Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Saat sedang makan malam, Dika memberitahu mamanya perihal undangan dari Tiara.


"Mah, tadi Tiara undang kita buat makan malam besok." Ucap Dika. "Kok nggak ngabarin Mama langsung?" Tanya Mama Dika.


"Mungkin sibuk, soalnya acaranya mendadak." Ujar Dika. "Oh gitu." Sahut Mama Dika.


"Mama berangkat sendiri atau ningguin aku pulang dari kantor?"


"Mama nunggu kamu aja biar sekalian berangkat bareng."


"Ok."


***


"Kakak kenapa? Dari kemarin kok sering ngelamun terus." Tanya Vita, adik dari Icha. "Kakak nggak apa-apa kok, cuma kangen bapak dan ibu." Ucap Icha.


"Bapak dan ibu pasti udah bahagia di sana Kak. Kita do'akan saja semoga Allah memberikan tempat yang layak untuk mereka dan diampuni segala dosanya." Ujar Vita. "Aamiin, Adik Kakak udah besar ternyata." Ucap Icha sambil mencubit hidung Vita.


"Aku udah 15 tahun Kak, bukan anak kecil lagi." Protes Vita dengan mengerucutkan bibirnya.


"Hahaha, iya-iya sekarang udah besar." Ucap Icha sambil mengacak rambut Vita.


"Oh ya kapan kamu ujian kelulusan?"


"Kalau nggak salah sih 2 minggu lagi."


"Belajar yang rajin, biar bisa lulus dengan nilai baik!"


"Iya Kak."

__ADS_1


"Udah malem nih, tidur yuk! Biar besok nggak bangun kesiangan." Ajak Icha beranjak dari duduknya. "Iya Kak." Jawab Vita lalu mengikuti Icha masuk rumah.


-


-


-


Pagi hari di kediaman Mahesa suasana tampak riuh karena kegaduhan antara Shaka dan papinya.


"Pi, dangan peyuk mami atu!" Rengek Shaka. "Biarin, kan mami punya Papi duluan." Ejek Mahesa sambil memeluk Tiara yang mulai jengah dengan anak dan suaminya yang super posesif.


"Dak boyeh, ini mami atu. Papi peyuk oma cana!" Protes Shaka lalu mencoba membuka lilitan tangan Mahesa yang melingkar diperut Tiara.


"Shaka, ada Om Dika nih!" Teriak Mama Mahesa. Shaka yang mendengar teriakan omanya sontak langsung berlari kecil untuk bertemu dengan om kesayangannya.


"Hole, ada Om Dika. Papi deyek (jelek), atu itut Om Dika aja!" Ucap Shaka lalu pergi menemui omnya yang sedang di ruang tamu.


"Om!" Teriak Shaka. "Halo boy!" Sapa Dika sambil meraup tubuh Shaka dalam gendongannya.


"Manja banget sih kalau udah ketemu Om Dika." Goda omanya. "Papi deyek, peyuk-peyuk mami atu." Adu Shaka pada om dan omanya.


"Ya udah Shaka ikut Om Dika aja! Mau ikut ke kantor Om nggak? Nanti pulangnya kita beli ayam krispi kesukaan Shaka." Tawar Dika. Shaka menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Jangan, Dik! Nanti malah ngerepotin kamu." Sahut Tiara yang baru datang lalu meletakkan minuman untuk Dika.


"Enggak repot kok, Ra. Mumpung nggak ada meeting dan pertemuan penting." Ucap Dika. "Boyeh ya Mi!" Ijin Shaka dengan ekspresi menggemaskan. "Nggak boleh!" Sahut Mahesa yang ikut bergabung dengan mereka.


"Mami!" Panggil Shaka dengan wajah memelas. "Iya, boleh. Tapi jangan nakal di sana, nggak boleh ganggu Om Dika kerja." Ujar Tiara. "Ciyap Mami. Muachh." Jawab Shaka lalu turun dari pangkuan Dika dan mencium maminya.

__ADS_1


"Papi nggak dicium juga?"


"Dak mau." Sahut Shaka berlari ke arah Dika dan bersembunyi di dada bidangnya.


"Hahahaha." Dika, Tiara dan mamanya tertawa melihat tingkah Shaka yang sekarang jadi menggemaskan.


Setibanya di kantor, banyak karyawan yang gemas melihat Shaka yang berada dalam gendongan Dika.


"Pak Bos ternyata pintar juga ngurus anak kecil, dibalik sikapnya yang dingin rupanya beliau orang yang hangat." Ucap salah satu karyawan Dika.


Setelah sampai di ruangan Dika, Shaka duduk di karpet bulu yang sudah disiapkan Dika sebelumnya.


"Pagi Tuan." Sapa Andre saat Dika sudah tiba di ruangannya. "Pagi juga, Ndre."


"Pagi Tuan kecil!" Sapa Andre pada Shaka yang sedang duduk dengan mainan di hadapannya.


"Bagaimana kemarin?" Tanya Dika. "Gadis itu datang ke sini seperti yang Tuan katakan." Jawab Andre sambil menarik kursi dihadapan Dika untuk duduk.


"Lalu?" Lanjut Dika. "Saya bilang jika ganti ruginya menunggu mobil selesai diperbaiki. Dia juga meminta nomor telepon saya jika sewaktu-waktu ingin tahu kapan mobilnya jadi." Terang Andre.


"Baiklah, kamu urus saja semuanya. Oh ya, kamu cari tahu tentang asal usulnya untuk memastikan jika memang dia benar-benar akan tanggung jawab!" Perintah Dika.


"Baik Tuan. Saya permisi dulu."


"Iya, silakan!"


"Boy, diam di situ ya! Om kerja dulu, nanti kalau udah selesai kita langsung pulang." Ucap Dika pada Shaka.


"Beyi ayam ispi Om, dangan puyang duyu." Sahut Shaka dengan suara yang menggemaskan membuat Dika terkekeh dengan balita gembul itu.

__ADS_1


"Siap bosku." Ucap Dika dengan tangan hormat.


Malam guys, jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘


__ADS_2