Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 16. Menemui Tiara


__ADS_3

Keesokan harinya, Dika sudah bersiap ingin menemui Tiara ditempat kerjanya. Siang ini, dia akan mengajak Tiara makan siang bersama sembari mengobrol. Dika mengambil ponselnya ingin menghubungi Tiara, tapi dia baru ingat bahwa lupa meminta nomor ponselnya Tiara.


Akhirnya, tanpa menghubungi Tiara terlebih dulu Dika langsung saja menuju toko bunga. Sebelum itu dia mampir di sebuah restoran untuk memesan makanan yang akan diberikan untuk Tiara.


Sesampainya di toko, Dika masuk dan bertanya pada salah satu karyawan yang ada di sana.


"Permisi, Mas. Saya mau cari Tiara ada?"


"Ada, sebentar saya panggilkan." Jawab Angga, salah satu karyawan yang bertugas mengirim bunga. Lalu masuk memanggil Tiara yang di ruangannya.


Setelah menunggu 10 menit, Tiara menghampiri Dika yang duduk di kursi tunggu.


"Hai, maaf nunggu lama. Soalnya lagi beresin nota pengiriman."


"Nggak apa-apa, santai aja. Oh ya, ini aku bawakan makan siang buat kamu. Semoga kamu suka." Menyodorkan paper yang berisi makanan yang dibelinya tadi dan langsung diterima oleh Tiara.


"Makasih, kamu nggak perlu repot-repot bawa makanan. Aku jadi nggak enak sama kamu."

__ADS_1


"Nggak repot kok, Ra. Anggap aja sebagai bentuk pertemanan kita."


"Ngomong-ngomong kamu masih single atau udah nikah? Maaf kalau pertanyaanku menyinggung, soalnya aku nggak enak kalau ternyata kamu udah nikah." Sambung Dika.


"Aku baru menikah kurang lebih 2 minggu yang lalu." Jelas Tiara.


"Maaf ya, Ra. Harusnya aku nggak lancang buat ketemu kamu, apalagi kamu udah nikah. Jujur saja Ra, aku seperti menemukan sosok adikku saat pertama kali ketemu kamu."


"Untuk kali ini nggak masalah, tapi lain kali kabari dulu kalau mau ketemu. Nanti aku kasih nomor ponselku." Dia tahu bagaimana perasaan Dika, kehilangan seseorang yang paling disayangi adalah suatu kesedihan yang mendalam.


"Iya, Ra. Kalau gitu aku langsung pulang aja. Nggak enak juga sama suami kamu, kalau sampai tahu aku nyamperin kamu." Pamit Dika


"Makasih, sampai ketemu lagi."


****


Di kantor, Mahesa tampak tidak bersemangat. Dia khawatir Tiara mempunyai hubungan khusus dengan pria itu. Secara hubungannya dengan Tiara tudak seperti kebanyakan pasangan pada umumnya.

__ADS_1


Dia bahkan menanti kabar dari Tiara, berharap Tiara akan menghubunginya dan menanyakan sudah makan atau belum.


Sangat lucu bukan, Mahesa seperti menjilat ludahnya sendiri. Dia yang tak ingin mengakui pernikahannya dengan Tiara justru tidak rela jika Tiara dimiliki orang lain.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Tiara yang sudah tiba di rumah lebih dulu segera menjalankan rutinitas seperti biasa. Tak berselang lama, terdengar deru mobil memasuki halaman rumah. Siapa lagi kalau bukan Mahesa, saat memasuki rumah dia segera menuju kamarnya berharap disambut oleh sang istri.


Namun, harapan hanyalah harapan tidak ada sambutan maupun pelukan hangat untuknya. Dengan langkah gontai dia membersihkan diri dan segera menyusul Tiara.


"Masak apa Sayang?" Mahesa yang sudah selesai dengan ritualnya, menghampiri Tiara yang sedang masak.


Memeluk tubuh Tiara dari belakang dan dagu yang menempel di ceruk leher. Sontak perbuatan Mahesa membuat Tiara menahan napas selama beberapa menit, lantaran terkejut dengan tingkah Mahesa.


"Mas, mending kamu duduk dulu deh. Malu tahu dilihat Bi Asih, nanti kalau udah selesai aku bakal nyusul."


"Baiklah, jangan lupa nyusul ke kamar kalau udah selesai." Pungkas Mahesa dan mengecup pipi Tiara. Membuat pipi Tiara merah merona karena malu juga kesal karena tindakan Mahesa.


Kira-kira mereka mau ngapain, ya? kok Tiara disuruh nyusul 😁😀😁

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘


__ADS_2