
Mahesa bersimpuh di hadapan Tiara sambil menggenggam kedua tangannya, "Kita pulang, ya! Kasihan mama, mama rindu pengen ketemu kamu dan Shaka. Setidaknya pulanglah demi mama!"
Tiara menangis sesegukkan, Mahesa menarik tubuh Tiara ke dalam pelukannya. "Aku udah jahat sama mama, aku udah nyakitin perasaan mama karena pergi tanpa pamit."
"Enggak Sayang, ini semua salah aku. Semua masalah ini terjadi karena aku." Ucap Mahesa sambil mengelus punggung istrinya.
"Aku janji setelah ini nggak akan ada lagi yang aku sembunyikan dari kamu." Lanjut Mahesa sambil menangkup wajah istrinya.
Tiara memegang tangan suaminya lalu melepas tangkupannya, "Kamu tuh kebanyakan janji, Mas. Tapi nggak ada satupun yang kamu tepati."
"Iya, Sayang aku minta maaf. Kali ini aku benar-benar akan buktikan omonganku, akan aku turuti apapun permintaan kamu."
"Mas yakin bakal menuruti semua permintaanku?"
"Iya, apapun yang kamu minta aku turuti."
"Enggak nyesel nantinya?"
"Enggak, kamu mau minta apa?"
"Kalau udah pulang, Mas tidur di kamar lain!"
Mahesa melongo mendengar permintaan istrinya, "Kok gitu sih, Yang. Mana bisa aku tidur sendiri."
"Emang selama 3 bulan ini kamu tidur sama siapa, Mas? Bukannya tidur sendiri, atau jangan-jangan..?"
"Jangan aneh-aneh deh, Yang. Selama kamu pergi aku jarang tidur di rumah karena males pulang nggak ada kamu." Protes Mahesa sambil mencubit hidung Tiara.
"Masa?"
"Bohong, Ra. Dia sering jalan sama cewek waktu kamu pergi." Sahut Dika yang baru saja masuk rumah.
"S*alan nih anak, jangan jadi kompor bisa nggak." Geram Mahesa.
Mahesa menatap Tiara sambil memegang tangan Tiara dengan erat. "Jangan percaya, Yang. Demi Allah aku nggak pernah keluar malam apalagi sama cewek."
"Hahaha, lihat tuh papi kamu. Suami takut istri." Ejek Dika sambil melihat Shaka seolah sedang berbicara dengan Shaka.
"Kampret lo." Gerutu Mahesa sambil melempar bantal kursi ke arah Dika.
__ADS_1
"Hahahahahaha." Tiara dan Dika tertawa melihat Mahesa yang selalu terpojok.
-
-
-
Sesuai permintaan Mahesa kemarin, hari ini Tiara dan Shaka ikut pulang. Tiara sedang membereskan pakaian miliknya dan milik Shaka lalu dia berpamitan pada Mbok Sumi.
"Tiara pulang ya Mbok! Simbok jaga kesehatan jangan sampai kecapekan." Pamit Tiara sambil memeluk Mbok Sumi.
"Iya Nduk. Kamu baik-baik di sana, ya. Kalau ada waktu main ke sini lagi." Pesan Mbok Sumi.
"Iya, Mbok. Tiara bakalan kangen sama Simbok."
"Simbok juga bakal kangen sama masakan kamu, apalagi sama anak ganteng ini." Ucap Mbok Sumi sambil mencubit pipi gembul Shaka.
"Kita pergi dulu Mbok, makasih sudah menemani Tiara dan Shaka di sini." Pamit Mahesa.
"Sama-sama, tolong jaga Tiara dengan baik. Jangan buat dia merasakan kesedihan, sudah cukup untuknya hidup dalam kesedihan sebagai anak sebatang kara."
"Kalian hati-hati di jalan!"
"Iya Mbok."
Akhirnya, mereka meninggalkan rumah peninggalan nenek Tiara. Sebenarnya Tiara ingin mengajak Mbok Sumi untuk ikut dengannya, tapi Mbok Sumi menolak karena ingin menua di desa kelahirannya.
Setelah 3 jam perjalanan, mereka pun telah tiba di Kota Z. Sesampainya di stasiun, Dika pamit pulang terlebih dulu karena akan langsung ke kantor.
Kini tinggal Tiara dan Mahesa yang masih di sekitar stasiun. Mereka ingin membeli sesuatu untuk oleh-oleh mamanya dan Sintia.
Bahkan tidak ada yang tahu kepulangan Tiara dan Mahesa, mereka sengaja merahasiakan kedatangannya karena ingin memberi kejutan mamanya.
"Kita mau ke mana?" Tanya Mahesa.
"Ke toko kue aja, Mas. Beliin kue kesukaan mama dan Sintia."
"Ya udah, kita duduk di sana aja sambil nunggu taksinya datang." Ajak Mahesa sambil menunjuk bangku yang ada di seberang stasiun.
__ADS_1
Tak lama kemudian, taksi yang mereka tunggu sudah datang. Mereka meminta supir untuk mengantar ke toko kue terlebih dulu.
45 menit kemudian mereka sudah tiba di rumah, Mahesa keluar dari taksi lalu disusul Tiara. Saat taksi sudah pergi, Mahesa menggandeng tangan Tiara lalu membuka gerbang rumah yang kebetulan tidak di kunci.
"Mas, aku takut." Lirih Tiara sambil meremas tangan Mahesa.
"Takut kenapa?"
"Takut mama benci dan nggak mau ketemu aku karena udah bikin mama kecewa."
"Kamu tenang aja! Mama pasti senang lihat kamu pulang. Sekarang kita masuk ya!" Mahesa membuka pintu rumah sambil menggandeng tangan Tiara.
Ketika sudah di dalam Mahesa segera menuju kamar mamanya.
Ceklek
Mahesa membuka pelan pintu kamar dan tampaklah mamanya yang sedang duduk bersandar di ranjang.
"Mama!" Lirih Tiara.
"Tiara, Shaka. Kalian pulang, Nak."
Tiara berhambur memeluk mertuanya yang menangis melihat kedatangannya. "Maafin Tiara, Mah. Tiara udah bikin Mama sakit kayak gini."
"Enggak, Nak. Mama sakit bukan karena kamu, tapi memang Mama sudah tua. Mama seneng lihat kamu dan Shaka kembali." Ucap Mama Mahesa sambil mengecup kening Tiara dan Shaka bergantian.
"Cucu Oma udah besar, ya. Oma kangen banget sama Shaka." Mama Mahesa beralih menatap Shaka lalu memangkunya.
Shaka pun juga ikut menatap wajah omanya, tangan mungilnya menyentuh pipi Mama Mahesa.
"Ma." Panggil Shaka untuk pertama kalinya pada Mama Mahesa.
"Iya Sayang ini Oma Shaka." Jawab Mama Mahesa lalu mencium seluruh wajah Shaka hingga si empunya tertawa.
Melihat pemandangan tersebut Mahesa sangat bersyukur, kini mamanya sudah bisa tersenyum lagi. Semenjak Tiara pergi dari rumah, mamanya jarang sekali tersenyum apalagi berbincang seperti biasanya.
Seakan beliau kehilangan separuh jiwanya dan sekarang beliau bisa kembali tersenyum karena kedatangan Tiara dan Shaka.
Rumah yang tadinya sepi senyap, sekarang kembali ramai karena celotehan Shaka. Semoga kebahagiaan ini akan selalu terasa dan hadir diantara mereka.
__ADS_1
Malam semuanya, jangan lupa like dan komen 😍😘😘