
Mahesa terbangun dari pingsannya, dia mengerjapkan matanya sambil memegangi kepala yang terasa pening. Saat sudah sepenuhnya sadar, dia bingung karena berada di sebuah kamar yang diyakini sebagai kamar hotel.
Ketika akan beranjak dari ranjang, Mahesa baru tersadar bahwa keadaannya telanjang. Dan tubuhnya hanya dibalut oleh selimut tebal, otaknya mulai berpikir apa yang sudah terjadi.
Matanya tak sengaja melihat secarik kertas yang ada di samping tempat tidur. Karena penasaran dia mulai melihat isi kertas tersebut.
Terima kasih untuk kenangan manisnya. Kamu sungguh luar biasa.
Olivia
Mahesa menyugar rambutnya frustasi, tidak percaya bahwa dia telah melakukan sesuatu yang tak seharusnya dia lakukan pada wanita lain.
"Maafkan aku Tiara, maafkan aku." Mahesa menangis merutuki kebodohannya.
"Seharusnya aku tidak menuruti permintaan Oliv, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini."
Mahesa lalu mencari pakaiannya kemudian memakainya dan bergegas pulang, sebelum Tiara menghubungi sebab dia sudah berjanji akan pulang cepat hari ini.
__ADS_1
Selama menyetir, Mahesa tak henti-hentinya menyalahkan diri atas kebodohannya.
*****
Mahesa memarkirkan mobilnya di halaman rumah, Tiara yang mendengar kedatangan suaminya langsung membukakan pintu untuk menyambut sang suami.
"Kerjaan lagi banyak ya, Mas? Kok baru sampai rumah?"
"Iya Sayang, maaf ya, ada banyak berkas yang harus aku cek. Jadi, baru sempet pulang." Mahesa bersikap seperti biasa, sungguh ketika melihat istrinya, bayang-bayang kejadian tadi siang sangat membuatnya merasa bersalah telah melukai perasaan sang istri.
"Nggak apa-apa, Mas. Pekerjaan kamu juga penting demi masa depan perusahaan yang sudah kamu kembangkan selama ini."
"Aku berharap kamu terus di sampingku, hidup bersama sampai maut memisahkan, dan tak akan pernah goyah jika suatu saat ada badai yang akan menghancurkan rumah tangga kita." Sambung Mahesa menarik Tiara ke dalam pelukannya dengan air mata yang berlinang.
Tiara merasa heran dengan Mahesa, tak biasanya Mahesa bersikap seperti ini. Dia berpikir apakah Mahesa ada masalah atau ada sesuatu yang tak ingin diketahui dirinya.
"Mas, kamu baik-baik aja kan? Nggak biasanya kamu kayak gini, apa ada masalah?" Tanya Tiara lalu melerai pelukannya dan menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Aku baik-baik aja, Sayang. Kamu gak perlu khawatir, aku cuma takut seandainya harus berpisah apalagi sampai kehilangan kamu dan anak kita."
"Mas, jodoh, maut dan rejeki itu sudah ada yang mengatur. Kamu harus optimis, yang namanya pertemuan pasti akan ada perpisahan, entah itu kapan hanya Tuhan yang menentukan." Ucap Tiara menenangkan Mahesa.
"Iya Sayang. Aku berdoa semoga kita bisa menua bersama hingga menyaksikan anak cucu kita sukses dan bahagia."
"Aamiin."
"Aku mandi dulu, habis itu kita pergi beli perlengkapan si boy." Ucap Mahesa sambil mengelus perut buncit Tiara.
"Iya, Mas. Biar aku siapin baju ganti buat kamu."
*****
Mahesa dan Tiara sedang berada di toko perlengkapan bayi, mereka ingin membeli box bayi, kasur bayi dan lainnya.
Mereka juga membeli beberapa baju dan mainan untuk calon anak yang akan lahir sebulan lagi. Mereka sangat antusias menyiapkan segala keperluan untuk menyambut kehadiran sang buah hati.
__ADS_1
Mama Mahesa yang saat ini tengah berlibur bersama teman-teman arisannya, juga sudah menyiapkan kado untuk kelahiran cucu pertamanya. Dan Sintia tak juga ketinggalan, dia juga sudah menyiapkan kado spesial untuk keponakan pertamanya.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘😘