Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 38. Kedatangan Olivia


__ADS_3

"Papi kerja dulu, ya. Jangan nakal, baik-baik sama mami!" Mahesa mengelus perut Tiara dan mengajak bicara calon anak yang sebentar lagi akan meramaikan suasana rumah.


Setelah berpamitan pada calon bayi, Mahesa mencium perut Tiara lalu beralih mencium kening dan bibir istrinya.


"Aku berangkat dulu, kalau ada apa-apa langsung kabari aku!"


"Iya Mas, hati-hati di jalan! Jangan lupa makan siang!"


"Siap Mami."


Sesampainya di kantor, Mahesa memasuki ruangannya lalu duduk di kursi kebesaran. Saat sedang memeriksa dokumen penting, Dia dikejutkan dengan suara dari seseorang yang amat dibencinya. Hingga membuatnya berfikiran bahwa wanita memang pengkhianat.


"Selamat pagi, Sayangku. Lama nggak ketemu, apa kabar?"


"Kamu." Mahesa mengepalkan kedua tangannya dengan rahang yang mengeras, pertanda emosinya sedang naik.


"Iya, ini aku kekasih yang paling kamu cintai." Olivia berjalan mendekati Mahesa, dan berdiri di depan Mahesa yang hanya terhalang meja.


"Masih berani kamu menampakkan wajahmu di hadapanku?" Mahesa menggebrak meja karena sudah terpancing emosi.


"Uhh, santai dulu. Nggak perlu buang tenaga buat marah-marah. Bukankah kita ini sepasang kekasih tapi kenapa kamu menyambutku dengan amarah?" Tanya Olivia dengan tenang, seakan tak pernah berbuat kesalahan.


"Lebih tepatnya mantan karena sejak hari di mana kamu mengkhianatiku. Saat itu juga kamu bukan siapa-siapa bagiku."


"Jadi, lebih baik sekarang kamu keluar dari sini! Atau mau aku panggilkan security agar menyeretmu dari sini?" Ucap Mahesa sambil menunjuk wajah Olivia.


"Ok, aku mengalah kali ini. Kamu lihat saja, akan ada kejutan yang sudah menantimu. Emm terutama untuk istrimu." Olivia tersenyum menyeringai, lalu pergi meninggalkan ruangan Mahesa.


Setelah kedatangan Olivia, kini dia mulai was-was akan keselamatan istrinya. Apalagi keadaan Tiara yang saat ini tengah mengandung buah hatinya.


"Ya Tuhan, tolong jaga anak dan istriku!" Gumam Mahesa sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


*****


Ting


Tiara yang tengah membaca buku tentang seputar kehamilan, mengalihkan pandangan pada ponselnya yang berbunyi. Ada notifikasi pesan masuk dari nomor asing.


Temui aku di restoran dekat taman kota, ada yang ingin aku sampaikan. Penting!


Begitulah isi pesan dari nomor tersebut, membuat Tiara mengernyitkan dahinya karena penasaran siapa yang telah mengiriminya pesan. Ataukah orang salah kirim.


Ini siapa? Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan? Balas Tiara.


Ting


Ini tentang suamimu. Jadi, datang saja ke tempat yang sudah aku tunjukkan.


Deg


Karena rasa penasaran yang kian membuncah akhirnya, Tiara memutuskan untuk menemui orang yang mengiriminya pesan tadi.


Saya sudah tiba di restoran, kamu di mana?


Tiara mengirim pesan pada nomor asing tadi, sambil melihat setiap sudut ruangan di restoran tersebut.


Ting


Aku ada di meja dekat jendela restoran. Kemarilah!


Tiara kemudian bergegas menuju meja yang sudah diberitahukan. Saat sudah berada di meja yang dituju, Tiara begitu terkejut saat tahu siapa orang yang ingin menemuinya.


"Hai, silakan duduk! Kita bisa pesan minum dulu sebelum ke pembicaraan." Ucap Olivia mempersilakan Tiara duduk di kursi yang berhadapan dengannya.

__ADS_1


Orang asing yang mengirimi pesan Tiara tadi yakni Olivia, dia sengaja ingin bertemu dengan Tiara agar rencana yang sudah dia siapkan berjalan lancar.


"Terima kasih, lebih baik langsung ke intinya saja. Karena saya harus istirahat." Ucap Tiara sambil mengelus perut buncitnya.


Melihat pemandangan di depan matanya, membuat Olivia semakin yakin untuk menyingkirkan Tiara dari hidup Mahesa. Agar dia bisa memiliki Mahesa seutuhnya.


Dia tidak akan membiarkan wanita di hadapannya ini hidup bahagia.


"Baiklah, perkenalkan saya Olivia. Kekasih dari Mahesa Pratama."


Ucapan dari Olivia membuat Tiara geram, bisa-bisanya dia memperkenalkan diri sebagai kekasih suaminya.


"Oh ya? Bukankah kalian sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi?" Jawab Tiara tenang, walau sebenarnya dia ingin sekali mencabik muka wanita tak tahu diri itu.


"Ya, itu memang benar, kami putus karena aku yang masih terlalu sibuk dengan karirku. Tapi sekarang aku sudah sadar bahwa Mahesa adalah segalanya untukku."


"Apa kamu yakin Mahesa masih mau kembali denganmu? Kamu kembali karena ingin ada yang menopang gaya hidup mewahmu, kan?"


Pertanyaan dari Tiara sukses membuat Olivia terpancing emosi. Olivia pun menggebrak meja dan menuding ke arah Tiara.


"Jaga ucapanmu, seharusnya kamu sadar. Siapa yang lebih pantas bersanding dengan Mahesa. Kamu itu cuma wanita kampung, sangat jauh berbeda dengan Mahesa yang dari keluarga terpandang."


"Saya memang wanita kampung, tapi saya masih bisa menjaga harga diri sebagai wanita. Tidak melakukan segala macam cara demi menuruti nafsu sesaat, bahkan rela menjajakan tubuhnya pada banyak pria." Ucapan menohok dari Tiara semakin membangkitkan amarah Olivia.


"Beraninya kamu menghinaku." Ucap Olivia penuh amarah.


"Saya tidak menghina, tapi saya bicara sesuai fakta yang ada."


Setelah mengucapkan itu, Tiara bergegas pergi sebelum ikut terpancing emosinya. Seandainya dia tidak sedang hamil, mungkin dia akan meladeni wanita itu hingga lelah.


"Maaf ya, Nak. Hampir aja Mami lepas kontrol ikut emosi." Ucap Tiara lalu mengelus perutnya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😍😍😍😘😘😘


__ADS_2