Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 20. Kesiangan


__ADS_3

Mentari bersinar cerah, membuat mata insan yang masih bergelung di bawah selimut mulai mengerjap. Tiara mulai membuka matanya, melihat jam di nakas yang menunjukkan pukul 7 pagi.


"Astaga, kok bisa kesiangan sih. Aduh, sakit banget ini." Saat akan beranjak dari ranjang Tiara mengaduh karena sakit di bagian pangkal pahanya.


"Kenapa, Sayang? Mana yang sakit?" Mahesa yang terkejut dengan rintihan Tiara langsung mengecek seluruh bagian tubuh.


"Gara-gara kamu nih Mas, nggak kira-kira mainnya. Udah 2 kali masih aja nambah terus jadi, sakit semua badan aku terutama itu. Kita juga kesiangan ini, apa kata mama nanti." Gerutu Tiara sambil menunjuk pangkal pahanya yang membengkak.


"Hehe, maaf Sayang saking semangatnya bisa bobol gawang, jadi keenakan." Mahesa menjawab sambil cengengesan dan mengusap tengkuknya. Sedangkan Tiara hanya mencebikkan bibirnya.


"Bantuin ke kamar mandi, aku udah kebelet pengen buang air, sekalian mau mandi." Tiara mengulurkan tangannya pada Mahesa namun, dengan gerakan cepat Mahesa langsung menggendong Tiara.


"Nggak usah protes, kelamaan kalau harus nunggu kamu jalan pelan." Mahesa segera berbicara sebelum Tiara mengajukan protes, dan Tiara hanya memanyunkan bibirnya.


Selesai mengantar Tiara ke kamar mandi, Mahesa mengambil ponselnya untuk menghubungi sekretarisnya.


"Halo, Nit. Tolong hari ini kamu handel semua pekerjaan, saya nggak masuk kantor dulu." Ucap Mahesa saat panggilannya tersambung.

__ADS_1


"Baik, Tuan. Kebetulan jadwal hari ini tidak ada meeting penting." Jawab Anita.


"Ya sudah kalau begitu, untuk dokumen penting kamu kirim lewat email saja."


"Baik, Tuan."


Mahesa memutus sambungan panggilannya, disaat yang bersamaan Tiara baru keluar dari kamar mandi.


"Kok nggak manggil aku, emang udah nggak sakit?" Mahesa segera menghampiri Tiara dan membantu duduk di sofa.


"Sakit, cuma udah nggak kayak tadi. Soalnya tadi berendam air hangat buat ngurangin perihnya."


******


Di sisi lain, Andika saat ini sedang fokus pada berkas yang harus dipelajarinya selama mempimpin di salah satu cabang perusahaan. Bahkan dia seolah lupa pada sosok yang pernah membuatnya merasa seperti mempunyai adik.


Semenjak pertemuan terakhirnya dengan Tiara di toko bunga waktu itu, Dika sudah tak pernah menghubungi apalagi menemui Tiara. Karena kesibukan yang harus di jalaninya setiap hari, juga dia harus menjaga jarak dari Tiara sebab status Tiara yang sudah bersuami.

__ADS_1


Tok tok tok


"Permisi Tuan, sudah waktunya makan siang. Tuan ingin dipesankan sesuatu atau langsung ke restoran dekat sini?" Tanya Andra, asisten pribadi Dika. Sejenak Dika mengalihkan perhatiannya, melihat benda melingkar di pergelangan tangannya. Memang benar sekarang sudah masuk waktu istirahat.


"Kita cari makan diluar saja, kamu bisa tunggu di luar, saya mau bereskan pekerjaan saya dulu." Jawab Dika.


"Baik, Tuan. Saya permisi dulu." Andra pun meninggalkan Dika yang sedang membereskan pekerjaannya.


Dika segera membereskan berkas penting yang sudah dipelajari dan menyimpan di tempat dokumen penting. Agar jika sewaktu-waktu membutuhkan, Dika tidak perlu merepotkan orang lain.


Kini Dika dan Andra sedang berada di sebuah restoran yang tak jauh dari kantornya. Sembari menunggu pesanan datang, Dika melihat segala penjuru restoran. Hingga tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang dikenalnya.


"Tiara." Gumam Dika. Saat akan menghampiri, Dika mengurungkan niatnya karena ternyata ada laki-laki yang datang bersama Tiara. Dika sudah menduga, jika itu suami Tiara karena mereka terlihat sangat romantis.


"Kenapa hatiku sakit, saat melihat Tiara bersama suaminya? Tidak, tidak aku hanya menganggap Tiara seperti adikku sendiri. Tidak mungkin aku menyukai Tiara." Gumam Dika dalam hati.


Siang all 😘, maaf baru sempet update lagi 😁😁🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😍😘😘


__ADS_2