Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 48. Gagal


__ADS_3

"Dika, ayo kita ke rumah Tiara!" Ajak Mama Dika.


"Tumben, emang mau ngapain kita ke sana, Mah?" Dahi Dika mengerut saat mendengar ajakan sang mama.


"Tadi waktu Mama lagi di minimarket, nggak sengaja ketemu suami Tiara. Pas Mama lihat, ternyata dia cuma sendiri jadi, Mama samperin dia buat tanya kabar Tiara. Dan ternyata Tiara baru aja melahirkan makanya Mama mau ajak kamu ke sana." Jelas Mama Dika.


Setelah mendengar penuturan sang mama, Dika hanya terdiam untuk menetralkan perasaannya yang bagai disayat belati.


Dika memang sedang berusaha melupakan Tiara, tapi cinta yang dia pendam semakin lama semakin tumbuh subur.


"Dik, kamu dengar Mama kan?"


"Iya Mah, nanti sore kita ke sana."


"Ya udah kalau gitu, nanti sekalian mampir ke toko perlengkapan bayi. Mama mau beli kado buat anaknya Tiara."


Mama Dika beranjak menuju kamarnya, sedangkan Dika, dia masih meratapi nasibnya yang begitu naas. Sekalinya merasakan jatuh cinta, tapi istri orang yang dia cintai.


"Semoga aku bisa menemukan pendamping yang seperti kamu, Ra." Gumam Dika dalam hati.


****


"Ponakan Onty tampan banget sih, jadi gemes pengen cubit pipi kamu." Ucap Sintia kala ia sedang menemani baby Shaka.


"Anak siapa dulu dong, secara Papinya kan juga ganteng."


Tiba-tiba Mahesa sudah muncul di belakang Sintia.


"Ganteng dari mananya, orang nggak ada cakep-cakepnya sama sekali."

__ADS_1


"Masih kalah ganteng sama baby Shaka." Lanjut Sintia menjahili kakaknya.


"Kalau nggak ganteng, nggak mungkin mami Shaka sampai klepek-klepek." Sahut Mahesa tak mau kalah.


Begitulah hubungan kakak adik itu, tiada hari tanpa saling menjahili satu sama lain.


"Ge er banget sih, Pi. Yang ada juga kamu yang klepek-klepek sama aku."


Tiara yang baru keluar dari kamar mandi langsung menyahuti ucapan Mahesa.


"Hahahahaha, Kakak Ipar emang bener. Dulu aja sok-sokan nolak pas mau dijodohin." Sintia tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Tiara.


"Yang, kamu kok gitu sih. Bukannya belain malah ngejatuhin."


"Kan aku bicara sesuai fakta, Pi."


Tiara terkekeh melihat ekspresi suaminya, sejak kelahiran baby Shaka, Mahesa jadi lebih manja pada Tiara.


Setiap tengah malam selalu terbangun untuk menyusui baby Shaka. Bahkan sampai begadang hingga menjelang subuh, tapi Tiara juga tidak lupa akan tugasnya sebagai istri.


Tiara selalu menyiapkan pakaian dan makan untuk sang suami walau badannya begitu lelah namun, tak pernah mengeluh. Dia menikmati kesibukannya sebagai istri dan ibu sekaligus.


****


Sesuai perkataan Dika, sore ini mereka akan menuju rumah Mahesa. Sebelum itu, Mama Dika mengajak mampir ke toko perlengkapan bayi.


Saat sudah tiba di salah satu toko, Mama Dika segera memilih barang yang menurutnya cocok untuk anak Tiara.


Mama Dika lalu menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Setelah selesai, beliau langsung menuju mobil Dika.

__ADS_1


Baru saja masuk mobil, Mama Dika di buat terdiam karena pertanyaan yang dilontarkan Dika.


"Mama udah tahu alamat rumahnya Tiara?"


"Iya Mama lupa nggak tanya suami Tiara." Mama Dika menepuk keningnya karena lupa meminta alamat rumah mereka.


"Terus ini gimana, dong? Kita balik ke rumah lagi nih?" Tanya Mama Dika dengan lesu.


"Terpaksa kita harus pulang, nggak mungkin juga kita mau muter-muter cari rumah Tiara." Jawab Dika.


Akhirnya, mereka kembali ke rumah karena tidak tahu alamat rumah Tiara. Sebenarnya Dika punya nomor ponsel Tiara, tapi dia tidak mungkin menghubungi Tiara karena takut jika suami Tiara kembali salah paham padanya.


*****


Setelah gagal ingin mengunjungi Tiara, Mama Dika terlihat duduk lesu di kamarnya. Dika yang penasaran karena mamanya tak keluar dari kamar akhirnya, berniat untuk menyusul.


"Mama kenapa lagi?"


"Mama kesel banget nggak jadi ke rumah Tiara, padahal Mama udah seneng pengen ketemu Tiara dan anaknya."


"Hehehe kan masih ada hari lain Mah. Nggak harus hari ini juga, kapan-kapan kalau ketemu suami Tiara kita tanya alamat rumah mereka."


"Sekarang Mama nggak usah cemberut lagi. Ntar kalau papa tahu Mama cemberut nanti Dika yang disalahin, gara-gara bikin istrinya yang cantik jadi jelek." Lanjut Dika sambil menggoda mamanya.


"Kurang ajar kamu ya, ngatain Mama jelek." Protes Mama Dika sambil mencubit lengan anaknya.


"Hahaha, ampun Mah. Makanya jangan cemberut terus."


Dika langsung memeluk tubuh mamanya dan mencium kedua pipinya.

__ADS_1


Hai, masih ada yang nungguin nggak nih? Maaf ya kalau beberapa hari ini aku nggak up. Masih sibuk di dunia nyata 🙏😁😁


Like dan komen ya 😍😘😘


__ADS_2