
"Bentar lagi kayaknya ada anggota baru lo, Mah." Ucap Sintia sambil melirik Mahesa dan Tiara yang menuju ke arah mereka.
Mama Mahesa mengernyitkan dahinya "Anggota baru? Siapa?"
"Calon adiknya Shaka."
Mama Mahesa tersenyum ke arah Tiara dan Mahesa, "Kalau itu sih Mama juga berharap beneran tambah anggota baru."
"Anggota baru siapa, Mah?" Tanya Mahesa bingung.
"Calon adiknya Shaka." Sahut Sintia.
Uhukk uhukk
Tiara yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Sintia. "Pelan-pelan, Sayang." Ucap Mahesa sambil menepuk lembut punggung Tiara.
"Boro-boro mau tambah, Mah. Baru mau mulai aja udah di ganggu duluan." Ujar Mahesa melirik tajam pada Sintia.
Sintia hanya nyengir kuda, "Maaf, kan aku nggak tahu kalau kalian mau bikin adonan. Habisnya pintu kamar udah kebuka setengah, jadi aku masuk aja."
"Maaf ya Kakak Ipar, habis ini aku nggak bakal gangguin kok. Kalian puas-puasin aja biar cepet jadi ponakan baru aku." Ucap Sintia pada Tiara yang pipinya sudah memerah menahan malu.
"Udah-udah, sekarang kita sarapan dulu!" Pungkas Mama Mahesa.
Keluarga Mahesa pun menikmati sarapan dengan tenang. Sesekali diselingi celotehan Shaka yang kian hari makin pintar.
-
-
-
"Kak, lagi sibuk nggak?" Tanya Sintia yang menyusul Tiara di kamar Shaka.
"Enggak kok, ada apa?"
"Jalan yuk! Kita ngemall, bosen di rumah terus."
Tiara tersenyum sambil mencubit pipi Sintia, "Manja banget sih, biasanya juga pergi sendiri."
"Hehehe, kan enak kalau ada temennya. Mau ya? Please!"
"Ok, Kakak ganti baju dulu. Nih kamu ajak Shaka main di ruang tengah." Ucap Tiara lalu menyerahkan Shaka pada Sintia.
"Siap Kak. Let's go baby gembulku!" Ajak Sintia sambil mencium pipi Shaka yang membuat si empunya terkikik.
__ADS_1
Sintia meninggalkan kamar Tiara sambil mengajak Shaka berbicara.
Kini Tiara dan Sintia sudah berada di sebuah mall, mereka berkeliling untuk mencari perlengkapan anak-anak.
"Kakak mau beli apa?"
"Mau beli baju dan sepatu buat Shaka, sebenarnya kemarin lusa ulang tahun dia, tapi karena nggak sempet buat bikin acara kecil-kecilan jadinya besok lusa Kakak mau kita makan malam di luar sebagai ganti perayaan ulang tahun Shaka."
"Wah, boleh juga. Kalau gitu biar aku yang cariin baju dan sepatu buat Shaka." Ucap Sintia penuh semangat.
Setelah puas berbelanja, mereka memutuskan untuk mampir si restoran yang ada di mall itu.
Sintia memilih tempat duduk yang ada di dekat jendela agar Shaka bisa duduk dengan nyaman.
"Kakak pesan aja makan dan minumnya, aku mau ke toilet sebentar."
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Tiara.
"Samain aja Kak." Ucap Sintia lalu bergegas ke toilet.
Ketika Tiara selesai memesan makan dan minum tanpa sengaja dia melihat Dika yang baru saja datang dan kebetulan Dika juga melihat ke arahnya.
Dika menghampiri Tiara karena mengira Mahesa juga di sana. "Hai, Ra! Hai, jagoan!" Sapa Dika yang disambut uluran tangan oleh Shaka yang minta digendong.
"Tadi mama telepon suruh jemput di sini, katanya lagi di salon jadi aku cari minum dulu sambil nunggu mama selesai perawatan." Jelas Dika sambil memangku Shaka.
"Kamu sendiri sama siapa? Kok Mahesa nggak ada."
"Aku sama Sintia, adik iparku. Dia lagi ke toilet, bentar lagi juga balik."
"Oh, aku pikir kamu sama Mahesa makanya aku samperin."
Saat Tiara dan Dika sedang mengobrol, Sintia datang dan langsung duduk tanpa sadar ada seseorang yang duduk di samping Tiara.
"Maaf ya Kak nunggu lama, soalnya toilet penuh."
"Enggak apa-apa. Oh ya kenalin, ini Dika temen Kakak."
Dika dan Sintia pun saling bertatapan dengan ekspresi yang sama terkejutnya.
"Kamu!"
"Anda!"
Ucap Sintia dan Dika bersamaan. Tiara heran karena melihat ekspresi keduanya, "Kalian udah kenal?" Tanya Tiara.
__ADS_1
"Enggak." Sahut Dika dan Sintia. Tiara semakin terkekeh melihat jawaban kompak antara Dika dan Sintia.
"Kompak banget sih jawabnya, jangan-jangan kalian jodoh lagi." Ucap Tiara.
"Apaan sih Kak, orang cuma kebetulan aja." Kata Sintia yang mulai salah tingkah karena ucapan Tiara.
"Udah kayak cenayang aja kamu, Ra." Tutur Dika.
Tiara hanya tertawa menanggapi ucapan keduanya. Dia semakin yakin ingin menjodohkan Dika dengan Sintia, apalagi Tiara masih ingat betul dengan janji yang Dika ucapkan padanya saat koma dulu.
"Kamu punya hutang janji sama aku lo, Dik."
"Janji apa, Ra? Perasaan aku nggak pernah janji ke kamu."
"Lupa apa pura-pura lupa? Waktu aku koma kamu pernah janji bakal menuruti apapun permintaanku." Jelas Tiara, sedangkan Dika tengah mengingat janji yang dia ucapkan pada Tiara.
"Oh itu."
"Jadi, gimana udah ingatkan? Aku ada permintaan ke kamu."
"Ok, kamu mau minta apa?"
"Lusa kamu datang ke acara makan malam, nanti aku kasih tahu permintaanku."
"Baik Kanjeng Ratu." Ucap Dika sambil menunduk hormat pada Tiara, sedangkan Sintia hanya menyimak pembicaraan antara Dika dengan Tiara.
***
Di sela-sela perjalanan Tiara bertanya pada Sintia tentang Dika, "Kamu ketemu Dika di mana?"
"Enggak sengaja sih, waktu itu aku lagi di restoran mau makan siang tapi keinget kalau ada janji sama temen. Akhirnya, karena buru-buru nggak sengaja kaki aku nyenggol kursi terus nabrak dia." Jelas Sintia sambil menoleh pada Tiara.
Tiara pun mengangguk mendengar penjelasan Sintia, "Terus menurut kamu Dika orangnya gimana?"
"Apanya yang gimana?"
"Ya, maksud aku menurut penilaian kamu sosok Dika itu gimana?"
"Emm menurut aku dia orangnya baik, sopan dan yang pasti tampan." Jelas Sintia dengan tersenyum malu.
"Jangan bilang kalau kamu udah jatuh cinta duluan." Goda Tiara.
Sintia semakin salah tingkah ketika Tiara tahu isi hatinya, dia memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sejak bertemu Dika.
Pagi semuanya, maaf ya baru sempet up soalnya baru isi kuota 😁🙏🙏. Jangan lupa like dan komen ya 😘😘
__ADS_1