Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 18. Perlahan Berubah


__ADS_3

6 bulan kemudian


Tak terasa pernikahan Mahesa dengan Tiara sudah berjalan 6 bulan, selama itu terlihat ada beberapa perubahan pada diri Mahesa. Dulunya bersikap dingin dan ketus, perlahan berubah menjadi sosok yang lebih banyak bicara dan manja. Tentu saja sikapnya itu ketika sedang bersama Tiara, saat bersama orang lain dia akan kembali ke sifat sebelumnya.


Tiara pun saat ini sudah memutuskan resign dari tempat kerjanya. Karena sang mertua yang ini banyak menghabiskan waktu bersama Tiara, tentu saja Tiara tak kuasa menolak permintaan beliau karena Tiara merasa berhutang budi atas kebaikan mertuanya. Dan hal tersebut membuat Mahesa semakin senang dan tersenyum licik, entah apa yang sedang dipikirkannya. Hanya Mahesa yang tahu, hehehe.


"Sayang, nanti siang datang ke kantor ya! Aku pengen makan siang bareng tapi kamu harus bawa makanan buatan kamu sendiri." Ucap Mahesa disertai tatapan puppy eyes, yang membuat Tiara geli dan tak bisa menahan tawanya.


"Hahahahaha, udah deh Mas. Nggak usah berlagak sok imut gitu, yang ada aku geli lihatnya." Ucap Tiara tanpa menghentikan tawanya. Mahesa pun mengerucutkan bibirnya tanda tak suka perkataan Tiara.


"Uluh-uluh gitu aja ngambek, udah kayak anak kecil aja. Kamu tuh bukan bayi lagi Mas, jadi nggak usah bikin ekspresi kayak gitu. Ucap Tiara sambil mengelus pipi Mahesa, tak menyiakan kesempatan Mahesa memegang tangan Tiara dan menariknya agar duduk di pangkuan Mahesa.


"Mas, kamu tuh ngagetin aja. Gimana kalau aku jatuh?" Protes Tiara namun, dibalas kecupan singkat oleh Mahesa.


"Aku lagi pengen di manja Yang. Kapan sih bisa berduaan terus kayak gini?"


"Mas, kamu tuh kayak udah nggak pernah ketemu bertahun-tahun aja. Tiap hari juga ketemu, kamu tuh harus kerja keras buat masa depan kita." Tiara menasihati Mahesa sambil memberikan pelukan dan elusan di bahu sang suami.


"Yang, aku boleh minta sesuatu nggak?"


"Minta apa Mas? selagi aku bisa kasih."

__ADS_1


"Emm, itu aku pengen. Emm anu, itu loh Yang. Gimana ya ngomongnya?" Ungkap Mahesa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apaan sih Mas, ngomong tuh yang jelas. Jangan anu-anu, malah bikin pusing."


"Aku mau minta hak aku Yang, boleh?"


Deg


Tiara begitu terkejut dengan permintaan Mahesa, walau sebenarnya dia sudah memikirkannya jauh-jauh hari. Tapi perasaan takut dan ragu masih menyelimuti hatinya. Dia sadar mau selama apapun menunda kewajiban melayani suaminya, pasti suatu saat akan terjadi juga.


Akhirnya, setelah memikirkan matang-matang Tiara pun mengizinkan Mahesa yang meminta haknya.


"Terima kasih, Sayang. Aku janji akan menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk calon anak-anak kita nanti." Ucap Mahesa lalu mencium seluruh wajah Tiara.


"Aku, Mahesa Pratama akan berjanji setia dan membahagiakan Tiara. Takkan pernah ada air mata yang akan keluar dari mata ini." Janji Mahesa sungguh-sungguh, membuat Tiara merasa terharu karena kesabarannya selama ini telah membuahkan hasil. Dia bisa meluluhkan hati keras Mahesa, dan merasakan cinta serta kasih sayang suaminya.


"I love you, Tiara."


"Me too, Mas."


Keduanya pun saling berpelukan meluapkan rasa bahagia, kebahagiaan yang selama ini begitu dinantikan terutama oleh Tiara.

__ADS_1


*****


Sesuai permintaan Mahesa, siang ini Tiara sudah menuju kantor sang suami. Selama dalam perjalanan Tiara hanya melihat pemandangan di sepanjang jalan, hingga tanpa sengaja netranya menatap sosok Dika yang sudah lama tak menghubungi apalagi menemuinya.


"Gimana ya kabar Dika? Semoga dia baik-baik saja." Ucap Tiara dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Tiara sudah sampai di depan kantor Mahesa. Tiara bergegas masuk dan bertanya pada resepsionis letak ruangan Mahesa.


"Siang Mbak, ruangan Tuan Mahesa di mana ya?" Tiara bertanya dengan sopan dan senyum ramah.


"Silakan Nyonya langsung menuju lantai 10, di sana beliau sudah menunggu Nyonya." Balas resepsionis itu dengan ramah, karena sudah mengetahui bahwa yang di hadapannya saat ini adalah istri dari bosnya.


"Terima kasih Mbak. Kalau begitu saya permisi dulu."


Setelah kepergian Tiara, karyawan lain mendekat kearah resepsionis itu.


"Si bos emang nggak salah pilih istri, walau penampilannya sederhana tapi sangat ramah dan sopan santun." Ucap karyawan tersebut.


"Benar, daripada yang penampilannya glamour tapi etikanya nol." Resepsionis menimpali pembicaraan karyawan tersebut, lantaran dia sudah pernah menjadi korban sikap angkuh dari mantan pacar bosnya.


Siang all. Aku bakal berusaha buat update tiap hari walau nggak menentu waktunya.

__ADS_1


Semoga kalian nggak bosan sama ceritaku ini. Tinggalkan like dan komen, ya 😍😍😘


__ADS_2