Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 36. Jalan-jalan


__ADS_3

"Mumpung lagi libur, jalan-jalan ke taman yuk, Mas! Kan kita belum pernah pergi ke taman berdua." Ucap Tiara bergelayut manja di lengan Mahesa.


"Boleh, tapi sarapan dulu terus minum vitaminnya!"


"Siap, Mas."


Akhirnya, mereka berangkat menuju taman. Mahesa dan Tiara berjalan bergandengan tangan layaknya ABG yang sedang pacaran.


"Duduk di bangku bawah pohon itu aja, Mas. Biar sejuk." Tiara menunjuk sebuah bangku yang berada di bawah pohon rindang.


Mereka duduk di bangku itu, masih dengan tangan yang bertautan. Menikmati pemandangan di sekitar taman, melihat anak kecil yang berlarian ke sana ke mari. Membuat keduanya tak sabar menanti kehadiran buah hati mereka.


"Apa kita nanti akan seperti mereka? Menikmati weekend bersama keluarga." Ucap Tiara.


"Pasti, Sayang. Kita bisa seperti mereka yang selalu meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga."


"Mas seandainya aku nggak ada, kamu bakal selalu ada waktu nggak untuk anak kita nanti?"

__ADS_1


"Emang kamu mau kemana? Kamu bakal selalu di samping aku, merawat dan membesarkan anak kita sama-sama. Aku dan anak kita sangat butuh kamu." Mahesa menggenggam erat tangan Tiara, perkataan istrinya mampu membuat Mahesa takut kehilangan orang yang dicintainya.


"Entahlah, Mas. Jika suatu saat nanti aku udah nggak ada, aku mohon tetap jaga dan sayangi anak kita." Entah karena apa tiba-tiba perasaan Tiara menjadi gundah dan resah, takut jika tidak bisa melihat secara langsung tumbuh kembang buah hatinya.


Dia merasa seperti akan ada sesuatu yang menimpa keluarga kecilnya.


*****


Di tempat lain, seorang wanita cantik tengah memandang ke arah jalanan besar. Dia sedang merencanakan sesuatu, yang bisa membuatnya kembali bersama orang yang paling dicintainya.


"Mahesa, kamu hanya milikku. Tak akan aku biarkan siapapun memilikimu sekalipun itu istrimu. Akan berjanji akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku, kalaupun aku tak bisa mendapatkanmu maka orang lain juga tak bisa memilikimu. Tunggu kedatanganku, ada banyak kejutan yang menanti." Ucap wanita itu sambil menyeringai jahat.


"Ah sial, gagal semua rencanaku selama ini." Gerutu Olivia setelah kepergian Mahesa.


"Ada apa honey? Laki-laki bukan hanya Mahesa saja, jadi jangan terlalu dipikirkan." Ucap Doni sang manager sekaligus selingkuhan Olivia.


"Ini semua gara-gara kamu. Seandainya kamu nggak ngotot untuk bermalam di sini, mungkin semua ini nggak akan terjadi. Dan aku masih bisa memiliki Mahesa sampai semua impianku menjadi Nyonya Mahesa terwujud." Geram Olivia ketika mendengar perkataan managernya itu.

__ADS_1


"Jadi kamu menyalahkan aku atas apa yang terjadi sekarang? Seharusnya kamu mikir, tanpa aku belum tentu kamu bisa menjadi model terkenal sampai saat ini."


"Terserah, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini! Lama-lama aku muak melihatmu." Ketus Olivia sambil memijat keningnya.


"Ok, mulai hari ini aku tidak akan menjadi managermu lagi. Carilah orang lain yang memang bisa membuatmu terkenal seperti sekarang!" Ucap Doni tak kalah sinis.


Doni lantas meninggalkan Olivia yang masih di kamar, dalam hati Doni merasa senang karena tanpa sepengetahuan Olivia, dia telah mengambil sebagian penghasilan Olivia selama mendapat job besar.


Olivia memang mempercayakan keuangannya pada sang manager, hingga tanpa disadarinya bahwa dia hanya dijadikan ladang uang oleh Doni.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Olivia memutuskan untuk ke luar negeri. Sebelum itu dia ingin melihat saldo yang di ATM nya, apakah cukup untuk keperluannya sehari-hari hingga dia mendapat pekerjaan baru.


Dan betapa terkejutnya dia, saat melihat saldonya ternyata hanya 20 juta. Dia semakin frustasi setelah mengetahui fakta bahwa dia ditipu habis-habisan oleh managernya.


"Doni si*lan. Jadi selama ini dia menipuku, semua penghasilanku di bawa kabur. Arggghhh." Olivia berteriak histeris, merasa bodoh karena terlalu percaya pada managernya.


Flashback off

__ADS_1


jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘


__ADS_2