Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Setelah menjemput mamanya dari salon yang ada di salah satu mall, Dika memilih kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Saat sedang di lampu merah tiba-tiba ada suara benturan keras yang membuat Dika langsung menepikan mobilnya.


Dika keluar dari mobil untuk melihat apa yang terjadi, ketika sudah di luar dia kaget lantaran bagian belakang mobilnya ringsek.


"Astaga, kenapa bisa jadi kayak gini sih?" Gumam Dika. Lantas dia menoleh pada gadis yang sedang membenarkan motornya yang ambruk setelah menabrak mobil Dika.


"Kamu bisa bawa motor nggak sih? Lihat! Gara-gara kamu mobilku jadi ringsek."


"Maaf, Mas. Saya benar-benar nggak sengaja, soalnya lagi buru-buru."


"Saya nggak perduli apa alasan kamu, yang harus kamu tahu tanggung jawab dengan kerusakan mobil saya!" Tegas Dika.


"Tapi saya lagi nggak punya uang sekarang." Ucap Icha dengan memelas.


"Terserah, kamu bisa ganti rugi dengan cara lain." Ujar Dika dengan tatapan yang mengintimidasi, sontak hal itu membuat Icha menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Enak aja, biar saya orang biasa tapi saya masih punya harga diri. Anda pikir saya ini perempuan apaan?" Dika yang bingung dengan respon Icha langsung mengerutkan keningnya. "Kamu pikir saya mau memperk*sa kamu? Jangan berpikir yang terlalu jauh, saya juga nggak selera lihat body kamu." Ketus Dika.


"Saya tunggu kedatanganmu besok ke kantor saya. Kalau sampai kamu lari dari tanggung jawab, kamu akan tahu akibatnya!" Ujar Dika lalu memberikan kartu namanya pada Icha.


Setelah memberikan kartu namanya, Dika segera pergi dan langsung ke kantornya.


"Dasar gadis ceroboh, kenapa selalu aja apes kalau ketemu dia?" Gerutu Dika.


Drrttt drrrtttt


Saat tengah fokus mengemudi, ponsel Dika yang ada di dashboard bergetar karena ada panggilan masuk.

__ADS_1


"Halo, Ra. Ada apa?" Sapa Dika.


"Ok, besok siang aku ke kantor suami kamu." Dika pun menutup panggilan dari Tiara lalu fokus pada jalanan.


Tak terasa Dika sudah sampai kantornya, dia segera keluar dari mobil lalu masuk ke ruangannya.


Sebelum masuk ruangannya, Dika ke ruangan Andre dulu. "Dre, tolong kamu bawa mobil saya ke bengkel!" Pinta Dika saat sudah di dalam.


"Apa ada masalah, Tuan?"


"Iya, bagian belakang mobil ringsek gara-gara di tabrak orang."


"Kok bisa?"


"Kurang tahu, pas sampai lampu merah tiba-tiba udah kedengeran suara benturan keras. Pas saya cek mobil udah ringsek, dan yang bikin saya makin dongkol orang yang nabrak itu cewek yang pernah nabrak saya waktu di restoran. Sampai baju saya kotor karena tumpahan minuman yang dia bawa." Jelas Dika panjang lebar disertai ekspresi kesal.


"Hehehe, sepertinya Anda berjodoh dengan cewek itu." Goda Andre. "Enak aja kalau ngomong, siapa juga yang mau sama cewek ceroboh kayak dia?" Protes Dika.


"Sok tahu kamu. Kamu aja masih jomblo sampai sekarang sok-sokan ngomongin soal cinta." Ejek Dika. "Status kita sama, Tuan. Sama-sama jomblonya, jadi sesama jomblo dilarang mengejek." Imbuh Andre.


"Iya juga, ya." Dika dan Andre tertawa bersama bagi Dika, Andre bukan hanya sekedar asisten untuknya, tapi dia juga sebagai teman yang bisa diajak ngobrol ketika sedang penat.


"Oh ya, besok gadis itu aku suruh ke kantor. Nanti kamu langsung bawa ke ruangan kamu." Pesan Dika. "Gadisnya kayak gimana, Tuan?" Tanya Andre.


"Dia anaknya polos, maksud saya pakaiannya sederhana rambutnya diikat satu."


"Baik, Tuan."


Setelah berbicara dengan Andre, Dika kembali ke ruangannya sendiri untuk mengerjakan dokumen yang belum selesai.

__ADS_1


-


-


-


"Kakak Ipar!" Panggil Sintia. "Iya, ada apa?" Tanya Tiara.


"Kakak serius mau undang Kak Dika makan malam?" Jiwa kepo Sintia kembali muncul apalagi jika berhubungan dengan Dika, orang yang diam-diam dia sukai. "Seriuslah. Kenapa?" Sahut Tiara


"Hehe nggak apa-apa sih, cuma pengen mastiin aja." Jawab Sintia cengengesan. "Alah, bilang aja kalau pengen ketemu Dika lagi." Ejek Tiara. "Sstttt, jangan kenceng-kenceng nanti ada yang dengar." Ujar Sintia.


"Dengar apa?" Sahut Mama Mahesa. "Ini lo, anak gadis Mama lagi jatuh cinta." Ucap Tiara dan langsung mendapat cubitan di lengannya. Tiara langsung meringis menahan panas bekas cubitan adik iparnya.


"Jatuh cinta sama siapa, Sin?" Kini Mama Mahesa beralih bertanya pada Sintia. "Eh, nggak ada kok Mah. Enggak usah dengerin omongan Kakak Ipar, dia emang ngeselin kayak Kak Mahesa sekarang."


"Enak aja kalau ngomong, aku dan kakakmu itu bagai langit dan bumi jadi jangan disamain." Protes Tiara.


"Sintia lagi kesengsem sama Dika, Mah." Ucap Tiara, dan benar saja pipi Sintia langsung merah merona. Dia juga jadi salah tingkah. "Dan yang paling mengejutkan, ternyata Sintia udah pernah ketemu Dika sebelumnya." Imbuh Tiara.


"Bener, Sin?" Tanya Mama Mahesa memastikan. "Ketemunya nggak sengaja kok, Mah. Waktu itu aku lagi di restoran mau makan siang tapi nggak jadi karena aku baru inget ada janji sama temen. Nah karena lagi buru-buru kaki aku nyenggol kursi dan aku nabrak Kak Dika yang kebetulan lagi lewat depan aku." Jelas Sintia.


"Wah, sepertinya kalian berjodoh." Goda Mama Mahesa. "Aamiin." Ucap Tiara yang membuat Sintia semakin salah tingkah.


"Sepertinya kita lanjutkan saja rencana waktu itu, Ra." Usul Mama Mahesa. "Tiara pikir juga begitu, Mah. Nanti biar Tiara yang ngomong ke papinya Shaka." Ujar Tiara.


Sintia yang penasaran ingin tahu rencana apa yang sedang dibicarakan mama dan kakak iparnya.


"Rencana apa sih? Kok aku nggak tahu."

__ADS_1


"Rahasia." Sahut Mama Mahesa dan Tiara bersamaan, membuat Sintia langsung mengerucutkan bibirnya karena kesal.


Sore guys, hari ini aku up segini dulu ya. Nanti kalau memungkinkan bakal up lagi. Jangan lupa like dan komen 😘😘


__ADS_2