
Selepas dari makan siang, Mahesa dan Tiara sedang merebahkan diri di kamar. Hingga suara ketukan pintu, membuat Tiara yang semula merebahkan diri langsung beranjak membukakan pintu.
"Mama ganggu nggak?" Setelah pintu terbuka ternyata mama mertuanya yang berdiri di ambang pintu.
"Enggak Mah, ada apa? Mama butuh sesuatu atau butuh bantuan?" Tanya Tiara.
"Rencana Mama mau ke mall tapi sama kamu, kamu maukan? Sekali-kali Mama pengen ngerasain shopping bareng mantu Mama."
"Tiara bilang sama Mas Mahesa dulu, Mah."
Mama mertuanya pergi meninggalkan Tiara yang ingin bicara pada Mahesa untuk minta izin pergi ke mall.
"Siapa?" Tanya Mahesa saat Tiara kembali ke dalam kamar.
"Mama mau ajak aku ke mall, katanya pengen ngerasain shopping bareng menantu mama yang cantik ini." Jawab Tiara disertai memuji diri sendiri.
"Jangan pulang telat, jaga mata jaga hati. Awas aja kalau sampai lirik cowok lain!" Tiara memutar bola matanya malas dengan sikap posesif Mahesa yang kian hari semakin menjadi.
"Udah ya Mas, nggak usah berlebihan gitu. Namanya juga lagi di tempat umum wajar dong kalau nggak sengaja lihat." Jawab Tiara sambil bersiap-siap. Mahesa yang mendengar jawaban Tiara langsung memeluk tubuh Tiara dari belakang.
"Aku nggak suka ada cowok lain yang lihatin kamu apalagi sampai mengagumi kamu." Mahesa berucap sambil mencium ceruk leher Tiara dan mempererat pelukannya.
"Mas, lepasin. Kasihan nanti mama nunggu lama." Tiara sudah mengerti apa yang akan terjadi jika dia tidak menghentikan perbuatan suaminya.
"Hufftt, sebagai gantinya nanti malam kamu yang pegang kendali." Bisik Mahesa lalu menggigit kecil telinga Tiara, membuat sang empunya langsung bergidik geli.
__ADS_1
****
Tiara dan mertuanya sudah berada di sebuah mall terbesar di kota tersebut. Mereka berjalan menyusuri setiap tempat yang ada di sana. Mertua Tiara mengajaknya memasuki sebuah toko pakaian.
"Kamu boleh ambil mana yang kamu suka, Mama yang traktir jadi jangan sungkan. Anggap aja sebagai hadiah dari Mama." Ucap sang mertua ketika sudah di dalam toko.
"Iya Mah."
Saat sedang asyik memilih pakaian, dari arah depan ada seseorang yang berjalan tergesa-gesa hingga tanpa sengaja menabrak Tiara.
Brukkk
"Aduh, maaf ya Mbak. Saya nggak sengaja soalnya lagi buru-buru." Ucap orang yang telah menabrak Tiara yang tak lain adalah Mama Dika.
"Tidak apa-apa Nyonya." Tiara membantu memunguti belanjaan Mama Dika yang terjatuh saat menabraknya tadi.
"Aqila." Mama Dika tertegun sejenak saat bersitatap dengan Tiara, mata bulat milik Tiara sangat mirip dengan mendiang putrinya yang sudah tiada.
"Nyonya?" Panggil Tiara saat Mama Dika tak memberikan respon dari pertanyaannya.
"Eh iya, saya nggak apa-apa. Sekali lagi maaf Mbak saya tadi nggak sengaja." Jawab Mama Dika saat tersadar dari lamunannya.
"Iya Nyonya."
"Kalau begitu saya permisi dulu. Semoga nanti kita bisa ketemu lagi." Setelah mengucapkan itu, Mama Dika bergegas pergi dari mall menuju rumah sakit.
__ADS_1
Karena saat sedang berbelanja, beliau mendapat panggilan dari Dika bahwa suaminya masuk rumah sakit. Hal itu membuat Mama Dika menjadi tidak fokus hingga akhirnya menabrak Tiara.
****
Sesampainya di rumah sakit, Mama Dika langsung menuju UGD dan di sana Dika masih menunggu dokter yang memeriksa papanya.
"Gimana keadaan papa, Dik?" Tanya Mama Dika saat sudah di hadapan putranya.
"Masih diperiksa oleh dokter, Mah. Mama duduk aja tenangin diri. Mungkin papa hanya kecapekan aja makanya langsung pingsan waktu mau meeting diluar.
"Semoga saja, Mama takut kalau sampai papa kamu kenapa-kenapa."
"Kita berdoa semoga semua baik-baik aja." Dika mengelus pundak sang Mama, memberikan ketenangan. Dika tahu Mamanya begitu takut jika terjadi hal yang tak diinginkan seperti saat kepergian sang adik.
"Keluarga dari Bapak Bramantyo?" Tanya dokter yang memeriksa Papa Dika.
"Saya anaknya, Dok. Bagaimana keadaan papa saya?" Jawab Dika lalu menghampiri Dokter Ibrahim.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, beliau hanya butuh istirahat cukup, akibat terlalu kelelahan. Sebentar lagi beliau akan di pindah ke ruang perawatan." Jelas Dokter Ibrahim.
"Syukurlah." Ucap Dika dan mamanya saat sudah mendengar penjelasaan dokter.
"Kalau begitu saya permisi dulu."
Dokter Ibrahim kemudian berlalu meninggalkan Dika dan mamanya yang masih di UGD, tak lama setelah itu Papa Dika segera di pindahkan ke ruang perawatan.
__ADS_1
Hai gaess, maaf ya baru sempet up. soalnya tadi masih sibuk sama dunia nyata.
Jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘😘