Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

"Permisi Tuan!" Ucap Andre ketika membuka pintu ruangan Dika. "Ada apa Ndre?" Tanya Dika lalu menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Nona Icha sudah di kafe yang Tuan maksud." Ucap Andre. "Icha?" Tanya Dika sambil mengerutkan keningnya karena bingung.


"Iya Tuan, gadis yang akan Tuan temui sore ini." Jelas Andre. "Oh gadis itu, baiklah saya bereskan dulu pekerjaan saya. Nanti kita langsung ke sana."


"Baik Tuan." Ucap Andre lalu keluar dari ruangan Dika.


Setelah Andre keluar, Dika segera membereskan dokumen penting yang ada di mejanya dan menyimpannya di rak khusus dokumen.


Dika kemudian keluar dari ruangannya lalu menghampiri Andre yang sudah berada di lobby kantor.


Kini Dika dan Andre berangkat ke kafe yang ada di sekitar taman kota. Tak ada percakapan yang terjadi antara keduanya sebab Dika sedang fokus dengan ponselnya sendiri.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba di kafe tersebut. Andre segera memarkirkan mobilnya, lalu Dika turun lebih dulu baru disusul Andre setelahnya.


"Posisinya sekarang di mana?" Tanya Dika sambil berjalan memasuki kafe. "Ada di meja dekat kasir Tuan."


Setelah mendengar perkataan Andre, Dika bergegas menghampiri Icha karena ingin masalahnya cepat selesai.


"Selamat sore Nona Icha." Sapa Andre saat sudah tiba di hadapan Icha. "Selamat sore Tuan. Silakan duduk!" Balas Icha.


"Terima kasih. Sebaiknya kita langsung ke pembicaraan saja karena saya ada janji setelah ini." Tutur Dika. Icha hanya mengangguk dengan tangan yang sudah mengeluarkan keringat dingin karena gugup.


"Ini adalah total semua perbaikan mobil saya. Tidak ada yang saya manipulasi karena itu nota asli dari pihak bengkel." Ucap Dika sambil menyodorkan nota pembayaran pada Icha.


Icha meraih nota itu dengan tangan gemetar, dia lalu melihat angka yang tertera di nota tersebut.


"Li-lima juta Tuan?" Tanya Icha menatap ke arah Dika. "Kamu nggak buta huruf kan? Tentu kamu sudah tahu nominal yang tertera di situ." Jelas Dika.


"Tapi saya tidak punya uang sebanyak ini."


"Lalu?"


"Emm, apa saya boleh membayarnya dengan mencicil Tuan?"


"Mau dicicil berapa kali?"


"Sampai lunas Tuan. Gaji saya sebulan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari."


"Gaji kamu sebulan berapa?" Tanya Dika lagi. "800 ribu Tuan, saya juga masih punya adik yang butuh biaya sekolah."


Dika berpikir sejenak, walaupun sebenarnya dia sudah tahu semua tentang asal usul Icha. Dia hanya ingin menguji kejujuran Icha, dan ternyata semua sama persis seperti yang diceritakan Andre saat akan berangkat ke kafe tadi.

__ADS_1


"Begini saja, kamu masuk sore berapa kali dalam seminggu?"


"Saya shift sore 3 kali seminggu Tuan."


"Kalau begitu setiap kamu shift sore, paginya kamu datang ke kantor saya untuk membersihkan ruangan dan menyiapkan apa yang saya butuhkan. Karena kebetulan OB yang biasa membersihkan ruangan saya baru saja resign."


"Saya akan akan gaji kamu 1,5 juta tapi yang 500 ribu saya potong sebagai cicilan kamu. Bagaimana?" Tawar Dika. Icha berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.


"Jam kerja mulai jam berapa Tuan?"


"Jam 7 pagi kamu sudah di kantor dan membersihkan ruangan saya. Setelah jam istirahat siang kamu boleh pulang." Jelas Dika.


"Baik Tuan kalau begitu saya mau." Ucap Icha dengan mantap.


"Ok, berarti kamu bekerja selama 10 bulan ke depan." Ujar Dika lalu menatap Andre, Andre yang mengerti tatapan dari Dika langsung menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.


"Silakan tanda tangan di sini! Ini sebagai bukti jika Anda setuju dengan yang dikatakan oleh Tuan Dika barusan." Ucap Andre menyodorkan selembar kertas yang berisi perjanjian jika Icha menyetujui perkataan Dika.


Icha membaca sejenak isi perjanjian tersebut karena dia juga tak ingin merasa dirugikan. Setelah yakin tak ada hal yang merugikan dia, dia langsung menanda tangani surat perjanjian itu dan mengembalikan pada Andre.


"Terima kasih untuk waktunya Nona. Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Andre lalu menyalami Icha.


"Sama-sama Tuan."


"Semoga keputusanku benar." Gumam Icha.


-


-


-


Setelah makan siang bersama Dika tadi, kini Sintia sedang memilih baju yang akan dia kenakan untuk kencan nanti malam.


"Pakai yang ini aja. Nggak terlalu mencolok warnanya dan yang pasti kelihatan cantik." Ucap Sintia sambil tersenyum senang.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang. Sintia pun bersiap-siap karena sebentar lagi Dika akan datang menjemputnya.


Tok tok tok


"Aunty, Om Dika udah datang tuh." Ucap Tiara dibalik pintu kamar. "Iya Kak. Sebentar lagi aku ke sana." Sahut Sintia dari dalam.


10 menit kemudian, Sintia sudah bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


"Maaf Kak jadi nunggu lama." Ucap Sintia pada Dika saat sudah duduk di sebelah Tiara.


"Enggak apa-apa." Jawab Dika sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya izin ajak Sintia jalan dulu Tante." Ucap Dika pada Mama Mahesa.


"Iya, kalian hati-hati! Jangan pulang larut malam." Ujar Mama Mahesa.


"Baik Tante."


"Aku pergi dulu, Mah." Pamit Sintia lalu menyusul Dika yang sudah keluar lebih dulu.


"Semoga kencannya berjalan lancar." Ucap Tiara sambil mengacungkan dua jempolnya pada Sintia.


Dika dan Sintia sudah tiba di salah satu mall. Mereka memutuskan untuk ke bioskop terlebih dahulu.


"Mau nonton film apa?" Tanya Dika. "Apa aja Kak, yang penting bukan film horror." Jawab Sintia.


Akhirnya, Dika membeli tiket untuk menonton film romantis bersama Sintia.


"Kita beli popcorn dan minuman dulu." Ucap Dika lalu menggandeng tangan Sintia. Sintia yang mendapat perlakuan seperti itu langsung gugup karena ini kali pertama dia berpegangan tangan dengan laki-laki selain papa dan kakaknya.


"Nih kamu bawa!" Dika memberikan satu bungkus popcorn. "Kok cuma satu Kak?" Tanya Sintia.


"Satu untuk berdua, kan mau nonton film romantis. Jadi, jangan kalah sama yang ditonton." Jelas Dika sambil menaik turunkan alisnya menggoda Sintia.


"Kak Dika bisa aja." Ucap Sintia dengan pipi yang memerah.


Mereka langsung masuk ke bioskop dan mencari kursi di bagian belakang agar bisa leluasa.


Selesai menonton film Dika mengajak Sintia untuk makan malam di restoran yang ada di mall tersebut.


"Kamu alergi seafood nggak?" Tanya Dika.


"Enggak Kak." Jawab Sintia.


Dika pun memesan 2 porsi kepiting saus pedas manis dan 2 gelas lemon tea.


Tak lama kemudian pesanan mereka sudah datang. Dika dan Sintia langsung menikmati makan malam mereka dengan tenang.


Selesai makan malam mereka memutuskan untuk langsung pulang karena besok pagi Dika akan mengajak Sintia pergi ke pantai.


Siang all, jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ya 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2