
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, Mahesa dan Dika sudah sampai di Kota S. Mereka memutuskan untuk mencari sebuah penginapan yang dekat dengan tempat jualan Tiara.
Setelah menemukan penginapan, mereka langsung istirahat lebih dulu sebelum keluar untuk makan siang.
"Kita makan siang di mana?" Tanya Mahesa.
"Cari tempat makan deket sini aja. Sekalian nanti kita lihat Tiara di kios yang ada di sekitar pasar." Usul Dika.
"Ok."
-
-
-
Tak jauh dari penginapan tersebut, Tiara baru saja turun dari angkutan dengan membawa dagangannya.
Setelah dagangannya sudah di turunkan dari dalam angkot, Tiara berjalan menuju kiosnya dengan menenteng dua tas keranjang ukuran cukup besar.
Dengan langkah pelan dia menganyunkan kakinya agar segera tiba di kios. Kali ini Tiara tidak bersama Mbok Sumi karena dagangannya yang dia bawa tidak banyak seperti biasanya. Dia akan pulang cepat karena besok adalah hari kelahiran putranya yang pertama.
Sesampainya di kios Tiara langsung menata sayuran yang dia bawa.
"Semoga dagangannya cepat habis! Biar bisa langsung pulang." Harap Tiara.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap ke arahnya dengan mata yang berkaca-kaca. Ingin sekali rasanya menghambur memeluk tubuh istrinya yang sangat dia rindukan.
"Sabar, tunggu waktu yang tepat untuk bertemu langsung dengan Tiara." Ucap Dika yang sejak tadi memperhatikan arah pandangan Mahesa.
"Sebaiknya kita makan di warung yang ada di dekat kios itu! Pakai masker ini, supaya Tiara tidak curiga kita berada di sini!" Lanjut Dika sambil menyerahkan masker pada Mahesa.
__ADS_1
Keduanya lalu berjalan menuju warung tersebut, agar bisa mengamati kegiatan Tiara.
****
"Dika ke mana, Mah? Kok jam segini belum kelihatan." Tanya Papa Dika.
"Tadi pagi-pagi banget udah pamit mau ada urusan penting katanya."
"Tumben? Ini kan weekend, nggak biasanya dia keluar kalau bukan urusan kantor."
"Mama juga nggak tahu, Pah. Eh tapi tadi Mama lihat Dika kayak bawa tas kecil gitu."
"Nanti biar Papa tanya Marvin aja, dia pasti tahu ke mana Dika pergi."
"Iya Pah."
Papa Dika meninggalkan ruang tengah kemudian masuk ke ruang kerjanya untuk menghubungi Marvin.
Setelah duduk di kursi kerjanya, Papa Dika langsung menelepon Marvin agar datang ke rumah.
"Iya, tolong kamu datang ke rumah saya sekarang! Ada yang mau saya tanyakan."
"Baik, Tuan Besar. Saya segera ke sana."
"Baiklah, saya tunggu di ruang kerja." Papa Dika langsung mematikan panggilannya lalu beralih memeriksa dokumen perusahaannya yang ada di luar negeri.
Tok tok tok
"Masuk!"
"Permisi, Tuan Besar." Ucap Marvin, setelah 20 menit yang lalu dia sudah sampai di kediaman orang tua Dika.
__ADS_1
"Duduklah! Ada yang ingin saya tanyakan."
"Tentang apa Tuan?"
"Ke mana Dika pergi? Nggak biasanya dia pergi nggak bilang saya maupun istri saya."
Marvin terdiam sejenak, dia bingung harus jujur atau tidak sebab Dika sudah mengatakan agar merahasiakan tentang kepergiannya ke Kota S.
"Kamu jangan takut Dika akan marah. Saya akan pura-pura tidak tahu ke mana dia pergi." Marvin seketika terkejut saat mendengar ucapan Papa Dika yang seakan tahu kegundahannya.
"Sebenarnya Tuan Dika pergi ke Kota S bersama Tuan Mahesa." Dengan terpaksa Marvin pun memberitahu ke mana Dika pergi.
"Kota S? Untuk apa mereka ke sana?" Dan kenapa tidak boleh ada yang tahu?"
"Untuk alasannya saya kurang tahu, Tuan Besar. Saya hanya diberi pesan agar tidak memberitahu siapapun tentang kepergiannya. Kepergian mereka ke Kota S untuk mencari keberadaan Nyonya Tiara."
"Apa Tiara ada di kota itu?"
"Benar Tuan, Nyonya Tiara ada di salah satu desa di kota itu."
"Lalu kenapa tidak boleh ada yang tahu kalau mereka ke sana untuk mencari Tiara?"
"Untuk itu saya kurang tahu Tuan. Mungkin nanti jika Tuan Dika sudah pulang, Tuan Besar bisa tanyakan langsung alasannya."
"Ya sudah, terima kasih untuk informasinya. Maaf sudah menggangu waktu istirahatmu."
"Tidak masalah Tuan Besar. Kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya silakan!"
Marvin pun beranjak dari hadapan Papa Dika, dia keluar dari ruang kerja dan berlalu untuk kembali ke rumah.
__ADS_1
Papa Dika hanya bisa menghela napas kasar, masih penasaran kenapa Dika tidak ingin ada yang tahu jika dia pergi ke Kota S untuk mencari Tiara.
Siang semuanya. Jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘😘😘😘