
Tak terasa usia kandungan Tiara sudah memasuki bulan keempat. Hari ini jadwal Tiara untuk periksa kandungan, berhubung Mahesa ke kantor jadi Tiara akan ke rumah sakit bersama mertuanya.
"Kita berangkat sekarang, Mah! Nanti Mas Mahesa bakal nyusul kalau nggak sibuk." Ucap Tiara dan diangguki oleh mertuanya.
"Ayo, biar nggak terlalu kesiangan juga pulangnya." Mama Mahesa melangkah menuju mobil yang akan mengantar mereka ke rumah sakit.
"Duh, Mama udah nggak sabar pengen cepet ketemu cucu Mama ini." Ucap Mama Mahesa lalu mengelus perut Tiara yang sudah terlihat sedikit membuncit.
"Sama, Mah. Tiara juga udah nggak sabar pengen gendong dia." Balas Tiara lalu ikut mengelus perutnya.
Mereka kini telah sampai di rumah sakit. Karena sebelumnya sudah mendaftar jadi, Tiara hanya tinggal menunggu gilirannya. Ternyata yang mengantri tak terlalu banyak sehingga Tiara tak khawatir karena harus menunggu lama.
"Nyonya Tiara, silakan masuk!" Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya, kini giliran Tiara yang ke dalam untuk di periksa.
"Selamat pagi, bagaimana kabarnya Bu Tiara? Dedek bayinya masih rewel nggak?" Tanya Dokter Raisa.
"Pagi juga, Dok."
"Sekarang udah nggak rewel lagi. Malah jadi doyan makan." Jawab Tiara.
__ADS_1
"Syukurlah, memang kebanyakan Ibu hamil akan mengalami peningkatan nafsu makan. Jadi jangan khawatir kalau tubuhnya lebih berisi." Jelas Dokter Raisa.
"Sekarang saya cek dulu tekanan darahnya, lalu nanti Ibu Tiara bisa menimbang berat badannya."
"Baik, Dok." Ucap Tiara lalu mengikuti arahan Dokter Raisa.
"Tekanan darah dan berat badannya bagus semua, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sering-sering makan ikan karena kandungan proteinnya baik untuk tumbuh kembang calon bayi."
"Ibu Tiara silakan berbaring di sana, kita akan lihat keadaan dedek bayi." Sambung Dokter Raisa.
Baju Tiara di buka sedikit lalu diberi gel untuk melakukan USG. Dokter Raisa dengan telaten menggerakkan alatnya di perut Tiara, untuk mengetahui letak janin dan juga untuk mendeteksi detak jantung.
"Nah sudah keliatan dedeknya, kondisi dedeknya baik, air ketubannya juga bagus. Dan kemungkinan dedeknya baby boy, silakan dilihat, dedek bayinya punya antena!" Mendengar penjelasan dari Dokter Raisa, senyuman dibibir Tiara dan mertuanya semakin mengembang.
Tiara dan mertuanya bergegas pulang karena hari sudah siang. Sebelum itu Tiara dan mertuanya mampir ke minimarket untuk membeli susu hamil dan kebutuhan lainnya.
*****
Malam harinya setelah makan malam, Tiara dan Mahesa sedang duduk di balkon kamar mereka.
__ADS_1
"Gimana keadaan dedeknya?" Tanya Mahesa sambil mengelus perut istrinya.
"Semua baik, Mas. Dan.." Tiara menjeda kalimatnya sambil tersenyum, membuat Mahesa semakin penasaran dengan apa yang akan diucapkan istrinya.
"Dan apa?"
"Dan kemungkinan kita bakal punya baby boy." Jawab Tiara memandang suaminya dengan senyuman yang tak pernah pudar.
"Benarkah dia baby boy? Papi udah nggak sabar ketemu kamu boy." Mahesa berjongkok di hadapan Tiara dan mengajak bicara sang calon bayi. Hingga Mahesa merasakan sebuah gerakan dari perut istrinya.
"Wah, kamu juga nggak sabar ketemu Papi dan Mami ya." Ucap Mahesa dengan menempelkan kepalanya di perut Tiara.
"Sayang, dia merespon ucapanku."
"Iya, Mas. Dia tahu kalau yang bicara itu papinya." Jawab Tiara sambil mengelus kepala Mahesa.
"Terima kasih, Sayang. Aku sangat bahagia, Aku juga janji akan jadi suami dan papi yang baik untuk kalian."
"Iya, Mas. Aku pegang janji kamu, selebihnya kamu buktikan bahwa kamu memang suami dan papi yang baik juga bertanggung jawab."
__ADS_1
"Aku akan buktikan kalau aku memang sungguh-sungguh dengan ucapanku."
jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘