
Setibanya di restoran, makanan sudah dihidangkan di meja. Sehingga mereka bisa langsung makan tanpa menunggu pesanan. Semua makan dengan tenang, walau sesekali diiringi celotehan lucu dari Shaka.
"Dik, kamu ajak Sintia lihat tempat yang akan dibuat acara resepsi! Kalian bisa menentukan lagi jika ada yang ingin dirubah." Ucap Mama Dika.
"Iya, Mah. Ayo, Ay!" Ajak Dika lalu menggandeng tangan Sintia.
"Mami, om dak ajak atu!" Protes Shaka yang melihat Dika tak mengajaknya.
"Om dan aunty masih sibuk, makanya nggak ajak Shaka. Nanti kalau udah selesai pasti om bakal ajak Shaka." Ucap Tiara memberi pengertian Shaka.
"Iya, Mami."
"Good boy."
"Shaka, mau ikut Opa lihat kolam ikan!" Ajak Papa Dika.
"Atu boyeh itut opa, Mi?"
"Boleh, tapi jangan nakal ya!"
"Yeay, ayo Opa! Atu mau tacih makan ikan." Ucap Shaka dengan girang.
Papa Dika langsung menggendong Shaka, lalu pergi ke samping hotel yang terdapat taman bermain untuk anak-anak.
"Rumah bakalan jadi rame, kalau Dika dan Sintia udah punya anak nanti." Ucap Mama Dika.
"Iya, Mbak. Masa tua kita bakal dipenuhi coletehan cucu-cucu kita nantinya." Balas Mama Mahesa.
Di aula hotel, Dika dan Sintia melihat-lihat suasana di sana. Saat berkeliling, Sintia tengah memikirkan beberapa konsep yang terlintas di pikirannya.
__ADS_1
"Kenapa diam aja?" Tanya Dika sambil memeluk Sintia dari belakang.
"Masih nggak nyangka aja kalau hubungan kita akan sampi ditahap ini." Jawab Sintia lalu memegang tangan Dika yang melingkar di perutnya.
"Aku juga, diawal pertemuan yang tak sengaja, ternyata Allah telah menyiapkan masa depanku. Dan itu adalah kamu, bidadari cintaku."
"Makasih, Kak. Aku harap Kakak bisa sabar menghadapi sikapku yang kadang masih kekanak-kanakan, membimbingku untuk selalu menjadi istri yang baik walau masih banyak kekurangan yang aku punya." Tutur Sintia.
"Setiap pasangan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Adanya kekurangan agar kita bisa saling melengkapi, adanya kelebihan agar kita bisa saling menghargai." Ungkap Dika.
Sintia lantas membalikkan badannya agar saling berhadapan dengan Dika. Keduanya saling adu pandang, meresapi rasa yang tercipta diantara keduanya.
"Ay, berjanjilah untuk selalu setia mendampingiku apapun keadaanku! Menua bersama sampai ajal yang memisahkan kita." Ucap Dika.
"Aku janji akan selalu setia mendampingi Kakak dan menua bersama sampai ajal menjemput."
Dika lantas memeluk Sintia dan mencium puncak kepalanya. Sintia juga membalas pelukan Dika, saling meluapkan perasaan mereka.
"Love you too, Kak."
-
-
-
-
Sore harinya, Icha baru saja sampai rumah. Dia memutuskan untuk membersihkan diri sebelum menemui adiknya di kamar.
__ADS_1
Selesai mandi, dia melihat adiknya ada di dapur sedang membuat teh hangat.
"Minum dulu, Kak!" Ucap Vita sambil memberikan segelas teh hangat pada Icha.
"Makasih." Icha langsung meneguk teh hangat buatan adiknya.
"Ikut ke kamar Kakak, yuk! Ada titipan dari Mbak Tiara buat kamu." Ajak Icha lalu melangkah ke kamarnya.
Vita langsung mengikuti kakaknya, dia penasaran apa yang diberikan oleh majikan kakaknya itu.
"Ini kamu buka sendiri!" Icha menyerahkan amplop coklat yang berisi formulir pendaftaran.
Vita menerima amplop itu lalu membukanya, dia mengeluarkan selembar kertas putih dari amplop itu. Setelah melihat kertas tersebut, tangan Vita langsung bergetar dengan air mata yang sudah menganak sungai.
"Kak, i-ini be-beneran buat aku?" Tanya Vita terbata-bata.
"Emang isinya apa, Vit?" Tanya Icha lalu mengambil kertas yang dipegang adiknya.
Betapa terkejutnya Icha ketika tahu bahwa itu formulir untuk pendaftaran calon mahasiswa.
"Masya Allah, kenapa Mbak Tiara begitu baik? Terima kasih, Ya Allah. Semoga Mbak Tiara dan keluarga selalu dilimpahkan kesehatan dan rejeki yang berkah." Ucap Icha dengan air mata yang mengalir deras.
Dia sangat tak menyangka jika pertemuannya dengan Tiara, membuat hidupnya dan adiknya sedikit berubah. Yang dulunya kesulitan ekonomi, sekarang tercukupi berkat bantuan dari Tiara.
"Kamu simpan baik-baik formulirnya, nanti kalau sudah waktunya untuk pendaftaran kamu bisa langsung ke kampusnya!"
"Iya, Kak."
"Belajar yang rajin, Vit. Jangan sampai kamu mengecewakan Kakak apalagi mengecewakan orang sebaik Mbak Tiara, yang dengan sukarela mau membantu keluarga kita."
__ADS_1
"Iya, Kak. Aku akan belajar dengan baik dan akan membuat kalian bangga."
2 hari menuju ending 🙏🙏