Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

"Gimana Ndre, masih berani buat kagum sama Tiara?"


"Saya nyerah Tuan, masih sayang nyawa saya." Jawab Andre sambil bergidik ngeri membayangkan kemurkaan Mahesa.


"Hehe, kalah sebelum berperang." Ejek Dika.


"Beda cerita Tuan, kalau ceweknya masih single alias belum nikah, saya berani aja kalau harus bersaing. Tapi kalau yang ini mending saya angkat tangan, daripada jadi ayam geprek."


"Enak tuh, tinggal nambah nasi anget sama es teh."


"Sungguh teganya dirimu, Tuan." Ucap Andre dengan wajah memelas.


Dika yang puas meledek Andre langsung tertawa. Mereka sama sekali tak seperti bos dan asisten melainkan seperti saudara yang saling menyayangi.


Tepat pukul 12 siang mereka sudah sampai tempat yang dituju, yakni di Kota B. Andre menepikan mobilnya di salah satu restoran untuk istirahat dan makan siang.


Andre memesan makanan untuknya dan Dika, sementara Dika pergi ke toilet. Sembari menunggu, Andre membuka ponselnya untuk melihat email masuk.


"Sudah pesen makan, Ndre?" Tanya Dika ketika baru selesai dari toilet.


"Sudah Tuan, sebentar lagi mungkin datang makanannya."


Benar saja, tak lama setelah Andre selesai bicara makanan mereka telah datang. Pelayan meletakkan makanan di meja dengan hati-hati.


"Selamat menikmati, Tuan."


"Iya, terima kasih."


Setelah pelayan pergi, Dika dan Andre langsung menyantap makanan masing-masing.


-

__ADS_1


-


-


-


Sementara itu di kantor Dika, Icha tengah kebingungan lantaran Dika dan Andre yang tak kunjung kembali.


"Udah jam segini kok belum pada balik, sih. Kalau aku pulang sekarang takutnya nanti mereka datang, kalau aku tunggu nanti bakalan telat berangkat ke restoran." Ucap Icha sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


30 menit sudah Icha menunggu, dia pun lantas memutuskan untuk pulang daripada nanti telat.


"Pulang ajalah, bodo amat kalau kena marah gara-gara nggak ada yang bikinin minum." Gumam Icha lalu mengambil tas dan berlalu keluar dari kantor.


Andre yang baru saja selesai makan, langsung teringat jika dia lupa memberitahu Icha kalau mereka ke luar kota.


"Astaga, kok bisa lupa sih." Ucap Andre menepuk keningnya lalu mengambil ponsel dan mengetik pesan untuk dikirim ke nomor Icha.


"Enggak Tuan. Cuma saya lupa tadi nggak bilang Icha kalau kita ke luar kota."


"Tumben banget sampai kelupaan, biasanya juga nggak pernah. Pasti karena sesuatu yang bikin kamu jadi pelupa." Ucap Dika dengan tatapan menyelidik.


"Eh, e-enggak ada Tuan. Tadi emang bener-bener lupa soalnya keburu Tuan ngajak berangkat tadi." Alibi Andre karena tak ingin kena marah Dika. Emang dasar si Andre, mau enaknya doang 😁😁.


"Ya udah kamu hubungi sana. Nanti dia nungguin kita, dikiranya kita langsung balik kantor."


"Sudah Tuan, tadi saya sudah kirim pesan."


"Lain kali jangan sampai lupa lagi, kasihan anak orang disuruh nungguin yang nggak pasti."


"Udah kayak orang jatuh cinta aja, nungguin yang nggak pasti." Tutur Andre.

__ADS_1


"Kita berangkat ke kantor Tuan Surya sekarang! Kamu bayar dulu makanannya! Saya tunggu di mobil." Titah Dika.


"Baik Tuan."


Dika pun keluar dari restoran lalu menuju mobilnya, setelah masuk mobil Dika mengirim pesan pada Sintia bahwa dia sudah sampai di Kota B.


Ting


Iya Kak, hati-hati! Semoga kerjasamanya berhasil, semangat 😍😍.


Begitulah balasan dari Sintia, yang mana membuat Dika tersenyum dengan hati yang bahagia.


"Hanya hal sederhana, tapi bisa membuat hati jadi senang." Gumam Dika lalu memasukkan ponselnya di saku jas.


Tak lama setelah itu, Andre sudah tiba di parkiran mobil. Dia langsung masuk mobil dan mengendarai mobilnya ke perusahaan milik Tuan Surya.


*****


"Tuh kan bener, coba kalau aku tadi masih nunggu yang ada cuma nungguin angin." Gerutu Icha setelah membaca pesan dari Andre.


"Kenapa Kak? Kok ngomel-ngomel sendiri." Tanya Vita saat menyiapkan bekal untuk Icha.


"Ini bos Kakak, ke luar kota nggak bilang-bilang. Kakak udah nungguin nanti kalau butuh apa-apa, eh ditunggu sampai siang kok nggak balik ke kantor." Jelas Icha.


"Emang Kakak nggak capek, ya? Harus kerja di dua tempat."


"Capek sih udah pasti, Vit. Tapi mau gimana lagi, kita juga butuh uang untuk hidup sehari-hari, apalagi kamu masih butuh biaya untuk sekolah."


"Maafin aku ya Kak. Udah bikin Kakak susah, harus banting tulang sendiri buat cari uang."


"Hei, kenapa harus minta maaf? Ini udah jadi tanggung jawab Kakak sebagai pengganti orang tua, kamu satu-satunya harta yang paling berharga dalam hidup Kakak." Ucap Icha lalu memeluk adiknya yang sudah berlinang air mata.

__ADS_1


Maaf baru bisa up, kemarin lagi sibuk soalnya suami lagi sakit 🙏🙏. Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😍😘


__ADS_2