Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

"Lho, Tuan Dika dan Tuan Andre kok pergi lagi. Mereka kayak tegang gitu, ada apa ya?" Gumam Icha.


Icha keluar dari ruangan Dika lalu masuk ruangan Andre untuk menyapu dan mengepel.


Ketika sedang mengelap meja kerja, tanpa sengaja Icha menjatuhkan sebuah kertas kecil yang dilipat.


"Kertas apa ini?" Icha mengambil kertas tersebut lalu membukanya.


Saat pertama melihatmu


Hatiku serasa berbunga-bunga


Jantungku berdetak begitu cepat


Entah perasaan apa yang ku rasakan


Walau hanya memandangmu


Mampu membuat damai jiwaku


Senyummu yang begitu manis


Bagaikan sebuah hipnotis


Biarlah aku menjadi pengagum rahasiamu


Tanpa ada seorang pun yang tahu


Selesai membaca isi dari kertas itu, Icha kembali melipatnya dan meletakkan di tempatnya semula.


"Kira-kira, untuk siapa ya surat itu?" Pikir Icha.


"Haish, kenapa aku jadi kepo gini sih." Gerutu Icha pada dirinya sendiri.


Icha melanjutkan pekerjaannya, setelah selesai barulah dia kembali ke pantry setelah mengembalikan alat bebersihnya.


-


-


-


-


"Ndre, mampir sebentar ke rumah Sintia!" Ucap Dika saat tengah di perjalanan.


"Memangnya ada apa Tuan? Tumben mampir."

__ADS_1


"Nggak tahu, katanya suruh ke sana dulu sebelum berangkat. Sekalian biar kamu tahu kayak apa suami Tiara."


"Lah, kenapa jadi bahas itu lagi sih Tuan?" Protes Andre dengan tatapan lurus ke depan fokus mengemudi.


"Kali aja kamu mau adu kekuatan, lebih kuat mana kamu sama suami Tiara."


"Enggaklah Tuan, nanti kalau muka saya babak belur jadi hilang ketampanan saya yang hakiki."


"Ngeles, bilang aja takut nggak ada yang mau sama kamu." Ejek Dika.


"Hehehe, itu salah satunya Tuan."


Tak terasa kini mereka sudah tiba di kediaman Mahesa. Dika memutuskan turun lebih dulu baru kemudian disusul Andre.


Bi Asih yang kebetulan ada di ruang tamu, mendengar suara deru mobil. Bi Asih langsung membukakan pintu rumah.


"Pagi Bik." Sapa Dika ketika sudah di teras rumah.


"Pagi, Den. Silakan masuk! Saya panggilkan Den Mahesa dan nyonya dulu." Pamit Bi Asih setelah mempersilakan Dika dan Andre masuk.


Bi Asih bergegas ke halaman belakang untuk memanggil Mahesa yang sedang menemani Tiara menanam bunga.


"Den Mahesa, ada tamu." Ucap Bi Asih.


"Siapa Bik?"


"Oh Dika. Ya udah sebentar lagi saya ke sana. Bibi buatin minum untuk Dika!"


"Baik Den."


Setelah Bi Asih pergi, Tiara menghampiri Mahesa yang sedang mencuci tangan.


"Tumben Dika pagi-pagi ke sini." Ujar Tiara.


"Nggak tahu juga, mungkin Sintia yang nyuruh datang." Balas Mahesa.


"Kamu mau ke mana, Yang?" Tanya Mahesa.


"Mau temuin Dika, masa ada tamu dianggurin."


"Ganti baju dulu! Kamu cuma boleh pake baju kayak gini kalau lagi sama aku aja." Titah Mahesa dengan tatapan garang.


"Hehehe ok-ok aku ganti baju dulu." Ucap Tiara lalu berlalu dari hadapan Mahesa.


"Jangan lari, Yang!"


"Apaan sih pagi-pagi udah berisik aja?" Tanya Sintia yang berpapasan dengan Mahesa yang sama-sama ingin ke ruang tamu.

__ADS_1


"Bukan apa-apa. Sana pacar kamu udah datang tuh!" Ucap Mahesa.


Sintia mengangkat bahunya masa bodo, lalu dia menemui Dika yang berada di ruang tamu.


"Maaf ya Kak, jadi ngerepotin karena disuruh mampir."


"Enggak apa-apa kok, lagian pertemuannya masih nanti siang."


"Oh gitu, silakan diminum Kak!"


Dika dan Andre meminum teh hangat yang dibuatkan oleh Bi Asih.


"Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kamu suruh mampir ke sini?" Tanya Dika.


"Iya, tadi mama buat kue kebetulan masih ada sisa, katanya biar dibawa Kak Dika aja buat bekal kalau lagi istirahat sehabis perjalanan." Jelas Sintia dan Dika menganggukkan kepalanya.


"Pagi, Dik. Udah dari tadi ya?" Sapa Tiara yang datang bersama Mahesa.


"Baru 10 menit kok, Ra."


"Apa kabar Dik?" Tanya Mahesa sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Baik, kamu sendiri apa kabar?"


"Baik juga."


"Kenalin dia asisten aku di kantor namanya Andre." Imbuh Dika.


Andre menjabat tangan Mahesa seraya memperkenalkan dirinya.


"Andre, Tuan."


"Mahesa, Kakaknya Sintia. Dan ini istri saya, Tiara." Ucap Mahesa memperkenalkan dirinya serta Tiara.


Mereka pun lanjut mengobrol sampai Dika berpamitan karena akan berangkat ke luar kota.


"Aku pamit ya. Mau langsung berangkat ke luar kota." Pamit Dika.


"Tunggu sebentar, Kak! Aku ambil dulu kuenya." Sintia berlari kecil menuju dapur untuk mengambil kue yang sudah dimasukkan ke kotak bekal.


"Ini Kak." Ucap Sintia seraya memberikan kotak bekal pada Dika.


"Makasih, aku berangkat dulu."


Setelah menerima bekal itu, Dika dan Andre langsung berangkat. Sintia mengantar sampai depan pintu, hingga mobil yang dikendarai Andre dan Dika tak terlihat lagi.


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2