Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 39. Kepanikan Mahesa


__ADS_3

Setelah kedatangan Olivia, Mahesa menjadi tidak fokus bekerja. Pikirannya hanya tertuju pada istrinya yang ada di rumah, rasa khawatir tengah menyelimuti hatinya. Takut jika terjadi sesuatu pada istrinya, apalagi saat mendengar secara jelas ucapan Olivia beberapa jam lalu.


Tut..tut


Mahesa mencoba menghubungi Tiara untuk memastikan keadaannya. Tapi sampai berkali-kali melakukan panggilan, tak ada satupun yang diangkat. Hingga panggilan terakhirnya hanya terdengar suara operator bahwa nomor sudah tidak aktif.


"Sayang, kamu ke mana sih? Jangan bikin aku khawatir." Gumam Mahesa menyugar rambutnya dengan kasar.


Akhirnya, dia memutuskan pulang untuk melihat keadaan Tiara.


"Nit, saya mau pulang dulu. Ada urusan penting, kalau ada yang ingin bertemu kamu atur jadwalnya saja!"


"Baik, Tuan."


Selama di perjalanan Mahesa tak bisa tenang. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai rumah, untung saja jalanan nampak lengang.


Sesampainya di rumah dia segera mencari Tiara, dari ruang tengah, halaman belakang hingga kamar. Namun, tak kunjung menemukan orang yang di carinya.


"Sayang, kamu di mana?"


*****


Namun, orang yang sedang dicari Mahesa kini tengah duduk di bangku taman setelah bertemu dengan Olivia. Dia sedang meredam amarahnya, berusaha menenangkan hatinya. Setelah tenang, dia mengambil ponselnya di tas ingin melihat sudah jam berapa.

__ADS_1


"Ya ampun, baterai lowbat. Gara-gara mak lampir jadi lupa tadi ponselku belum di charger." Gerutu Tiara.


"Pulang ajalah."


Tiara akhirnya, pulang karena tadi tak ada orang yang tahu dia sedang pergi.


*****


"Lho, ini mobil Mas Mahesa kok di rumah? Jangan-jangan dia udah pulang, gawat ini."


Tiara lantas berjalan cepat ke dalam rumah, mencari sosok yang diduga sudah ada di rumah. Akhirnya, dia langsung ke kamar untuk memastikan suaminya ada di sana.


"Dari mana aja?"


"Eh, itu anu. Aku habis dari taman, Mas. Bosen di rumah jadi aku keluar sebentar." Alibi Tiara, dia tidak ingin Mahesa tahu bahwa tadi pergi menemui mantan kekasih suaminya.


"Terus kenapa ponsel kamu nggak aktif?"


"Oh itu tadi baterainya lowbat, lupa belum aku charger."


"Lain kali kalau mau kemana-mana bilang dulu, jangan bikin aku khawatir!"


"Iya Mas. Maaf ya, lain kali aku bakal bilang kalau mau keluar."

__ADS_1


"Iya, janji jangan di ulangin lagi!"


"Iya Mas."


Mahesa kemudian memeluk Tiara dan mengecup puncak kepalanya. Hatinya lega karena istrinya masih dalam keadaan sehat, tapi dia tetap waspada jika sewaktu-waktu ada bahaya yang mengancam.


*****


"Arggghhh, wanita sialan. Aku pikir dia itu wanita lemah, ternyata berani juga dia melawanku."


"Kita lihat saja, apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkanmu dan merebut kembali Mahesa."


Olivia sudah dibutakan oleh obsesinya kepada Mahesa. Apapun akan dia lakukan demi tujuan utamanya, yaitu merebut kembali Mahesa.


Kesalahan yang pernah dibuatnya, tak lantas membuat Olivia menjadi sosok yang lebih baik. Kini dia menjelma bak iblis yang berwujud manusia, apa yang dia inginkan harus dia dapatkan. Sekalipun menggunakan cara yang amat kejam.


"Mahesa, kamu harus menjadi milikku! Akan aku singkirkan apa dan siapapun yang menjadi penghalang bagiku. Meskipun itu istrimu sendiri."


Olivia tertawa keras sebab yakin rencananya kali ini akan berjalan lancar. Menyingkirkan sesuatu yang menjadi kelemahan Mahesa.


"Halo, siapkan tempat yang jauh dari keramaian dan pemukiman warga! Aku ada tugas untukmu, dan ingat jangan sampai gagal!" Ucap Olivia saat menghubungi orang suruhannya. Lalu dia mengirimkan foto Tiara dan mentransfer beberapa uang kepada orang tersebut.


Siang gaesss, jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2