Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 62. Sadar


__ADS_3

Di luar ruangan, Mama Dika berbincang dengan Mahesa dan mamanya. Beliau menanyakan perihal kecelakaan yang menimpa Tiara.


"Kapan Tiara kecelakaan, Nak?" Tanya Mama Dika.


"Kemarin lusa, Tan. Waktu itu Tiara pergi nganterin adik saya ke toko buku, sebelum berangkat dia sempat berpesan ke saya katanya, saya harus bisa ngurus Shaka kalau Tiara nggak ada."


"Padahal selama ini Tiara nggak pernah berpesan seperti itu, dan kalimat terakhir yang Tiara ucapin waktu saya bilang kalau ke toko buku cuma sebentar. Dia bilang siapa tahu kalau aku perginya lama." Mahesa menangis kala mengingat ucapan istrinya sebelum kejadian naas itu terjadi.


"Mungkin itu sebuah firasat, Nak. Tapi kita yang tak tahu maksud ucapan Tiara." Ucap Mama Dika.


"Lalu bagaimana dengan pelaku?" Sambung Mama Dika.


"Polisi masih terus menyelidiki karena mobil yang menabrak Tiara langsung melarikan diri setelah kejadian." Ungkap Mahesa.


"Apa sebelumnya kamu atau Tiara ada masalah dengan seseorang? Karena menurut feeling Tante sepertinya ada unsur kesengajaan."


Deg


Mahesa terdiam mendengar perkataan Mama Dika, dia pun jadi berfikir bahwa apa yang dikatakan Mama Dika ada benarnya. Tapi siapa yang berani melakukan hal itu kecuali, Olivia.


Ya, pikiran Mahesa hanya tertuju pada pemilik nama itu. Karena hanya orang tersebut yang paling sering mengacau rumah tangga mereka. Kali ini Mahesa tidak boleh gegabah, dia akan mencari bukti lain yang mengarah pada satu nama itu.


"Sepertinya benar apa yang Tante katakan, hanya ada satu nama yang paling Mahesa yakini sebagai dalang dari kecelakaan itu. Jika memang benar ada unsur kesengajaan."

__ADS_1


"Sebaiknya kita juga harus selidiki masalah ini, nanti biar Tante minta tolong Dika dan papanya untuk bantu kamu. Agar kita semua bisa tenang jika pelaku sudah ditemukan dan di hukum yang setimpal dengan perbuatannya." Usul Mama Dika.


"Iya, Nak. Benar yang dikatakan Mbak Mirna, kita harus ikut menyelidiki masalah ini." Seru Mama Mahesa.


"Iya, Mah."


"Sebelumnya terima kasih Tante atas bantuannya, semoga secepatnya kita bisa menemukan pelakunya."


"Sama-sama, Nak. Tante sudah anggap Tiara seperti anak Tante sendiri dan kalian adalah keluarga Tante juga."


*****


Satu minggu berlalu tapi belum ada tanda-tanda Tiara akan membuka mata.


"Mau sampai kapan kamu akan terbaring seperti ini? Apa kamu tidak kasihan pada Shaka? Sudah seminggu dia nggak ketemu maminya." Ucap Mahesa yang hampir putus asa karena istrinya tak kunjung sadar.


Mahesa berharap dengan ancamannya Tiara segera membuka mata karena dia tahu bahwa Tiara mendengar semua ucapannya.


"Aku nggak akan biarin kamu dan Shaka jadi milik orang lain, Mas! Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan kalian!" Ucap Tiara di bawah alam sadarnya.


"Ok kalau kamu nggak mau bangun, sekarang juga aku akan cari mami baru untuk Shaka!"


Mahesa beranjak dari duduknya, saat akan melangkah dia merasa ada yang memegang tangannya.

__ADS_1


Ketika melihat siapa yang memegang tangannya Mahesa seketika mematung karena tak menyangka akan mendapat respon secepat ini.


Ya, istrinya telah kembali. Tiaranya sudah sadar dari koma, dia segera mendekati istrinya untuk memastikan jika benar apa yang dilihat.


"Kamu bangun, Sayang? Kamu sudah kembali." Ucap Mahesa dengan tangan yang bergetar menyentuh tangan istrinya.


Perlahan mata Tiara mulai terbuka, mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang ada di ruangan tersebut.


Setelah penglihatannya mulai jelas, dia mencari sosok yang membuatnya bisa bangun dari mimpi panjang.


"Mas!" Ucap Tiara dengan lirih.


"Iya Sayang, ini aku. Kamu jangan banyak bergerak, biar aku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu!"


Mahesa menekan tombol yang tersedia di ruangan itu, tak lama kemudian dokter dan suster memasuki ruangan itu.


"Istri saya sudah sadar, Dok!"


"Alhamdulillah, biar saya periksa dulu kondisinya."


Dokter mulai memeriksa Tiara, setelah yakin tidak ada efek yang fatal akibat kecelakaan, dokter mengatakan bahwa Tiara sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa.


Mahesa pun meminta pada dokter agar Tiara dipindah ke ruang VVIP. Dan dokter langsung mengiyakan permintaan Mahesa.

__ADS_1


Mahesa segera menghubungi mamanya bahwa Tiara sudah sadar. Tak lupa dia juga menghubungi Dika sebab saat Dika dan mamanya menjenguk Tiara, mereka sempat bertukar nomor ponsel agar Dika dan mamanya tahu perkembangan Tiara.


Maaf baru bisa up lagiπŸ˜πŸ™. Tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘


__ADS_2