Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 29. Pulang


__ADS_3

3 hari berlalu, kini saatnya Mahesa beserta keluarga kembali ke rumah untuk memulai aktivitas masing-masing. Pukul 11 siang mereka berangkat dari penginapan, selama perjalanan selalu diisi perdebatan antara Mahesa dengan Sintia. Sedangkan Tiara dan mertuanya hanya menyaksikan keduanya.


Pukul 2 siang mereka telah tiba di rumah, Tiara dan Sintia masuk lebih dulu dengan menarik koper masing-masing. Mama Mahesa masuk lalu menuju dapur untuk minum sebelum ke kamarnya.


Setibanya di kamar, Tiara lekas membersihkan diri lalu istirahat. Mahesa yang melihat istrinya berbaring segera menuju kamar mandi lalu menyusul sang istri yang sudah tertidur pulas.


Tok tok tok


Pintu kamar diketuk, membuat Tiara yang masih tidur segera terbangun ketika mendengar seseorang memanggilnya.


"Kakak, Kakak Ipar." Panggil Sintia di depan pintu kamar Mahesa.


"Eh, Sintia. Ada apa?" Tanya Tiara dengan mata yang mengerjap khas orang bangun tidur.


"Maaf aku ganggu istirahat Kakak, ya? Soalnya mama nyuruh aku manggil Kakak buat makan malam bareng."


"Iya nggak apa-apa, Sin. Nanti Kakak nyusul, mau bangunin kakakmu dulu."


"Siap Kakak Ipar."


Sintia berlalu meninggalkan kamar Tiara kemudian menuju ruang makan. Setelah Sintia pergi, Tiara segera membangunkan Mahesa untuk diajak ke ruang makan.

__ADS_1


"Mas, bangun yuk. Mama udah nungguin buat makan bareng!" Tiara menggoyang pelan badan Mahesa agar sang suami lekas bangun. Mahesa yang merasakan gerakan di tubuhnya, segera membuka matanya.


"Bangun, Mas. Udah ditungguin mama sama Sintia di ruang makan." Tiara mengulang perkataannya saat Mahesa sudah bangun.


Bukannya segera beranjak bangun, Mahesa justru menarik pergelangan tangan Tiara. Yang membuat Tiara terjatuh menimpa tubuh Mahesa.


"Mas, buruan bangun. Kasihan mama sama Sintia nunggu kelamaan." Ucap Tiara berusaha bangkit dari atas tubuh Mahesa namun, malah ditahan oleh Mahesa.


"Cium dulu, baru aku mau bangun." Ucap Mahesa dengan menunjuk bibirnya.


cup cup cup


"Ini baru bener ciuman." Ucap Mahesa tersenyum penuh kemenangan.


"Seneng banget cari kesempatan dalam kesempitan. Udah buruan nanti kelamaan." Tiara langsung menarik tangan Mahesa menuju ruang makan.


****


Pagi harinya setelah Mahesa berangkat ke kantor, Tiara membereskan barang-barang yang masih di dalam koper. Mengeluarkan baju kotor lalu menaruhnya di keranjang cucian.


"Kakak Ipar." Panggil Sintia sambil melongokkan kepalanya di balik pintu yang terbuka sedikit.

__ADS_1


"Sintia, sini masuk. Ada apa?" Tanya Tiara sambil merapikan pakaian yang masih bersih lalu memasukkan ke dalam lemari.


"Hehe, temenin aku jalan ke mall yuk! Kan lusa aku udah berangkat lagi, jadi mumpung masih di rumah aku pengen puas-puasin buat shopping bareng Kakak Ipar." Ucap Sintia disertai muka memelas yang membuat Tiara terkekeh dengan sikap adik iparnya itu.


"Baiklah, Tuan Putri. Kakak siap-siap dulu."


"Ok, aku tunggu di luar." Ucap Sintia lalu mengecup pipi Tiara sebelum keluar dari kamar.


"Inikah rasanya punya saudara?" Gumam Tiara dalam hati, merasa terharu karena kasih sayang dari adik iparnya.


*****


Kini Tiara dan Sintia sudah berada di mall, mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan. Siapapun yang melihat pasti mengira bahwa keduanya adalah saudara kandung.


Sintia mengajak Tiara memasuki toko pakaian terlebih dahulu. Tak lupa, Sintia juga memilihkan baju untuk Tiara, bahkan baju yang di pilih Sintia merupakan baju couple.


Saat Tiara akan melangkah mengikuti Sintia, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangannya. Membuat Tiara menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang menarik tangannya. Tiara begitu terkejut saat tahu orang yang menarik tangannya ternyata.....


Jeng jeng jeng, ada yang tau kira-kira siapa yang Tiara lihat?


*J**angan lupa like dan komen ya 😍😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2