
Seperti ucapan Icha semalam, kini dia bergegas ke restoran yang dimaksud Tiara.
Sesampainya di restoran dia mencari keberadaan Tiara yang kebetulan sedang melambaikan tangan padanya.
"Maaf ya Mbak, jadi nunggu lama." Ucap Icha ketika sudah duduk di hadapan Tiara.
"Enggak kok, aku juga baru datang. Kamu mau pesen apa?"
"Saya minum aja Mbak, soalnya tadi udah makan."
"Iya."
Tiara lantas memanggil pelayan dan memesan 2 gelas jus jeruk. Setelah memesan minum Tiara langsung memulai pembicaraan.
"Aku langsung ke intinya aja ya, Cha. Aku mau nawarin kamu kerja kira-kira mau nggak?"
"Kerja apa ya Mbak? Yang penting sesuai dengan pendidikan terakhir saya."
"Kamu mau nggak jadi pengasuh anak-anakku? Ya, walaupun bukan sekarang tapi setidaknya kamu belajar pendekatan dulu dengan anak pertamaku."
"Mau Mbak, aku malah seneng banget dikasih kerjaan." Jawab Icha dengan antusias.
"Alhamdulillah kalau kamu mau, besok kita training dulu ya."
"Iya Mbak, enggak apa-apa."
"Besok kamu ke taman ya, biar nanti aku ajak anakku juga ke sana."
"Iya Mbak."
Tak lama setelah obrolan tadi, minuman yang dipesan pun sudah datang. Icha dan Tiara langsung meminum minumannya.
"Kak Tiara." Panggil Sintia yang baru datang dengan Dika.
"Lho, kalian di sini juga. Tahu gitu tadi bareng aja." Ucap Tiara.
"Mendadak Kak, Kak Dika baru tadi telepon kalau ngajak makan siang." Jelas Sintia lalu duduk bergabung di meja Tiara.
Sementara Icha hanya bisa menundukkan kepalanya kala melihat Sintia yang merangkul lengan Dika.
"Kenapa rasanya sesakit ini? Come on, Icha! Kamu nggak boleh memiliki perasaan lebih pada Tuan Dika." Batin Icha.
"Kakak udah pesen makan?"
"Enggak, cuma minum aja. Masih kenyang."
Lalu pandangan Sintia beralih pada Icha, "Kamu yang kerja di kantor Kak Dika, kan? Kok bisa kenal Kak Tiara juga?" Tanya Sintia penasaran.
"Iya, Mbak. Kemarin nggak sengaja ketemu waktu di taman, dan di situlah kita kenalan." Jelas Icha.
"Oh gitu, kenalin aku Sintia adik iparnya Kak Tiara." Ucap Sintia mengulurkan tangannya.
"Saya Icha, Mbak." Jawab Icha sambil membalas uluran tangan Sintia.
"Kakak sengaja ajak dia ketemu soalnya mau nawarin dia kerjaan."
"Bukannya udah kerja di kantor Kak Dika?"
"Iya, tapi cuma sementara, sedangkan pekerjaan tetapnya sebagai pelayan di restoran. Dan kemarin dia dipecat gara-gara difitnah teman kerjanya."
__ADS_1
"Tega banget sih, cepat atau lambat dia pasti kena karmanya." Geram Sintia.
"Terus Kakak mau kasih kerjaan apa?"
"Jadi pengasuhnya Shaka, kan sebentar lagi bakal nambah lagi anggotanya. Dan Kakak nggak mau ngerepotin mama terus karena ikut ngurus anak-anak. Makanya Kakak minta Icha buat jadi pengasuh biar bisa bantuin."
"Terus Kak Mahesa gimana? Setuju apa enggak?"
"Dia sih setuju aja, yang penting pekerjaannya beres dan sesuai yang kita harapkan."
"Aku setuju, terus kapan mulai kerja?"
"Sementara training dulu, biar dia pendekatan dengan Shaka. Kamu tahu sendiri kan kalau Shaka susah banget dekat dengan orang yang baru dia kenal."
"Iya juga."
"Kamu tinggal sama siapa di sini?" Tanya Sintia pada Icha.
"Aku cuma berdua dengan adikku, Mbak."
"Orang tua kamu?"
"Orang tuaku sudah meninggal satu tahun yang lalu."
"Oh, maaf ya." Ucap Sintia sungkan.
"Enggak apa-apa, Mbak."
"Adik kamu masih sekolah apa udah kerja?"
"Dia masih SMA tapi udah mau ujian kelulusan."
"Mau kok, Mbak. Saya malah senang karena masih ada orang baik yang mau bantu saya."
"Kamu jangan sungkan, Cha. Kalau kamu butuh bantuan ngomong aja, selagi bisa pasti kita bantu." Ucap Tiara sambil menggenggam tangan Icha.
"Iya Mbak makasih banyak." Balas Icha.
Sementara Dika, dia hanya diam saja sejak tadi menyimak obrolan ketiganya. Mendengar penuturan Icha tadi membuat sudut hatinya tersentil.
Akhirnya, mereka pun makan bersama karena Sintia sudah memesan banyak makanan.
Selesai makan Icha pamit lebih dulu, sedangkan Tiara masih di sana karena Sintia mengajaknya untuk pulang bersama.
"Mampir kantor dulu mau kan?" Tanya Dika.
"Mau ngapain lagi, Dik?"
"Titip mainan buat Shaka, kemarin aku mau kasih pas acara kita, tapi lupa karena ketinggalan di kantor.
"Kamu tuh kebiasaan banget beliin mainan. Nanti dia makin sering ngerepotin kamu terus."
"Santai aja, Ra. Aku beliinnya nggak setiap hari kok."
"Tau ah, kamu susah banget dibilangin."
"Biarin aja kali Kak. Itu tandanya banyak yang sayang ke Shaka." Sahut Sintia.
"Kalian tuh sama aja."
__ADS_1
Dika dan Sintia tertawa melihat ekspresi kesal Tiara. Mereka pun berangkat ke kantor Dika bersama.
-
-
-
-
Sesampainya di kantor, Tiara disapa dengan ramah oleh Andre membuat Sintia merasa heran karena tidak seperti saat menyapanya.
"Mas Andre." Panggil Sintia saat Dika dan Tiara berjalan lebih dulu.
"Iya Nona."
"Kamu naksir Kak Tiara, ya?"
"Eh, e-enggak kok. Cuma perasaan Anda saja."
"Aku tuh bisa lihat lho, saat mata Mas Andre menatap Kak Tiara itu berbeda saat menatap yang lain."
"Mati aku, kenapa jadi gini sih?" Batin Andre sambil menggaruk kepalanya.
"Jujur aja deh, daripada nanti yang tahu Kak Mahesa bisa-bisa Mas Andre kena hantam."
Glek
Andre menelan ludahnya kasar, dia bisa membayangkan gimana nasibnya jika tangan Mahesa melayang di wajahnya.
"Kalian ngapain di situ berduaan?" Tegur Dika dengan tatapan tajam.
"Eh, enggak kok Kak. Tadi cuma mau minta tolong aja sama Mas Andre." Jawab Sintia lalu menghampiri Dika.
"Huh selamat." Gumam Andre sambil mengelus dadanya.
Kini Dika, Tiara serta Sintia sudah berada di dalam ruangan Dika. Tiara merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di sana.
"Kenapa Kak? Ada yang sakit ya?" Tanya Sintia khawatir.
"Enggak, cuma agak pegel aja pinggangnya."
"Mau aku pijitin?" Tawar Sintia.
"Enggak usah, nanti aja dikompres air hangat di rumah."
"Aku anterin pulang sekarang aja ya! Takutnya nanti makin sakit pinggang kamu." Ucap Dika.
"Iya Kak, kita pulang aja. Biar Kak Tiara bisa langsung istirahat."
Tiara pun menurut, dia bangun dari rebahannya lalu berdiri dibantu Sintia.
"Udah, aku jalan sendiri aja nggak apa-apa."
"Kalau nggak kuat Kakak ngomong ya, jangan ditahan!"
"Iya."
Mereka melangkah keluar ruangan, sementara Dika dia turun lebih dulu untuk mengeluarkan mobilnya di parkiran.
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘😘