Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

"Yang, besok mama dan papa mau datang." Ucap Dika di sambungan teleponnya.


"Jam berapa Kak? Biar kita nggak buru-buru buat siapin jamuannya."


"Papa bilang sih ke sana sore, mungkin sepulang aku dari kantor jam 3."


"Oh gitu, ya udah nanti aku langsung ngomong ke mama dan Kak Mahesa."


"Ok, kalau gitu aku tutup dulu teleponnya. Kamu cepet istitahat jangan begadang nonton drakor mulu."


"Hehe, siap Kak."


Setelah panggilan teeputus, Sintia langsung ke kamar mamanya untuk memberitahu perihal kedatangan orang tua Dika.


Tok tok tok


"Mah, udah tidur belum?"


"Belum Sayang, masuk aja!" Sahut mamanya.


Sintia lantas membuka pintu kamar lalu menghampiri mamanya di ranjang.


"Ada apa?" Tanya Mama Mahesa.


"Tadi Kak Dika telepon aku, katanya besok mama dan papanya mau ke sini."


"Iyakah? Jam berapa? Biar besok Bi Asih belanja ke pasar."


"Sore Mah, mungkin sekitar jam 3 soalnya nunggu Kak Dika pulang dari kantor."


"Iya, besok biar Bi Asih ke pasar beli bahan masakan sekalian Mama mau ke toko kue. Kasihan kalau harus minta tolong Tiara untuk bikinin kue."


"Iya Mah, biar Kak Tiara banyak istirahat."


"Kalau gitu aku ke kamar ya Mah. Selamat istirahat Mah." Pamit Sintia sambil mencium pipi mamanya.


Sintia berlalu meninggalkan kamar mamanya lalu kembali ke kamarnya sendiri.


****


"Mas aku pengen keluar!" Pinta Tiara.


"Ke mana? Kamu kan belum sehat."


"Di ruang tengah aja, bosen aku di kamar terus."


"Ya udah, bentar aku pake baju dulu."


Mahesa segera mengenakan pakaiannya karena tadi dia baru selesai mandi.


Selesai berpakaian dia langsung menggendong Tiara menuju ruang tengah.


"Lho, Kak Tiara kok di sini?" Tanya Sintia yang baru datang dari dapur.


"Iya, bosen di kamar terus."

__ADS_1


"Mau makan atau minum apa? Biar aku ambilin." Tawar Sintia.


"Buah aja, Sin."


"Ok, tunggu sebentar!"


Sintia bergegas mengambilkan buah seperti yang diinginkan Tiara. Selesai menyiapkan buah, dia langsung kembali ke ruang tengah.


"Ini Kak, adanya cuma apel sama jeruk."


"Enggak apa-apa."


"Oh ya Kak, nanti sore orang tua Kak Dika mau ke sini." Ucap Sintia.


"Kok nggak bilang mau ke sini, kan bisa Kakak buatin kue."


"Emang sengaja nggak bilang, soalnya kita tahu kalau Kakak pasti langsung ikut repot sendiri. Apalagi sekarang Kakak belum pulih beneran."


"Maaf ya, jadi nggak bisa bantuin siap-siap."


"Enggak apa-apa Kak. Yang penting kesehatan Kakak yang paling utama."


Saat tengah mengobrol, Shaka yang baru dari halaman belakang langsung berteriak saat melihat Tiara.


"Mami!" Teriak Shaka sambil berlari ke arah Tiara dan Sintia.


"Jangan lari, nanti jatuh!" Tegur Tiara.


"Hap, dapat juga." Ucap Sintia saat berhasil menggendong Shaka yang hampir mengenai Tiara.


"Iya, tapi nggak boleh kasar. Nanti adik bayi nangis." Tutur Sintia.


"Ciyap Onty." Ucap Shaka sambil mengangguk gemas.


Shaka mengelus perut maminya sambil menciumnya. Membuat Tiara gemas sendiri melihat tingkah putranya itu.


"Cha, nanti tolong jangan pulang dulu ya! Soalnya mau ada tamu, kamu jagain Shaka dulu." Pinta Tiara.


"Iya Mbak."


-


-


-


-


Pukul 4 sore Dika beserta orang tuanya sudah tiba di rumah Mahesa. Kini mereka sedang berbincang di ruang tamu.


"Sebelumnya kami mohon maaf karena bertamu dadakan seperti ini." Ucap Papa Dika.


"Enggak apa-apa, Om. Kapanpun Om dan keluarga ke sini, pintu rumah kami selalu terbuka." Balas Mahesa.


"Kedatangan kami kemari dengan maksud ingin melamar Nak Sintia dengan resmi untuk putra kami, Andika."

__ADS_1


"Kami menerima dengan tangan terbuka niat baik Om sekeluarga, jadi kita bisa langsung mulai saja pembicaraan inti kali ini."


Akhirnya, mereka mulai membicarakan masalah pernikahan Sintia dengan Dika. Mereka berunding untuk mencari tempat dan waktu yang tepat.


Setelah lama saling memberikan masukan, kini telah disepakati bahwa pernikahan Sintia dengan Dika akan dilaksanakan 2 bulan lagi di hotel milik keluarga Dika.


Dan untuk akad nikah akan dilaksanakan di rumah mempelai wanita sesuai permintaan Sintia.


"Oh ya, dari tadi Tante kok nggak lihat Tiara, dia ke mana?" Tanya Mama Dika setelah semua orang selesai berunding.


"Tiara ada di kamar Tante karena dia harus bedrest." Jelas Mahesa.


"Ya Allah, apa Tante boleh lihat Tiara?"


"Boleh kok, Tan. Biar Sintia yang antar." Jawab Mahesa.


"Mari Tante, saya antar ke kamar Kak Tiara!" Ajak Sintia.


"Panggil Mama saja, sebentar lagi kan kamu jadi anak Mama." Ucap Mama Dika sambil tersenyum.


"Iya Mah." Jawab Sintia dengan canggung.


Sintia lalu mengantar Mama Dika ke kamar Tiara, sedangkan di dapur Icha meneteskan air matanya ketika melihat keakraban keluarga Dika.


"Mbak Icha kenapa nangis?" Tanya Bi Asih.


"Enggak Bik. Aku cuma keinget orang tua aja. Seandainya mereka masih ada mungkin saya masih bisa merasakan kasih sayang mereka." Jelas Icha.


"Mbak Icha yang sabar ya, orang tua Mbak Icha pasti bahagia punya anak seperti Mbak Icha yang begitu gigih dalam bekerja." Ucap Bi Asih sambil merangkul bahu Icha.


"Iya Bik."


"Mbak Icha bisa anggap saya seperti ibu sendiri, walaupun kita nggak ada hubungan keluarga."


"Makasih ya, Bik. Aku beruntung bisa kenal dengan orang-orang baik di keluarga ini."


"Ya udah sekarang jangan sedih lagi."


"Iya, Bik."


Sementara di kamar Tiara, Mama Dika langsung memberondong pertanyaan pada Tiara.


"Kenapa nggak ngabarin Tante kalau lagi sakit? Awalnya gimana kok bisa harus bedrest?" Tanya Mama Dika.


"Tiara nggak apa-apa, Tan. Cuma kecapekan aja jadinya ngaruh ke kandungan Tiara."


"Tante kan jadi nggak enak sama kamu. Kamu udah baik banget sama Tante, tapi pas kamu sakit Tante malah nggak tahu."


Sintia dan Tiara hanya tersenyum mendengar protes Mama Dika.


"Sintia juga, kenapa nggak ngabarin Mama? Kamu tuh sama aja kayak Dika, kalau udah sibuk sama dunia sendiri jadi lupa yang lain."


Sinti yang mendapat protes dari calon mertuanya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tiara pun tertawa melihat ekspresi cemberut Mama Dika dan ekspresi salah tingkah Sintia.


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2