju kencang.


"Tiara, awas!" Teriak Dika lalu berlari kearah Tiara dan langsung menarik tubuh Tiara dalam dekapannya.


Tiara yang terkejut dengan kejadian itu langsung shock, dia diam mematung dan tubuhnya bergetar hebat dalam dekapan Dika. Dika yang mengerti kondisi Tiara pun berusaha menenangkannya.


"Kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Dika saat Tiara sudah mulai tenang.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa, makasih udah nolongin aku. Aku nggak tahu apa yang bakal terjadi seandainya kamu nggak di sini." Ucap Tiara lalu melepaskan diri dari pelukan Dika. Hingga tiba-tiba....


Bugh


Satu pukulan mendarat sempurna di pipi Dika. Mahesa yang terbakar api cemburu langsung tersulut emosi tanpa mencari tahu sebabnya terlebih dahulu.


"Mas!" Teriak Tiara yang terkejut saat Mahesa tiba-tiba muncul dan memukul Dika.


"Jauhkan tangan kamu dari tubuh istri saya. Jangan pernah coba-coba mendekati apalagi sampai menyentuhnya." Mahesa yang masih diliputi emosi menarik kerah baju Dika. Dia memberi peringatan untuk Dika agar menjauhi Tiara, sedangkan Dika hanya diam tanpa melawan.


"Mas, kamu tuh apa-apaan sih? Datang langsung main pukul orang sembarangan tanpa tahu masalahnya." Ucap Tiara yang merasa kesal karena tindakan Mahesa.


"Kenapa? Kamu mau bela laki-laki ini hah? Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak suka ada yang memandang apalagi sampai menyentuhmu sekalipun itu temanmu." Ucap Mahesa dengan penuh penekanan.


"Aku tahu, Mas. Tapi kamu itu juga salah, harusnya tanya dulu apa yang terjadi sebenarnya bukan malah main pukul sembarangan."


"Dia itu baru aja nyelamatin aku yang hampir tertabrak motor, karena aku masih shock makanya dia berusaha buat tenangin aku dulu. Seandainya nggak ada Dika, mungkin yang kamu temui sekarang ini sudah berupa mayat." Ucap Tiara tak kalah emosi.


Mahesa memang hanya melihat saat Tiara akan melepas pelukan dari Dika, sehingga tak bisa menahan amarahnya karena cemburu.


Ya, Mahesa yang akan melakukan meeting di restoran dekat toko bunga tersebut, tanpa sengaja melihat adegan yang membuat dirinya terbakar api cemburu. Tapi pada kenyataannya, semua tak seperti yang Mahesa lihat sepenuhnya.


Malam all, untuk bab ini sengaja aku bikin agak panjang karena kemungkinan besok nggak bisa up 😊😊

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘😘


__ADS_2