Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 47. Anggota Baru


__ADS_3

Tiara saat ini sudah di pindahkan ke ruang perawatan, sedangkan baby Shaka, dia masih di ruang khusus untuk bayi.


Ceklek


Pintu ruangan Tiara terbuka, dan masuklah suster yang menggendong bayi tampan dan lucu.


"Permisi Nyonya. Adek bayi waktunya di beri ASI." Ucap suster lalu menyerahkan Shaka pada Tiara.


"Baik Sus." Tiara sedikit bergeser agar anaknya bisa tidur di sampingnya.


"Untuk pertama mungkin sedikit sakit. Kalau ASInya belum lancar, bisa di bantu menstimulasi dengan cara memijat lembut pay*dara."


"Baik Suster, terima kasih sarannya."


"Sama-sama, Nyonya. Saya permisi dulu."


Suster yang mengantar bayi Tiara keluar dari ruangan Tiara, Mahesa yang baru saja dari kamar mandi langsung mendekati anak dan istrinya.


"Halo boy. Tampan banget sih anak Papi." Mahesa mengusap lembut pipi Shaka yang sedang menyusu pada Tiara.


"Kan aku cowok, Papi. Kalau cewek pasti cantik." Jawab Tiara dengan suara yang di buat mirip anak kecil.


Mahesa hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Mama kapan pulang, Mas?"


"Katanya besok udah pulang, mama bilang kalau Sintia bakal pulang juga."

__ADS_1


"Wah, Shaka banyak temen nanti di rumah. Ada onty sama oma."


Tiara berbicara pada bayinya yang sudah terlelap setelah menyusu. Dia menciumi pipi gembul sang bayi.


Tiara merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Memiliki keluarga baru yang menerima dia apa adanya, suami yang dulu benci sekarang begitu mencintainya dan kini dia di karuniai seorang putra yang sangat lucu juga tampan.


*****


Hari ini Tiara dan bayinya sudah di perbolehkan pulang, kali ini mertua Tiara datang ke rumah sakit untuk menjemput Tiara dan baby Shaka.


"Udah siap semuanya, Ra?" Tanya mertuanya lalu menghampiri Tiara yang sedang memangku Shaka.


"Udah Mah, tinggal nunggu papinya Shaka lagi mengurus administrasi."


Tiara dan Mahesa sepakat mengubah nama panggilan mereka, menjadi papi dan mami setelah kelahiran sang putra.


Tiara memberikan Shaka pada mertuanya. Kelahiran putranya benar-benar membuat seluruh keluarga Mahesa sangat bahagia.


Terutama Bu Sarah, yang sudah sejak lama menginginkan seorang cucu.


"Pah, sekarang kita sudah punya cucu yang lucu dan tampan, Sangat mirip dengan Mahesa sewaktu kecil." Gumam Mama Mahesa, beliau meneteskan air matanya ketika mengingat mendiang sang suami.


"Mama kenapa nangis?" Tanya Tiara yang tak sengaja melihat mertuanya menangis.


"Mama nggak apa-apa, Ra. Cuma teringat mendiang papanya Mahesa, seandainya masih hidup dia pasti sangat bahagia punya cucu yang lucu."


"Papa pasti bahagia di sana, Mah. Walaupun tidak bersama kita, tapi papa pasti selalu ada di hati kalian."

__ADS_1


Tiara memeluk tubuh mertuanya dari samping, dia sangat mengerti perasaan beliau. Tiara juga merindukan ayah dan ibunya."


"Ayah, ibu. Semoga kalian juga bahagia di sana, sekarang Tiara sudah punya keluarga baru yang mau menerima keadaan Tiara dengan lapang dada.


Dan kini, Tiara juga sudah menjadi ibu. Ayah dan ibu pasti juga senang memiliki cucu yang lucu dan tampan." Ucap Tiara dalam hati.


****


Di rumah suasana begitu gaduh, lantaran Sintia yang sedang sibuk membuat kejutan untuk keponakannya.


Dia berjalan ke sana ke mari memasang hiasan di ruang tamu. Bi Asih yang melihat anak majikannya begitu semangat menyiapkan kejutan, hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Sebab Sintia ingin menyiapkan kejutan sendiri, tanpa ada yang membantu. Dia memang sudah berkata pada Bi Asih, agar tidak perlu membantunya.


Akhirnya, yang di tunggu-tunggu sudah tiba, Mahesa turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Tiara. Dia membantu istrinya keluar dari mobil karena kondisi Tiara yang belum begitu pulih pasca melahirkan. Dan baby Shaka yang berada di gendongan omanya.


"Selamat datang baby Shaka." Ucap Sintia saat pintu sudah terbuka.


"Jadi cuma baby Shaka aja nih yang di sambut?" Tiara pura-pura merajuk pada adik iparnya.


"Hehe, selamat datang juga Kakak Ipar. Terima kasih sudah kasih aku keponakan yang tampan dan lucu." Sintia memeluk Tiara lalu mencium kedua pipinya.


"Sama-sama. Terima kasih juga untuk kejutannya."


Mereka pun berlalu ke ruang tengah, sedangkan baby Shaka sudah di letakkan di box bayi yang ada di kamar. Tiara kemudian ikut menyusul putranya karena dia juga perlu istirahat cukup untuk pemulihan.


Siang all, jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2