
Entah apa yang dipikirkan Tiara karena sejak mengetahui suaminya bertemu dengan Olivia, dia memilih mengurung diri di kamar Shaka. Perasaannya dilanda gelisah memikirkan nasibnya dengan Shaka ke depannya.
Tok tok tok
"Ra, makan dulu yuk! Dari tadi kamu nggak keluar dari kamar, kamu baik-baik aja kan?"
Mertuanya mengetuk pintu kamar Shaka karena beliau melihat Tiara sejak pulang dari taman langsung mengurung diri sampai sekarang.
"Iya Mah nanti Tiara nyusul. Mama duluan aja." Sahut Tiara dari dalam.
"Ya sudah, Mama duluan nanti kamu cepetan makan biar Shaka dijagain Bi Asih."
Mama Mahesa akhirnya, meninggalkan kamar Shaka. Beliau merasa ada yang aneh dengan sikap menantunya, tidak biasanya Tiara seperti ini.
"Ada apa dengan Tiara? Kenapa sikapnya jadi aneh setelah pulang dari taman?" Gumam Mama Mahesa.
*****
Di taman Mahesa masih bersitegang dengan Olivia sebab dia tidak percaya bahwa anak yang di kandung adalah darah dagingnya.
"Jangan pernah mencoba untuk menipuku, Oliv! Aku sangat yakin kalau anak yang kamu kandung bukanlah anakku."
"Apa kamu lupa dengan kejadian saat terakhir kali kita bertemu? Apa perlu aku berikan bukti aktivitas kita waktu di kamar hotel?" Ucap Olivia dengan tenang.
"Aku sangat mengenal sifatmu jadi, aku tidak akan pernah percaya dengan semua omong kosong kamu itu. Dan satu lagi, berhenti mengharap kalau aku akan menikahi kamu."
"Tidak masalah, kita lihat saja apa yang akan terjadi jika bukti itu sampai ke tangan istrimu." Olivia tersenyum licik karena dia yakin Mahesa pasti akan menuruti keinginannya.
"Hentikan kegilaanmu, Oliv! Kalau sampai terjadi sesuatu pada rumah tanggaku, kamu akan terima akibatnya. Ingat itu!"
Setelah mengatakan itu Mahesa langsung beranjak pergi meninggalkan Olivia, sedangkan Olivia kini dia memandang kepergian Mahesa dengan senyum liciknya.
"Memang itu yang aku inginkan, menghancurkan rumah tanggamu dengan istrimu yang kampungan itu." Gumam Olivia.
__ADS_1
****
Sesampainya di rumah Mahesa tak menemukan keberadaan istrinya di kamar. Dia pun langsung menuju kamar putranya karena yakin istrinya pasti di sana.
Ceklek
Mahesa membuka pintu kamar Shaka dan pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah istrinya tidur memeluk Shaka.
"Apa aku sanggup jika harus kehilangan kalian. Karena kehadiran kalianlah hidupku lebih berarti." Ucap Mahesa dalam hati.
Dia kemudian menyusul istrinya dan berbaring di samping Tiara yang posisinya membelakangi Mahesa. Mahesa melingkarkan tangannya ke pinggang Tiara, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang bisa menenangkan dirinya.
Sejak tadi Tiara sudah mengetahui kedatangan suaminya, tetapi dia memilih untuk pura-pura tidur agar hatinya tidak semakin sakit kala mengingat pertemuan suaminya dengan mantan kekasihnya.
Akhirnya, mereka pun tertidur di kamar Shaka.
Pukul 4 sore Tiara terbangun karena merasakan gerakan tangan mungil Shaka.
"Haus banget ya habis bobok." Tiara mengelus pipi Shaka yang semakin berisi.
Setelah menyusui Tiara langsung memandikan putranya karena waktu sudah sore.
Tak lama kemudian Mahesa bangun karena mendengar suara istrinya yang di kamar mandi. Saat melihat jam di ponselnya ternyata sudah jam 4.30.
Mahesa keluar dari kamar Shaka menuju kamarnya sendiri untuk mandi.
Selesai memandikan Shaka dan memakaikan baju, Tiara menitipka Shaka pada Bi Asih karena dia ingin mandi.
"Shaka mana Mi?" Tanya Mahesa saat istrinya masuk kamar.
"Aku titipin ke Bi Asih soalnya aku mau mandi." Jawab Tiara datar.
Tiara segera masuk kamar mandi, sedangkan Mahesa terdiam karena nada bicara istrinya yang tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Mi kamu kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Mahesa ketika Tiara sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
"Aku nggak apa-apa."
"Terus kenapa cara bicara kamu jadi berubah gini? Cecar Mahesa.
"Ke mana aja kamu seharian ini?" Tanya Tiara.
"Aku tadi keluar sebentar ketemu klien."
"Yakin? Nggak ada yang lain?"
Deg
Jantung Mahesa berdetak lebih cepat, dia semakin gugup karena pertanyaan istrinya. Dalam hati dia bertanya, apa mungkin istrinya melihat dia bertemu dengan Olivia.
"Nggak usah dijawab, Pi. Karena aku sudah tahu kamu dari mana."
"Mi, aku bisa jelasin sama kamu. Semua nggak seperti yang kamu pikirkan."
"Sekarang aku tanya sama kamu, anak siapa yang dikandung Olivia?" Tiara bertanya dengan tangan yang terkepal erat menahan sesak di dadanya.
"Itu bukan anakku, Mi. Tolong percaya sama aku, aku nggak mungkin melakukan hubungan dengan dia."
"Lalu ini apa? Apa kamu bisa jelaskan sekarang?" Tiara melempar beberapa lembar foto yang dia ambil dari laci.
Mahesa semakin tak bisa berkutik saat melihat foto yang dilemparkan istrinya. Foto di mana dia dan Olivia yang berada di bawah selimut yang sama.
"Mi, aku bersumpah nggak pernah melakukan hubungan terlarang dengan dia. Aku dijebak waktu itu tolong percaya sama aku, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa ini memang murni jebakan." Mahesa bersimpuh di hadapan Tiara, sedangkan Tiara menangis sesegukan dia semakin merasakan sakit yang amat dalam.
Sesakit inikah dikhianati, lebih sakit daripada kehilangan orang tercinta yang menghadap Sang Pencipta?
Selamat malam 🙏, tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘😘
__ADS_1