Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 52. Lembaran Baru


__ADS_3

Mahesa dan Tiara memutuskan pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan baby Shaka.


"Mau langsung pulang atau mampir kemana dulu?" Tanya Mahesa ketika sudah berada di dalam mobil.


"Langsung pulang aja, Pi. Kasihan Shaka ditinggal kelamaan."


Mahesa segera melajukan kendaraannya menuju rumah, selama perjalanan tangannya tak lepas menggenggam tangan istrinya.


Setibanya di rumah Tiara langsung membersihkan diri kemudian pergi ke kamar Shaka.


"Maafin Mami ya kelamaan udah ninggalin kamu." Ucap Tiara lalu mencium pipi gembul putranya.


"Shaka udah tidur, Mi?" Tanya Mahesa saat sudah berada di samping istrinya.


"Udah, Pi. Kayaknya baru aja tidurnya soalnya pules banget."


"Mi."


"Iya, Pi. Ada apa?"


"Jangan marah lagi, ya! Papi janji ini terakhir kalinya Papi bikin salah sama Mami. Kita buka lembaran baru lagi, hidup bahagia dengan keluarga kecil kita."


"Mami juga minta maaf, Pi. Selama ini belum bisa jadi istri yang baik buat Papi. Maaf juga karena nggak percaya sama Papi.


Mami nggak butuh janji, yang Mami butuhkan bukti dari kata-kata Papi."


"Iya, Mi. Papi bakal buktikan ke Mami kalau Papi bener-bener serius dengan ucapan Papi."


Mahesa dan Tiara berpelukan meluapkan rasa cinta dan rindu di hati keduanya.


****


Malam ini Dika, mama dan papanya sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam bersama.

__ADS_1


"Dik, kapan ada waktu luang?" Tanya mamanya.


"Belum tahu, Mah."


"Emang Mama mau ngapain kok tumben nanyain waktu luang Dika?" Tanya Papa Dika.


"Mama mau ajak Dika ke rumah Tiara, Pah."


"Tiara?"


"Iya, Pah. Nanti kalau Papa ada waktu luang juga kita bisa sekalian ke sana, biar Papa kenal dengan Tiara."


"Akan Papa usahakan." Jawab Papa Dika sambil memikirkan sesuatu. Beliau merasa tak asing dengan nama tersebut.


"Pah, lagi mikirin apa?" Tanya Mama Dika.


"Enggak mikirin apa-apa, Mah. Cuma Papa kayak nggak asing dengan nama Tiara."


"Ya enggaklah, Mah. Cinta Papa tuh cuma buat Mama seorang." Ucap Papa Dika lalu memeluk tubuh istrinya yang cemberut dan melabuhkan ciuman di pipi.


"Hem, mulai deh. Jomblo mah bisa apa." Ucap Dika yang sejak tadi meperhatikan adegan romantis orang tuanya.


"Makanya buruan nikah biar bisa ngerasain enaknya punya pasangan." Seloroh Papa Dika.


"Pacar aja nggak punya. Ya kali mau nikah sama kambing."


"Kalau kamu mau ya silakan!"


"Hah?" Dika melebarkan matanya mendengar ucapan sang papa.


Mama dan Papa Dika tak kuasa menahan tawa melihat ekspresi anak sulungnya. Sungguh keluarga yang sangat harmonis.


"Udah ah. Dika mau tidur dulu, selamat malam Mah, Pah."

__ADS_1


"Malam Sayang." Jawab Mama Dika.


****


Pagi ini di kediaman Mahesa, Tiara di buat kewalahan karena suaminya yang kembali bersikap manja layaknya anak kecil.


"Please, nanti siang Mami ke kantor ya! Kangen pengen berduaan kalau di rumah pasti Mami sibuk sama Shaka." Rengek Mahesa.


"Kan malam juga berduaan, Pi. Kamu tuh udah kayak anak kecil tau nggak."


"Hufftt, ya udah kalau gitu." Mahesa berangkat ke kantor dengan wajah lesu karena permintaannya tak di turuti oleh sang istri.


Mama Mahesa yang melihat gelagat sang putra bergegas menghampiri Tiara.


"Mahesa kenapa, Ra? Tumben pagi-pagi mukanya lesu gitu."


"Itu Mah, Mas Mahesa minta aku buat ke kantor nanti siang padahal dia tau sendiri beberapa hari ini Shaka sering ditinggal."


"Kan kamu bisa ajak Shaka juga, kenapa mesti bingung?"


"Itu yang jadi masalah, Mah. Mas Mahesa maunya aku sendiri yang ke kantor katanya lagi pengen berduaan aja."


"Ya udah, nanti coba Mama bilang ke Mahesa buat atur waktu dulu biar kalian nggak ribet nantinya. Kasihan juga Shaka kalau sering di tinggal apalagi dia lagi aktif-aktifnya gerak."


"Iya, Mah. Makasih."


"Sama-sama, Ra. Jangan sungkan buat cerita ke Mama."


"Iya Mah."


Tiara segera bergegas menuju kamar Shaka setelah mertuanya pergi. Sudah waktunya untuk memandikan baby Shaka.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2