
Malam ini Mahesa ingin mengajak Tiara dinner di salah satu restoran yang sudah dipesan sebelumnya. Mahesa akan memberikan bukti pada sang istri agar hubungan mereka kembali membaik. Semenjak kejadian tempo hari hubungan keduanya menjadi dingin lantaran Tiara menjaga jarak dengan suaminya sebelum ada bukti jika sang suami tidak mengkhianatinya.
"Sudah siap, Mi?" Tanya Mahesa mendekati istrinya.
"Sudah."
"Kita berangkat sekarang biar nanti pulangnya nggak kemalaman!"
Mahesa lalu menggandeng tangan istrinya kemudian membukakan pintu mobil dan mempersilakan istrinya masuk. Setelah istrinya sudah duduk di dalam mobil, Mahesa bergegas duduk dibalik kemudi lalu melajukan ke tempat yang akan dituju.
Di dalam mobil Tiara hanya memandang keluar jendela tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya, sedangkan Mahesa merasakan nyeri di hatinya karena sikap istrinya yang masih dingin.
Akhirnya, mereka sampai di sebuah restoran yang dipesan Mahesa untuk dinner bersama Tiara. Keduanya masuk sambil bergandengan tangan, bersikap biasa saja seolah tak ada masalah diantara keduanya.
Sesampainya di meja Mahesa menarik kursi untuk istrinya lalu Tiara segera duduk, begitupun Mahesa yang duduk di hadapan Tiara.
"Permisi Tuan, Nyonya." Ucap pelayan yang mengantar makanan dan minuman lalu menatanya di meja.
__ADS_1
"Selamat menikmati." Setelah mengucapakan itu pelayan tersebut langsung pergi dari tempat Mahesa dan Tiara.
Keduanya makan tanpa ada yang bersuara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Selesai makan Mahesa langsung memulai pembicaraan.
"Sebelumnya aku minta maaf karena udah bohong sama Mami. Aku janji setelah ini nggak akan ada lagi kebohongan dalam hubungan kita. Aku benar-benar nggak sanggup kalau harus kehilangan Mami dan Shaka." Ucap Mahesa dengan menggenggam tangan Tiara.
"Aku juga minta maaf, Pi. Mungkin selama ini aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu." Tiara berkata dengan air mata yang mengalir deras.
Mahesa menggeleng dan berkata "Enggak, Mi. Kamu sudah jadi istri dan ibu yang sangat baik untuk aku dan Shaka."
Tiara kemudian memutar rekaman tersebut dan nampaklah Mahesa yang dalam kondisi tak sadarkan diri dipapah oleh seorang lelaki bertubuh besar dan Olivia yang berjalan dibelakangnya.
****
Flashback on
Olivia bersama dengan orang suruhannya yang memapah tubuh Mahesa berjalan menuju kamar hotel yang sudah dipesan. Saat sudah tiba di depan pintu kamar, Olivia mengatakan sesuatu pada orang suruhannya.
__ADS_1
"Lakukan apa yang saya perintahkan! Buat seolah-olah saya dan laki-laki ini sehabis melakukan hubungan badan!"
"Baik, Bos." Jawab orang suruhan Olivia kemudian masuk ke kamar dan menidurkan Mahesa di ranjang. Tak lupa dia membuka semua pakaian Mahesa agar terlihat seolah-olah Olivia dan Mahesa telah melakukan hubungan badan.
Sebelum meninggalkan Mahesa, Olivia meminta orang suruhannya untuk memotret dirinya yang tidur di samping Mahesa sebagai senjata untuk menghancurka rumah tangga Mahesa dengan Tiara.
Flashback off
Tiara yang melihat semua rekaman tadi menutup mulutnya dengan air mata yang mengalir. Dirinya merasa bersalah pada Mahesa karena tidak mempercayai ucapan suaminya itu.
Mahesa bangkit dari duduknya lalu memeluk istrinya agar tenang. Dia mengelus punggung istrinya dan mencium puncak kepalanya, sedangkan Tiara membalas pelukan suaminya dengan begitu erat.
"Maafin aku, Pi. Maaf karena nggak percaya omongan Papi. Aku emang b*doh karena terhasut orang lain."
"Mami nggak salah. Seandainya dari awal Papi jujur, kejadiannya mungkin nggak akan kayak gini. Papi janji setelah ini tidak akan ada kebohongan lagi. Kita berjuang sama-sama agar rumah tangga kita tetap kuat dari terjangan apapun." Ucap Mahesa dan dibalas anggukan kepala oleh Tiara.
Malam semuanya, tinggalkan like dan komen ya 😍😍😘
__ADS_1