
"Pi, bangun udah pagi!" Tiara menggoyang tubuh suaminya yang masih bergelung di bawah selimut.
"Jam berapa sih, Mi? Aku masih ngantuk."
"Udah jam 7, yakin mau tidur lagi?"
"Hah?" Mahesa langsung terbangun dan melihat jam di dinding yang ternyata baru jam 6 pagi.
"Hahahahaha." Tiara tak kuasa menahan tawanya ketika melihat ekspresi terkejut suaminya.
"Kamu ngerjain aku ya, Mi." Mahesa menarik tangan istrinya lalu menggelitiki pinggangnya.
"Ampun, Pi. Udah-udah Mami nyerah." Ucap Tiara dengan napas terengah-engah.
Mahesa dan Tiara beradu pandang beberapa saat hingga sebuah benda kenyal mendarat di bibir Tiara. Keduanya saling memagut dan mel*mat lalu berakhir dengan adegan panas di pagi hari.
Di meja makan, Mama Mahesa menggerutu karena anak dan menantunya tak kunjung keluar kamar.
"Kebiasaan banget sih mereka. Udah jam segini masih aja di kamar kayak nggak ada waktu buat arisan."
Yang dibicarakan akhirnya, keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Dapet berapa banyak arisannya?" Sindir Mama Mahesa.
"Mama kayak nggak pernah muda aja." Jawab Mahesa tenang, sedangkan Tiara mukanya sudah berubah seperti kepiting rebus karena malu dengan mertuanya.
"Awas aja kalau sampai kebobolan!"
"Ya nggak apa-apa dong, Mah. Kan enak rumah jadi rame sama cucu-cucu Mama."
"Enak gundulmu. Sikapmu aja masih sering labil kayak anak kecil, sok-sokan mau bikinin Shaka adek. Yang ada kepala Mama yang pusing." Gerutu Mama Mahesa sambil menjewer telinga anak laki-lakinya itu.
"Aduh, ampun Mah. Tega amat sama anak sendiri." Ucap Mahesa sambil memegangi telinganya yang dijewer.
Tiara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat perdebatan anak dan ibu tersebut.
****
__ADS_1
"Mah, Tiara mau ke supermarket sebentar soalnya besok ada yang mau datang ke sini." Pamit Tiara pada mertuanya yang sedang membaca majalah.
"Sendirian?"
"Iya Mah, Shaka masih tidur jadi nggak mungkin Tiara ajak juga."
"Ya udah nggak apa-apa, Shaka biar sama Mama aja. Hati-hati di jalan!"
"Iya Mah."
Tiara lalu berangkat ke supermarket diantar sopir mertuanya. Dia ingin membeli bahan masakan untuk makan malam besok dengan Mama Dika dan keluarganya.
Sesampainya di supermarket Tiara mengambil troli belanjaan lalu mulai memilih bahan apa saja yang dia butuhkan.
"Apa kabar Nyonya Mahesa?" Tanya seseorang yang berdiri dibelakang Tiara.
"Kamu! Mau apa lagi, belum puas mengusik keluargaku?"
"Santai saja. Lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, bukan? Karena saat ini aku sedang mengandung anak Mahesa." Ucap Olivia sambil mengelus perut buncitnya.
"Sombong sekali, kamu pikir kamu bisa apa hah?" Ucap Olivia meremehkan.
"Kalau sampai kamu berani macam-macam, aku tak segan-segan menjebloskan kamu ke penjara dengan tuduhan pembunuhan berencana!" Ancam Tiara lalu pergi meninggalkan Olivia yang masih berdiri dengan tangan yang terkepal erat.
"Kurang ajar kamu, Tiara. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan untuk menyingkirkanmu." Gumam Olivia.
****
Hari ini Tiara sangat sibuk menyiapkan makanan untuk tamunya. Untung saja baby Shaka anteng di ruang tengah bersama omanya.
Tiara memasak udang + telur puyuh balado, gurame goreng serta sambal goreng kentang. Sangat sederhana sebab Tiara dan keluarganya begitu menyukai makanan lokal.
Selesai dengan hidangan yang di masak, Tiara segera memandikan Shaka sebelum dia mandi juga.
"Tumben Papi udah pulang?" Tanya Tiara ketika sedang bersiap di kamar.
"Sengaja pulang cepet kan mau ada tamu, masa nggak ikut nyambut."
__ADS_1
"Bilang aja karena Papi cemburu kalau sampai Dika juga ikut ke sini." Ucap Tiara menaik turunkan alisnya.
"Seneng banget kalau suaminya cemburu, hem." Mahesa mencubit hidung Tiara dan merangkulnya.
"Nggak seneng sih sebenarnya karena kamu kalau lagi mode cemburu nakutin banget udah kayak raja rimba." Ucap Tiara dan dibalas ciuman di bibir oleh suaminya.
"Itu hukuman biar nggak godain aku terus." Ucap Mahesa setelah melepas ciumannya.
"Dasar modus." Mahesa terkekeh melihat ekspresi kesal di wajah istrinya.
****
Pukul 7 malam Mama Dika beserta Dika dan papanya sudah tiba di kediaman Mahesa.
Ting tung
Tiara yang mendengar bunyi bel segera ke depan untuk membukakan pintu.
"Biar aku aja, Bik. Bibi lanjutin pekerjaan yang lain aja!" Ucap Tiara saat melihat Bi Asih akan ke depan.
"Baik, Non."
Tiara segera membuka pintu saat sudah tahu tamunya tiba di depan rumah.
"Selamat malam, Ra. Maaf Tante datangnya terlambat."
"Nggak apa-apa kok Tante."
"Oh ya kenalin ini suami Tante." Mama Dika memperkenalkan suaminya pada Tiara.
"Tiara?"
"Pak Bram?"
Ucap Tiara dan Papa Dika bersamaan saat mereka bersitatap.
Selamat sore dan selamat istirahat. Jangan lupa like dan komen ya 😍😍😘😘😘
__ADS_1