Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 65


__ADS_3

Setelah kepulangan Dika dan mamanya, dokter yang bertugas menangani Tiara datang untuk memeriksa keadaan Tiara lebih lanjut.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Kapan boleh pulang?"


"Keadaannya sudah membaik, mungkin besok sudah bisa pulang jika tidak ada keluhan."


"Baik, Dok."


"Kalau begitu saya permisi dulu."


Dokter pun meninggalkan ruangan Tiara. Mahesa menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya.


"Kayaknya besok aku nggak bisa nemenin kamu soalnya ada meeting penting yang nggak bisa diwakilkan." Ucap Mahesa sambil mengelus kepala istrinya.


"Nggak apa-apa, Mas. Kamu udah lama nggak ke kantor pasti banyak kerjaan yang harus kamu selesaikan."


"Besok biar dijemput Mama atau Sintia."


"Iya Mas."


"Sekarang kita tidur! Biar besok bisa cepet pulang." Ucap Mahesa lalu ikut berbaring di samping Tiara.


"Iya Mas."


Mereka pun tidur saling berpelukan di ranjang yang sama dengan Tiara.


Hari pun telah berganti, pagi ini Mahesa membereskan semua perlengkapan milik istrinya sebelum mamanya datang.


"Barang-barang kamu udah aku beresin di tas jadi, nanti tinggal bawa aja."


"Makasih Mas. Mas berangkat ke kantor aja nggak usah nungguin mama."


"Tapi kamu nanti gimana?"


"Aku nggak apa-apa kok. Daripada nanti Mas telat mending langsung berangkat aja."


"Ya udah kalau gitu, aku berangkat dulu." Pamit Mahesa lalu mencium kening Tiara.


"Hati-hati di jalan!"


"Iya Sayang, kabari aku kalau udah sampai rumah."


"Siap."


Mahesa keluar dari ruangan Tiara dan bergegas ke kantor untuk menyiapkan berkas yang diperlukan untuk meeting nanti.


Dibalik dinding yang tak jauh dari ruangan Tiara, Olivia sedang mengawasi keadaan sekitar setelah kepergian Mahesa. Setelah suasana sepi, dia langsung masuk ke ruangan Tiara.


Ceklek


Terdengar suara pintu yang dibuka, Tiara yang sedang merapikan barang bawaannya langsung bertanya tanpa melihat siapa yang datang.


"Ada apa lagi, Mas? Apa ada yang ketinggalan?" Tanya Tiara lalu membalikkan badan ke arah pintu. Betapa terkejutnya dia saat tahu bahwa yang datang bukanlah suaminya melainkan Olivia.


"Mau apa kamu?" Ketus Tiara.


"Mau mastiin aja keadaan kamu yang katanya lagi sekarat. Ternyata, udah baik-baik aja padahal aku sangat berharap kamu itu cepat mati."


"Biar aku lebih leluasa menguasai suami kamu itu." Sambung Olivia dengan senyum menyeringai.

__ADS_1


Tiara mengepalkan tangannya menahan amarah, dia benar-benar muak dengan wanita yang ada dihadapannya ini.


"Itu karena Tuhan lebih memihak padaku daripada manusia tak punya hati seperti kamu. Mau sebesar apapun usaha kamu untuk melenyapkanku, kamu tidak akan pernah bisa menang."


"Karena aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merusak rumah tanggaku. Camkan itu!" Pungkas Tiara.


"Berani kamu melawanku, kamu akan tanggung sendiri akibatnya!" Ancam Olivia lalu meninggalkan ruangan Tiara.


Tiara terduduk lemas setelah kepergian Olivia, dia memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit karena menahan emosi.


"Tiara, kamu kenapa?" Tanya Mama Mahesa yang baru tiba lalu menghampiri Tiara yang terlihat pucat.


"Kepala Tiara sakit, Mah." Rintih Tiara kemudian pingsan dalam dekapan mertuanya.


"Ya Allah, Tiara!"


Mama Mahesa segera menekan tombol darurat yang ada di ruangan itu. Lalu kembali menghampiri Tiara dan memangku kepalanya.


"Apa yang sudah terjadi, Ra?" Gumam Mama Mahesa.


Tak berselang lama, dokter dan suster memasuki ruangan Tiara lalu memindahkan Tiara ke brankar.


Dokter dengan teliti memeriksa keadaan Tiara. Setelah itu dokter menghampiri Mama Mahesa.


"Maaf, Bu. Apa sebelumnya ada hal yang membuat nona Tiara mengalami tekanan hingga mengakibatkan efek di kepalanya?" Tanya dokter.


"Saya kurang tahu, Dok. Sebab waktu saya datang Tiara sudah terlihat pucat dan memegangi kepalanya."


"Saya mohon dengan sangat untuk mengontrol emosinya, saya khawatir akan menimbulkan efek yang fatal karena luka di kepalanya!"


"Baik, Dok."


Dokter dan suster meninggalkan ruangan Tiara, Mama Mahesa menarik kursi yang ada di samping brankar dan duduk sambil mengelus kepala Tiara.


"Sebenarnya apa yang terjadi sebelum Mama ke sini, Ra?" Gumam Mama Mahesa.


****


Selesai meeting, kini Mahesa sedang di perjalanan menuju kantor milik Dika. Saat di perjalanan Mahesa mendapat telepon dari mamanya.


"Halo, Ma. Ada apa?"


"Kamu di mana?"


"Ini masih dijalan mau ketemu orang."


"Kalau bisa nanti pulang secepatnya! Ada yang mau Mama omongin."


"Iya, Mah."


Mahesa menutup panggilan lalu meletakkan ponselnya di saku jas.


Kini Mahesa sudah tiba di pelataran kantor milik Dika, dia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu dia langsung memasuki kantor dan menemui resepsionis untuk menanyakan letak ruangan Dika.


"Permisi, ruangan tuan Andika di mana ya?"


"Apa Tuan sudah membuat janji sebelumnya?" Jawab resepsionis dengan ramah.


"Sudah kemarin dan saya diminta untuk datang ke sini."

__ADS_1


"Baiklah, ruangan beliau ada di lantai 15."


"Terima kasih."


Mahesa berlalu dari hadapan resepsionis kemudian dia masuk lift dan memencet angka 15 menuju ruangan Dika.


Sesampainya di lantai 15, Mahesa langsung menuju ruangan Dika.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya sekretaris Dika.


"Iya, saya sudah membuat janji dengan tuan Andika untuk bertemu. Apa tuan Andika ada?"


"Ada Tuan, silakan masuk!"


"Terima kasih."


Ceklek


Dika yang mendengar pintu terbuka langsung mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas.


"Mahesa, silakan duduk!"


"Terima kasih." Mahesa kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Kita tunggu papaku sebentar, beliau sedang di perjalanan."


Mereka pun berbincang masalah pekerjaan masing-masing, tak lama setelah itu Papa Dika sampai di ruangan Dika.


"Nak Mahesa sudah di sini?" Tanya Papa Dika lalu ikut bergabung keduanya.


"Iya, Om. Maaf kalau merepotkan Om dan Dika."


"Tidak apa-apa. Om sudah anggap kamu dan Tiara seperti keluarga sendiri jadi, jangan sungkan jika perlu bantuan."


"Terima kasih, Om."


Akhirnya, Mahesa, Dika dan papanya mulai membahas rencana untuk menjebak Olivia agar bisa mendapatkan bukti kuat tentang kecelakaan yang menimpa Tiara.


*****


Pukul 5 sore Mahesa baru tiba di rumah, ketika masuk rumah dia di panggil mamanya agar menemui mamanya di kamar setelah makan malam.


"Mahesa!"


"Iya Mah. Kenapa?"


"Nanti kamu ke kamar Mama setelah makan malam!" Ucap Mama Mahesa dan diangguki kepala oleh Mahesa.


Mahesa memasuki kamarnya untuk membersihkan diri sebelum menemui istri dan anaknya.


"Tadi sampai rumah jam berapa, Sayang?" Tanya Mahesa yang sudah menyusul istrinya.


"Jam 10 Mas, soalnya tadi aku istirahat sebentar karena tiba-tiba kepalaku pusing."


"Kok bisa? Tapi sekarang udah nggak apa-apa kan?" Tanya Mahesa khawatir.


"Udah enggak, Mas. Kamu tenang aja, aku udah baikan kok." Jawab Tiara sambil tersenyum.


Dia tidak menceritakan tentang kedatangan Olivia tadi pagi. Karena dia takut suaminya tak bisa mengontrol amarah ketika bersinggungan dengan wanita itu.

__ADS_1


Sore gaess, jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘


__ADS_2