Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Promo Novel Baru


__ADS_3

Hai, apa kabar kalian semua? Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin 🙏🙏


Kali ini aku mau memberitahu karya terbaruku, semoga kalian berkenan untuk mampir dan membaca ceritanya.



jangan lupa tinggalkan jejak kalian, ya! aku tunggu kehadiran kalian 😊😊


****


#cuplikan bab


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, baik Nazwa dan Rasya saling diam di dalam kamar. Rasya yang sibuk dengan laptop yang dipangkunya, serta Nazwa yang sibuk berkelana dengan pikirannya.


Setelah beberapa saat diam, Nazwa memberanikan diri untuk membuka suara. Dia ingin menanyakan tentang hubungan pernikahan mereka, pernikahan yang sudah berjalan selama 2 tahun, tapi sikap Rasya tak kunjung ada perubahan.


"Mas!" Panggil Nazwa.


"Hemm."


"A-aku mau ngomong sesuatu."


"Apa?"


"Sebenarnya hubungan kita ini akan seperti apa nantinya?" Tanya Nazwa


"Jalani saja seperti air mengalir."

__ADS_1


"Tapi aku juga butuh kepastian, Mas. Selama dua tahun menikah aku cuma jadi istri status kamu, yang nggak berhak menuntut apapun dari kamu.


Kalau hubungan kita hanya seperti ini, lebih baik kita akhiri saja!"


"Maksud kamu apa, Nazwa? Kamu mau mengingkari janji kamu pada mendiang Maura? Iya?" Sentak Rasya.


"Aku nggak ingkar janji, Mas. Aku tetap akan menyayangi Nesha meskipun harus berpisah nantinya.


Aku juga berhak bahagia, Mas. Aku juga ingin merasakan hidup bahagia dalam membina rumah tangga dengan orang yang mencintaiku dan menerimaku apa adanya.


Sementara aku nggak mendapatkan semua itu dari kamu."


"Dengar, Nazwa! Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Maura dalam hidupku."


"Kalau begitu biarkan aku pergi, Mas! Percuma juga aku bertahan kalau kamu masih hidup dalam bayang-bayang Mbak Maura.


Tanpa keduanya sadari, ada seseorang yang mendengar percakapan itu. Dengan berderai air mata, Nesha berlalu dari depan pintu kamar Rasya.


Dia menuju kamarnya dan menangis, lalu mengambil ponselnya yang ada di laci. Dia menelepon omanya untuk mengatakan apa yang didengarnya tadi.


"Halo, Sha! Ada apa?"


"O-oma!" Lirih Nesha dengan sesegukan.


"Ada apa, Sha? Apa terjadi sesuatu?" Tanya omanya dengan khawatir.


"Bu-bunda mau pergi. Aku nggak mau bunda pergi, Oma!"

__ADS_1


"Maksud kamu apa? Kamu tenang dulu, ya! Terus cerita ke Oma yang sebenarnya."


Akhirnya, Nesha menceritakan apa yabg didengarnya tadi.


"Sudah, kamu tenang, ya! Besok pagi Oma ke sana, Oma jamin bunda nggak akan ninggalin kamu. Sekarang kamu tidur, ya!"


"Iya, Oma."


***


Sementara di kamar Rasya, keduanya masih dengan egonya masing-masing.


"Dari awal aku sudah bilang, kan. Kalau aku nggak akan pernah bisa membagi cinta untuk wanita lain, termasuk kamu. Jadi, jangan pernah kamu mengharap lebih dari aku!" Tukas Rasya.


"Baiklah, kalau begitu kita bercerai saja dan aku akan menjadi pengasuh Nesha seperti dulu tanpa harus terikat hubungan seperti ini.


Dengan begitu, aku bisa menentukan jalan hidupku sendiri kedepannya."


Rasya mengepalkan kedua tangannya menahan amarah, tanpa menjawab ucapan Nazwa, dia keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras.


Setelah Rasya pergi, Nazwa menangis meratapi hidupnya saat ini. Dia meluapkan segala sesak di dadanya, menjadi wanita lemah bukanlah keinginannya.


Di ruang kerjanya, Rasya mengacak rambutnya dengan kasar. Dia memang tak mencintai Nazwa, tapi saat mendengar kata cerai dari mulut Nazwa membuat dadanya terasa sesak.


Dia seakan tak rela melepas Nazwa dan melihat Nazwa hidup bahagia dengan pria lain.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, Nazwa! Selamanya kamu akan tetap terikat dengan hubungan ini!" Gumam Rasya.

__ADS_1


__ADS_2