Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 79


__ADS_3

"Kita ke dalam aja, Mas. Enggak enak dilihat tetangga." Ucap Tiara sambil melerai pelukan suaminya.


Mahesa mengikuti Tiara masuk rumah lalu duduk di ruang tamu yang sederhana. Dia mengedarkan pandangannya mencari putranya yang sudah lama tak ia jumpai.


"Shaka mana?"


"Lagi diajak Mbok Sumi ke warung anter sayuran."


"Aku ke belakang dulu!" Pamit Tiara lalu menuju dapur untuk membuat minuman.


Setelah 10 menit di dapur, Tiara ke ruang tamu membawa minuman dan camilan yang dia buat sendiri.


"Silakan di minum dulu, Mas!"


"Iya, terima kasih."


Suasana mendadak hening, keduanya sama-sama canggung dengan situasi saat ini apalagi tidak ada orang lain selain mereka berdua.


"Kamu tadi sama siapa, Mas?" Tanya Tiara setelah beberapa saat hanya keheningan yang tercipta.


"Astaga, aku lupa." Ucap Mahesa sambil menepuk keningnya lalu berlari keluar rumah.


Tiara heran dengan tingkah suaminya pun mengikuti dari belakang. Dan betapa terkejutnya dia ternyata ada Dika yang sedang duduk selonjoran dibawah pohon jambu air.


"Mas, itu kenapa Dika duduk di situ?"


"Suami kamu emang kejam, Ra. Mentang-mentang udah ketemu bidadarinya aku dilupain gitu aja." Gerutu Dika.


"Hehe, sorry!" Ucap Mahesa sambil mengelus pundak Dika.


Tiara mengerutkan dahinya, "Sejak kapan kalian jadi akrab gini?"


"Sejak Jaka Tarub ditinggal Nawang Wulan ke kayangan." Sindir Dika sambil melirik Mahesa.


"Emangnya cerita rakyat." Tukas Mahesa.


"Kalian tuh ya, dari dulu nggak pernah bisa kalau nggak debat. Lama-lama aku nikahin kalian berdua."

__ADS_1


"Enak aja." Seru Dika.


"Amit-amit deh." Ucap Mahesa.


"Aku masih normal ya, Ra. Kamu pikir aku apaan mau nikah sama suami kamu, emangnya mau adu pedang." Gerutu Dika.


"Normal kok nggak pernah punya pacar. Atau emang nggak laku" Ejek Mahesa.


"Sembarangan kalau ngomong, mau bukti kalau Andika itu cowok gentle."


"Mana buktinya?"


"Ok aku buktikan tapi nggak boleh ngamuk."


"Buruan!"


"Ra, sini sebentar!" Pinta Dika, Tiara pun berjalan mendekat ke arah Dika.


"Kenapa?" Tanya Tiara.


"Kamu mau nggak jadi pacar aku?"


Bughh


Mahesa melempar alas kakinya ke arah Dika, "Ngajakin ribut nih anak, makin lama makin ngelunjak aja." Geram Mahesa lalu memiting kepala Dika.


"Aduh, aku laporin ke polisi nih! Atas tindakan kekerasan." Ucap Dika sambil berusaha melepaskan tangan Mahesa yang melingkar dilehernya.


Tiara memijit keningnya melihat tingkah suaminya dan Dika. Dia berbalik meninggalkan keduanya lalu masuk rumah.


-


-


-


"Jadi, Nak Mahesa ini suaminya Tiara?" Tanya Mbok Sumi.

__ADS_1


"Iya, Mbok." Setelah perdebatan tadi, Mahesa dan Dika langsung berlari masuk rumah saat menyadari Tiara tak ada di sana. Dan tepat saat mereka akan masuk, Mbok Sumi dan Shaka baru datang dari warung.


"Simbok kira malah temennya Nak Mahesa itu suaminya Tiara." Ucap Mbok Sumi sambil terkekeh.


Mahesa melongo mendengar ucapan dari Mbok Sumi tadi, sedangkan Dika tertawa dan ikut menimpali perkataan Mbok Sumi, "Aku bilang juga apa, emang lebih cocok aku yang jadi suami Tiara. Iya kan, Mbok?"


"Dasar bocah edan." Gerutu Mahesa lalu menoyor kepala Dika, Dika dan Mbok Sumi tertawa puas melihat ekspresi kesal Mahesa.


"Mbok, bisa anterin aku jalan-jalan di sekitar sini nggak? Pengen lihat pemandangan desa." Ucap Dika.


"Boleh, ayo Simbok anter!" Ajak Mbok Sumi lalu beranjak dari duduknya.


"Shaka ikut Om aja ya, kita lihat pemandangan di sekitar sini!" Ajak Dika pada Shaka lalu menggendong bocah gembul itu.


Setelah kepergian Dika dan Mbok Sumi, suasana mendadak hening. Baik Tiara maupun Mahesa bingung harus memulai percakapan dari mana.


"Ra, aku minta maaf untuk semua kesalahanku. Kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya sama kamu!"


"Kamu ngomong aja, aku akan dengerin semuanya." Pungkas Tiara.


Mahesa menceritakan semuanya, mulai dari rencana yang dia susun bersama Dika hingga meninggalnya Olivia.


Tiara yang mendengar hanya mampu mengeluarkan air matanya tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Antara senang dan kecewa, senang karena semua tak seperti yang dia duga tapi kecewa karena suaminya tak mau berterus terang sebelumnya bahkan rela dipeluk dan dicium perempuan lain demi melancarkan rencananya.


"Aku mohon maafin aku! Aku ingin kita kembali seperti dulu." Mohon Mahesa.


"Aku maafin kamu, Mas. Tapi maaf aku belum bisa pulang."


"Kenapa? Apa kamu masih belum percaya dengan penjelasanku?"


"Bukan itu, aku ingin menenangkan diri dulu."


"Tapi sampai kapan? Mama lagi sakit, mama nanyain kamu terus."


Hati Tiara mencelos mendengar ucapan Mahesa, rasa bersalah timbul di hatinya karena telah meninggalkan mertua yang sangat menyayanginya.


Pagi menjelang siang, jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2