Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tak terasa hubungan Dika dengan Sintia sudah berjalan satu bulan. Selama satu bulan itu pula Icha bekerja di kantor Dika sebagai OG khusus di ruangan Dika.


"Kakak ke mana Mah? Kok nggak kelihatan." Tanya Sintia yang baru bangun dan duduk bersama mamanya di ruang tengah.


"Mereka ke rumah sakit, kayaknya Tiara lagi hamil." Jawab Mama Mahesa tanpa mengalihkan pandangannya pada majalah yang dibaca.


Uhukk uhukk


Sintia yang sedang minum susu langsung tersedak saat mendengar ucapan mamanya. "Mama serius?"


"Serius, tunggu mereka pulang pasti nanti hasilnya positif." Ucap Mama Mahesa.


"Mama!"


Benar saja, baru beberapa menit mamanya bicara kini teriakan Mahesa sudah menggema di penjuru rumah.


"Apa sih, kamu tuh lama-lama kayak Sintia. Gerutu Mama Mahesa.


"Bentar lagi Mama bakal punya cucu lagi."


"Beneran?" Tanya Mama Mahesa dan Sintia bersamaan.


"Kompak banget sih." Goda Tiara lalu mengambil hasil usg tadi untuk diberikan pada mertuanya.


"Yey aku bakalan punya ponakan lagi." Ucap Sintia dengan tepuk tangan seperti baru mendapat rejeki nomplok.


"Makasih, Ra. Mama seneng banget dengernya, rumah ini bakal rame sama suara cucu-cucu Mama." Tutur Mama Mahesa sambil memeluk Tiara dengan penuh kasih sayang.


"Kali ini aku bakalan tahu kalau Kakak Ipar lagi ngidam. Waktu hamil Shaka aku kan nggak di rumah, sekarang pengen lihat secara langsung orang hamil yang lagi ngidam."


"Dan semoga nanti kamu yang bakal jadi korban ngidamnya Mami Shaka." Ujar Mahesa dengan santainya sebab dia sudah merasakan bagaimana saat Tiara sedang ngidam.


"Emang kenapa? Kan hal wajar kalau orang hamil lagi ngidam." Ucap Sintia karena bingung dengan maksud Mahesa.


"Udah kamu tunggu aja."


"Kamu nggak ke kantor, Mas?" Tanya Tiara.


"Lah tadi mau ke kantor digelendotin mulu, giliran di rumah malah ditanya ke kantor apa enggak." Protes Mahesa sambil merebahkan diri di sofa.


"Hahahaha, sekarang udah enggak pengen deket kamu. Jadi, kamu ke kantor aja. Aku mau tidur lagi." Ucap Tiara tanpa rasa bersalah dan berlalu ke kamarnya.


Mahesa menghela napas lesu, sedangkan Sintia dan mamanya hanya tertawa melihat nasib Mahesa yang selalu dibuat pusing saat Tiara hamil.


*****


Siang harinya Sintia sedang melakukan panggilan video dengan Dika. "Ke mana aja sih, dari tadi pagi dihubungi nggak diangkat?" Tanya Dika.


"Maaf Kak, tadi ponsel aku ada di kamar. Jadi, nggak tahu kalau Kakak telepon." Jelas Sintia.


"Kamu lagi ngapain sekarang?"


"Lagi santai aja. Oh ya, Kakak tahu nggak, sekarang Kak Tiara lagi hamil lagi."

__ADS_1


"Hah? Serius kamu?" Tanya Dika yang sama terkejutnya seperti Sintia tadi.


"Iya, bener."


"Tokcer juga kakak kamu. Kita nikah yuk! Biar cepet punya kayak mereka."


Blush


Pipi Sintia langsung merona mendengar godaan Dika.


"Tunggu aku selesai wisuda Kak."


"Kamu kapan wisudanya?"


"3 bulan lagi."


"Kak!" Panggil Sintia. "Iya, ada apa?" Tanya Dika.


"Seandainya setelah nikah aku kerja boleh nggak?"


"Boleh aja sih, tapi kerjanya sama aku."


"Kerja apa?"


"Jadi sekretarisku sekaligus istri yang siap layani aku di rumah dan di ranjang."


Pyarrrr


"Ada apa Kak?" Tanya Sintia yang juga mendengar suara itu.


"Sebentar ya!" Ucap Dika.


Dika beranjak dari kursi lalu menghampiri Icha yang memunguti pecahan cangkir di dekat pintu.


"Kamu bisa hati-hati nggak? Bawa cangkir aja bisa sampai jatuh." Tegur Dika.


"Ma-maaf Tuan, tadi kaki saya tersandung waktu mau masuk." Ucap Icha gugup.


"Cepat kamu bersihin! Jangan sampai ada orang yang jatuh karena tumpahan kopi itu." Titah Dika.


"Baik Tuan."


Setelah menegur Icha, Dika kembali duduk di kursinya karena panggilan video dengan Sintia masih tersambung.


"Itu tadi siapa Kak? Kok kayak suara cewek." Tanya Sintia yang memang mendengar suara Icha.


"Dia OG yang baru sebulan ini kerja gantiin OG yang biasa bersihin ruangan aku."


"Oh gitu."


Dika dan Sintia melanjutkan obrolan mereka dengan canda tawa dan godaan Dika.


-

__ADS_1


-


-


-


Sementara itu, Icha yang baru selesai membersihkan pecahan cangkir langsung masuk toilet yang ada di pantry.


"Kenapa rasanya sesakit ini? Kamu b*doh Icha, kamu bukan siapa-siapa Tuan Dika untuk apa kamu nangis karena cemburu!" Rutuk Icha pada dirinya sendiri.


Tak dapat dipungkiri, seiring berjalannya waktu dan intensitas bertemu dengan Dika membuat Icha diam-diam mengagumi sosok Dika.


Entah sejak kapan rasa itu hadir, setiap kali memandangi wajah tampan milik Dika hatinya merasa damai.


Hasrat ingin memiliki Dika pun kerap kali muncul dalam benaknya. Dia ingin Dika menjadi miliknya, tapi kembali lagi pada realita yang nyatanya tak seperti ekspektasinya.


Perbedaan kasta membuat Icha tersadar bahwa apa yang dia harapkan belum tentu jadi kenyataan. Dia ibarat pungguk yang merindukan bulan.


Tok tok tok


"Siapa di dalam?" Tanya seseorang dari luar.


"Icha, Mbak. Sebentar." Ucap Icha lalu mencuci mukanya agar tidak terlihat sehabis menangis.


Ceklek


Pintu toilet terbuka, Icha tersenyum kepada salah satu OG yang tadi mengetuk pintu.


"Maaf ya, Mbak. Tadi perut saya mules makanya agak lama." Ucap Icha.


"Iya, enggak apa-apa. Kamu kok belum pulang, bukannya udah habis ya jam kerja kamu?"


"Iya, ini mau siap-siap untuk pulang Mbak."


"Oh, hati-hati di jalan!"


"Iya Mbak."


Icha membuka loker dan mengambil tas selempangnya, setelah memastikan tak ada yang tertinggal dia langsung bergegas pulang.


Setelah sampai rumah, Icha langsung membersihkan dirinya lalu pergi ke restoran tempatnya bekerja.


"Kakak langsung berangkat ke restoran?" Tanya Vita, adik Icha satu-satunya.


"Iya, udah waktunya gantian shift sama yang lain. Kasihan nanti kalau Kakak datang agak telat."


"Oh ya udah, jangan lupa makan Kak! Nanti saking semangatnya kerja sampai lupa waktu buat makan."


"Iya, Dek. Kakak berangkat dulu ya, baik-baik di rumah!" Pamit Icha lalu berangkat ke restoran.


Selamat sore, jangan lupa untuk terus like dan komen ya 😁😁. Karena cerita ini bakal aku bikin agak lama endingnya, kira-kira enak dibikin yang sad ending atau happy ending?


Tulis jawaban kalian dikolom komentar ya!

__ADS_1


__ADS_2