
Di tengah suasana haru itu, Tiara dikejutkan dengan teriakan Sintia.
"Kakak Ipar!" Sintia langsung berhambur memeluk Tiara dengan erat.
"Kebiasaan banget sih teriak-teriak kayak di hutan." Gerutu Mama Mahesa dan Sintia hanya cengengesan.
"Aku kangen banget sama Kakak Ipar."
"Kakak juga kangen banget sama kamu."
"Aku seneng Kakak pulang, soalnya mama selalu nanyain kapan Kakak pulang sampai drop kayak gini." Ucap Sintia langsung mendapat pelototan dari mamanya.
Tiara semakin merasa bersalah pada mertuanya karena pergi tanpa pamit.
"Maafin Tiara udah bikin Mama kayak gini."
"Enggak, Nak. Jangan dengerin adik kamu, Mama sakit karena memang faktor umur."
"Aku cuma bercanda kok, Kak. Mama sakit bukan karena Kakak, maaf udah bikin Kakak sedih."
"Kamu tadi udah makan siang belum?" Tanya Mama Mahesa untuk mengalihkan pembicaraan.
"Belum, Mah. Soalnya aku pengen cepet lihat keadaan Mama."
"Sekarang kita makan siang dulu, nanti dilanjut lagi ngobrolnya! Tuh Shaka udah bobok nyenyak dipangkuan Mama." Ajak Sintia.
"Kita makan dulu ya Mah. Titip Shaka dulu."
__ADS_1
"Iya, Nak."
Tiara dan Sintia keluar dari kamar mamanya. Mereka berjalan menuju ruang makan, sebelum itu Tiara akan memanggil suaminya untuk makan siang bersama.
-
-
-
Malam harinya setelah Tiara menidurkan Shaka, dia kembali ke kamar lalu segera mencuci muka dan menggosok gigi. Dia mulai berganti pakaian dan memakai piyama.
Ketika keluar dari kamar mandi, dia berdiri di ambang pintu karena melihat Mahesa yang sudah berbaring di ranjang.
"Kamu ngapain di sini, Mas?"
"Ya tidurlah, masa mau masak." Jawab Mahesa dengan santainya.
"Kan ini kamar kita, Yang. Kalau nggak tidur di sini mau tidur di mana lagi?"
"Kamu tidur di kamar tamu! Kemarin aku udah bilang kan, kalau kamu harus tidur di kamar lain. Hem?" Jelas Tiara dengan bersedekap.
"Astaga, Yang. Tega banget sih sama suami, masa suruh tidur di kamar lain. Aku maunya tidur di sini deket kamu." Pinta Mahesa dengan wajah memelas.
"Nggak ada penawaran, Mas tidur di kamar lain. Titik."
"Please, Yang! Aku nggak mau tidur di kamar lain, udah terlanjur nyaman di sini." Mohon Mahesa.
__ADS_1
"Ya udah kalau nggak mau ke kamar lain, tapi sebagai gantinya Mas tidur di sofa. Gimana?"
"Ya udahlah daripada harus di kamar lain." Ucap Mahesa dengan lesu lalu beranjak menuju sofa.
Saat berjalan menuju sofa, Mahesa menyanyikan sepenggal lirik lagu yang membuat Tiara langsung menyahut dengan tatapan tajam.
"Apa salah dan dosaku, Sayang?"
"Salah kamu karena mau aja dicium dan di peluk cewek lain." Sahut Tiara dengan sorot mata tajam.
"Kan aku udah minta maaf, Yang. Katanya udah dimaafin."
"Iya aku udah maafin, tapi untuk yang satu itu aku belum bisa maafin." Pungkas Tiara lalu berbaring dan menarik selimut.
"Yang!"
"Sayang!" Ulang Mahesa.
"Ya ampun nasib banget sih, udah nggak dapat jatah malah di suruh tidur di sofa pula."
"Nikmatin aja! Udah jangan berisik aku mau tidur." Sahut Tiara.
Ketika tengah malam, Mahesa belum juga bisa tidur. Dia mengendap-endap ke arah istrinya, setelah memastikan tidurnya nyenyak dia langsung ikut berbaring di sebelahnya.
"Aman, tidur yang nyenyak Sayang." Lirih Mahesa lalu meninggalkan kecupan di kening Tiara. Dia ikut masuk selimut lalu memeluk tubuh Tiara sampai akhirnya dia tertidur pulas.
Pagi semuanya, sebelumnya aku mau ucapin terima kasih untuk kalian semua yang masih setia menanti kelanjutan cerita ini 🙏🙏🙏.
__ADS_1
Oh ya, aku mau minta saran nih ke kalian. Kira-kira cerita ini dilanjut sampai kisahnya Dika atau end sampai disini aja. Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya 🙏🙏.
Happy weekend 😍😘😘😘