
Saat sedang asik membuat adonan, ponsel Sintia yang ada diatas meja dapur bergetar.
"Hai!" Sapa Dika dari seberng telepon. "Hai juga, Kak." Ucap Sintia dengan malu-malu padahal dia ingin melompat kegirangan.
"Aku ganggu, ya? Kayaknya kamu lagi sibuk."
"Enggak kok, Kak. Lagi bantuin Kak Tiara bikin kue sekalian belajar masak."
"Kalian lanjutin aja ngobrolnya, biar aku sendiri yang selesaiin bikin kuenya." Sahut Tiara yang paham jika Sintia perlu waktu lebih untuk bisa dekat dengan Dika.
"Duh, maaf Ra. Aku jadi gangguin kerjaan kamu."
"Enggak apa-apa, Dik. Santai aja."
Akhirnya, Sintia dan Dika melanjutkan obrolan mereka.
"Kakak nggak kerja kok masih pagi udah telepon?"
"Kenapa emangnya? Nggak boleh, ya telepon pacar sendiri." Ucap Dika yang membuat Sintia salah tingkah dengan pipi yang memerah.
"Bu-bukannya gitu, biasanya kan kalau CEO pasti udah sibuk banget kalau pagi." Ucap Sintia dengan terbata.
"Hehe, kamu tuh gemesin banget sih kalau lagi malu." Goda Dika sambil tersenyum. "Kak Dika, jangan gitu dong. Kan jadi tambah malu." Ujar Sintia lalu menyembunyikan wajahnya.
"Hahahaha, iya-iya. Udah dulu ya, aku mau meeting." Ucap Dika. "Iya Kak. Jangan lupa makan!"
"Iya Sayangku."
Karena sudah merasa semakin salah tingkah, Sintia langsung memutus panggilan video itu.
"Cie, yang dipanggil sayang langsung baper." Goda Tiara.
"Aaaaaa, Kakak I love you so much." Girang Sintia sambil memeluk erat tubuh Tiara.
__ADS_1
"Kamu tuh ngomong gitu kalo udah ada maunya."
"Hehe, ajarin aku bikin makanan kesukaan Kak Dika ya. Please!"
"Nggak mau, ah."
"Kakak, please!" Rengek Sintia bergelayut di lengan Tiara.
-
-
-
-
Sementara itu, Dika sedang sibuk mempersiapkan diri untuk meeting pagi ini.
"Sudah siap semua, Ndre?" Tanya Dika saat tiba di ruangan Andre. "Sudah Tuan." Jawab Andre.
"Kemungkinan lusa sudah selesai diperbaiki Tuan."
"Baiklah, kalau mobil sudah keluar dari bengkel kamu hubungi gadis itu untuk datang ke sini."
"Baik Tuan."
Setelah pembicaraan tadi Dika dan Andre langsung menuju ruang meeting. Sembari menunggu meeting dimulai, Dika menyempatkan diri untuk mengirim pesan pada Sintia.
Nanti siang datang ke restoran dekat kantorku! Kita makan siang bareng.
Ting
Iya Kak, nanti Kakak kirim alamatnya aja soalnya aku belum tahu kantor Kakak.
__ADS_1
Ok.
Setelah mengirim pesan itu Dika langsung memulai meeting pagi ini dengan beberapa direksi.
****
"Kakak!" Teriak Sintia sambil berlari menemui Tiara yang sedang memanggang kue. "Apa sih? Kebiasaan teriak mulu kalau manggil orang." Gerutu Tiara.
"Hehehe, bantuin aku yuk!"
"Bantuin apa lagi?"
"Kak Dika mau ajak aku makan siang bareng, jadi Kakak pilihin baju buat aku pake nanti."
"Oh cuma itu doang mah gampang."
"Udah sana kamu mandi! Aku mau beresin ini dulu."
"Siap Kak."
Sintia bergegas ke kamarnya untuk mandi sekalian melihat Shaka. Sesampainya di kamar dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena Shaka juga masih tidur.
"Berendam dulu, ah. Sekalian merilekskan badan biar kelihatan seger pas ketemu Kak Dika." Gumam Sintia lalu mengisi bathup dengan air hangat dan diberi aromatherapy.
Setelah itu dia membuka satu per satu pakaiannya dan langsung masuk ke bathup.
"Hemm, segarnya." Ujar Sintia lalu dia meraih sabun yang ada disebelahnya dan menuangnya diatas spons.
Setelah 30 menit berada di kamar mandi, Sintia lantas keluar kamar mandi dengan memakai handuk kimono.
"Eh jagoan Aunty udah bangun, kok nggak panggil Aunty?" Tanya Sintia lalu menghampiri Shaka yang masih berbaring di ranjang.
"Itut mami, Onty." Pinta Shaka. "Nanti mami ke sini kok, Shaka tunggu di sini aja ya!" Ucap Sintia dan Shaka mengangguk.
__ADS_1
Sintia beranjak dari duduknya menuju meja riasnya. Dia mulai mengaplikasikan skincare di wajahnya sembari menunggu kedatangan Tiara.
Hai semuanya, jangan lupa like dan komen ya 😍😘😘