Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Selama perjalanan pulang, Sintia terus tersenyum kala mengingat Dika.


"Tadi ngapain aja di taman sama Om Dika?" Tanya Tiara pada Shaka. "Dak apain Mi. Atu dak diajak ain cama om." Adu Shaka.


"Kenapa?" Kini Mahesa yang balik bertanya. "Om liatin onty telus, atu dak cuka."


"Ya udah nggak apa-apa, biarin om sama onty dulu ya. Kan mereka belum kenal jadi Shaka nggak boleh ngambek." Ucap Tiara memberi pengertian dan Shaka pun hanya menganggukkan kepala.


Sintia tampak acuh mendengar ponakannya mengadu pada maminya. Baginya saat ini adalah rasa yang sangat membahagiakan daripada saat mendapat uang jajan.


Sesampainya di rumah, Sintia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Tiara yang melihat tingkah adik iparnya hanya geleng-geleng kepala.


"Mi, atu mau tidul cama Mami." Ucap Shaka saat Tiara akan melangkah ke kamar Shaka.


"Tumben minta tidur sama Mami, biasanya nggak mau kalau tidur di kamar Mami."


"Tidulna di tamal atu aja." Pinta Shaka. "Ya udah, tapi Mami ganti baju dulu ya." Balas Tiara.


"Iya Mi."


Setelah mengantar Shaka sampai kamarnya, Tiara langsung ke kamarnya sendiri untuk ganti baju dan cuci muka.


"Kamu mau ke mana lagi, Yang?" Tanya Mahesa sambil meletakkan ponselnya di nakas.


"Mau ke kamar Shaka, dia minta ditemenin tidur katanya." Jawab Tiara lalu mengambil ponselnya di tas yang dia pakai tadi.


"Aku tidur sendirian gitu?"


"Iyalah, kalau mau ikut tidur bareng Shaka juga nggak apa-apa."


"Kalau di kamar Shaka mana bisa leluasa, Yang."


"Emang kamu mau ngapain sih Mas? Yang namanya orang tidur tuh ya anteng bukan guling-guling."


"Kan mau bikin adik buat Shaka, Yang."

__ADS_1


"Besok aja, aku capek banget pengen tidur. Jadi ikut tidur di kamar Shaka nggak?"


"Ikutlah, enak aja aku mau ditinggalin." Ucap Mahesa lalu menyusul Tiara yang sudah diambang pintu kamar.


-


-


-


Keesokan hari selesai menyiapkan sarapan Tiara segera menemui suaminya.


"Mas, udah belum? Sarapan yuk!" Ajak Tiara saat membuka pintu kamar. "Tinggal pakai dasi, Yang. Tolong pasangin!" Pinta Mahesa sambil menyerahkan dasi pada Tiara dan Tiara menerima dasi itu lalu memasangkannya.


"Sudah siap." Ucap Tiara sambil menepuk lembut bahu suaminya.


Cup


Mahesa mencium kening Tiara, "Makasih Yang, udah mau bertahan hidup denganku sampai sekarang. Aku harap kamu selalu dampingi aku sampai maut memisahkan kita."


"Iya Sayang, kita akan sama-sama sampai anak cucu kita sukses."


Mahesa dan Tiara berpelukan sampai teriakan dari Shaka membuat mereka melepas pelukan.


"Mami atu mau peluk." Teriak Shaka sambil berlari ke arah Tiara dan Mahesa.


"Hem, udah wangi anak Mami. Dimandiin siapa tadi?"


"Andi cama mbok, coalna onty di tamal telus."


Mahesa dan Tiara saling pandang, benar-benar tak habis pikir dengan Sintia. Sekalinya jatuh cinta nggak menghiraukan sekitarnya.


"Udah biarin aja, nanti Mami samperin aunty biar main sama Shaka lagi."


Mereka menuju ruang makan bersama dan ternyata di sana sudah ada Mama Mahesa yang sedang menikmati teh hangat.

__ADS_1


"Padi Oma." Sapa Shaka lalu duduk di samping omanya. "Pagi juga kesayangan Oma. Tumben nggak sama aunty."


"Biasa Mah, orang lagi jatuh cinta emang begitu. Lagi seneng-senengnya jadi udah nggak menghiraukan sekitarnya." Sahut Tiara.


Akhirnya, mereka sarapan tanpa Sintia. Selesai sarapan Tiara mengantar Mahesa sampai depan pintu.


Setelah Mahesa berangkat, Tiara memutuskan ke kamar adik iparnya.


"Aunty, Mami boleh masuk nggak?" Ucap Tiara sambil menggendong Shaka. "Onty, butain pintuna!" Sela Shaka.


"Masuk aja, pintunya nggak dikunci!" Sahut Sintia.


"Mentang-mentang udah jadian, langsung lupa sama yang lain." Sindir Tiara saat sudah duduk di ranjang.


"Hehe, enggak lupa kok Kak. Kakak tetap dihatiku." Rayu Sintia sambil memeluk Tiara.


"Halah, udah nggak mempan rayuannya." Sahut Tiara. "Kok gitu sih! Ya udah Kakak mau minta apa nanti aku turutin, tapi jangan ngambek lagi." Ucap Sintia dengan ekspresi memelas.


"Yakin?" Tanya Tiara dan Sintia pun mengangguk. "Bantuin Kakak bikin kue buat Mama Dika!" Pinta Tiara.


"Hah? Kan aku nggak bisa masak Kak, kok malah disuruh bantuin bikin kue." Protes Sintia. "Justru karena nggak bisa kamu harus belajar. Kalau udah punya suami, kita harus bisa melayani mulai dari isi perut sampai bawah perut." Jelas Tiara.


"Kakak, ngomongnya blak-blakan banget."


"Buruan, nggak usah banyak protes. Kalau mau disayang suami dan mertua harus bisa semuanya."


"Baiklah, demi masa depanku bersama Kak Dika, aku bakal turutin perintah Kakak." Ucap Sintia dengan semangat.


"Nah gitu dong, itu baru namanya calon istri idaman." Puji Tiara.


"Eh, sejak kapan Shaka tidur?" Tanya Sintia yang melihat Shaka tertidur di sampingnya dengan memeluk boneka teddy bear.


"Kebetulan kalau Shaka tidur, jadi bisa cepet selesai nanti bikin kuenya." Tutur Tiara lalu menyelimuti Shaka.


Setelah memastikan Shaka tidur dengan aman dan nyaman, Tiara dan Sintia bergegas keluar kamar lalu ke dapur untuk menyiapkan bahan yang akan diperlukan untuk membuat kue.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘


__ADS_2