Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 63. Sadar 2


__ADS_3

Mama Mahesa yang mendapat kabar dari putranya langsung bergegas menuju kamar Sintia.


"Sin, ini Mama." Mama Mahesa memanggil Sintia setelah mengetuk pintu kamar.


"Masuk aja, Mah!"


"Ayo, kita ke rumah sakit sekarang!"


"Ada apa Mah? Apa terjadi sesuatu dengan kakak ipar?" Sintia mendekati mamanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Udah pokoknya kamu ikut aja, Mama mau panggil Bi Asih dulu buat jagain Shaka selama kita pergi."


"Buruan siap-siap! Mama tunggu didepan."


Mama Mahesa meninggalkan kamar Sintia, sedangkan Sintia mulai bersiap dengan perasaan yang tak menentu.


Kini Mama Mahesa dengan Sintia sedang di perjalanan menuju rumah sakit. Sejak tadi Sintia sudah penasaran kenapa mamanya begitu buru-buru mengajak ke rumah sakit, tapi setiap kali bertanya pasti hanya jawaban menggantung yang didapatnya.


Akhirnya, mereka telah tiba di rumah sakit. Mama Mahesa menggandeng tangan Sintia agar mengikutinya ke ruang rawat Tiara.


"Mah, kok kita ke sini? Siapa lagi yang sakit? Bukannya kakak ipar ada di ICU?" Tanya Sintia bingung.


Sesampainya di depan ruangan yang dituju, Mama Mahesa meminta Sintia yang membuka pintu terlebih dahulu. Sintia semakin dibuat bingung oleh mamanya tapi dia melakukan apa yang dikatakan mamanya.


Deg


Tubuhnya seketika mematung saat melihat seseorang di hadapannya. Perlahan dia mendekati seseorang yang sedang berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


Orang itupun membalas tatapan Sintia dengan tersenyum, wajah yang masih terlihat pucat tapi mampu membuat air mata Sintia meluncur deras.


"Kakak!" Lirih Sintia lalu segera memeluk tubuh lemah Tiara dengan isak tangis.


"Jangan tinggalin aku, Kak! Aku nggak mau kehilangan Kakak, aku sayang Kakak."


"Kakak juga sayang kamu, Kakak nggak akan ninggalin siapapun." Ucap Tiara dengan pelan sambil mengelus kepala Sintia.


Mahesa dan mamanya ikut terharu melihat pemandangan itu, kasih sayang saudara ipar yang seperti saudara kandung.


"Akhirnya, kamu bangun juga Ra! Mama bener-bener takut terjadi apa-apa sama kamu. Mama nggak bisa bayangin gimana hidup kita tanpa kamu, apalagi Mahesa dan Shaka yang paling butuh kehadiran kamu." Ucap Mama Mahesa yang sudah berdiri di samping Sintia.


"Maafin Tiara, Mah. Udah bikin Mama dan yang lain khawatir, Mama pasti kerepotan harus ngurus Shaka." Ucap Tiara yang kini sudah berlinang air mata.


"Mama nggak repot sama sekali, Ra. Tapi, Mama cuma kasihan lihat Shaka yang nggak ketemu maminya seminggu ini."


****


"Mah, barusan Mahesa telepon aku katanya Tiara udah sadar dari koma!"


"Serius?" Tanya Mama Dika yang dijawab anggukan oleh Dika.


"Alhamdulillah, Mama seneng banget dengernya. Kamu tanya Mahesa di mana Tiara di rawat! Nanti kita ke sana kalau pekerjaanmu sudah selesai." Ucap Mama Dika.


"Iya Mah, nanti Dika usahain buat pulang lebih awal. Ya sudah Dika tutup dulu teleponnya."


Mama Dika terlihat begitu bahagia mendengar kabat bahwa Tiara sudah sadar.

__ADS_1


"Semoga setelah ini tidak ada lagi kesedihan dalam keluarga kalian, Tiara!" Dan Tante berharap pelakunya cepat tertangkap!" Ucap Mama Dika dalam hati.


****


"Sayang, kamu mau makan apa? Biar aku beliin." Ucap Mahesa setelah Sintia dan mamanya pulang.


"Nggak usah, aku mau istirahat lagi aja. Kepalaku rasanya masih agak pusing."


"Ya udah, kalau butuh apa-apa bilang aku!"


"Iya Mas."


"Oh iya hampir lupa, nanti Dika dan mamanya mau ke sini jenguk kamu."


Tiara tak menjawab hanya air matanya yang keluar, merasa terharu karena masih banyak orang yang menyayanginya.


"Kenapa nangis? Apa ada yang sakit?" Tanya Mahesa cemas namun, Tiara hanya menggeleng.


"Maafin aku udah buat semua orang khawatir, aku cuma bisa nyusahin kalian. Aku emang nggak berguna."


"Hei, kenapa ngomong gitu? Nggak ada yang merasa disusahkan kamu, semua orang menyayangi kamu. Jadi, jangan ngomong kayak gitu! Kamu itu istri dan mami yang sangat baik untuk aku dan Shaka." Ucap Mahesa sambil memeluk istrinya yang menangis sesegukan.


"Sekarang kamu istirahat, jangan terlalu banyak pikiran! Kamu harus sehat dulu biar cepet pulang dan berkumpul lagi bareng Shaka dan yang lain."


Mahesa mengecup kening Tiara lalu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya. Kemudia dia beranjak menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.


Like dan komen ya 😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2