Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 43. Isi Hati Andika


__ADS_3

1 jam berlalu, dokter yang bertugas menangani Dika datang untuk mengecek kondisi Dika. Setelah memastikan kondisi pasiennya, dokter kemudian menemui Mama Dika yang menunggu di luar.


"Pasien sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi akan di pindah ke ruang perawatan." Ucap dokter


"Alhamdulillah, terima kasih Dok."


"Sama-sama Nyonya."


Andika kini sudah berada di ruang perawatan, Mama Dika senantiasa berada di samping putranya.


"Cepat sadar, Dik. Jangan bikin Mama khawatir."


Waktu terus bergulir, pukul 10 malam Dika mulai siuman. Dika mulai mengerjapkan mata, menyesuaikan cahaya yang ada di ruangan tersebut.


"Mah." Panggil Dika, yang melihat mamanya tertidur di sofa.


"Dika, kamu sudah sadar?"


"Kamu butuh apa? atau ada yang sakit?" Cecar Mama Dika.


"Enggak Mah. Oh ya gimana keadaan Tiara?"


"Dia baik-baik aja, meskipun tadi sempat kram perutnya waktu dengar kondisi kamu kritis." Jelas Mama Dika.


"Dik?" Setelah lama saling diam, Mama Dika mulai membuka suara kembali.

__ADS_1


"Iya Mah, ada apa?"


"Sejak kapan kamu kenal Tiara?"


"Eh itu, udah satu tahun lebih Mah. Mama kenal Tiara juga?"


"Mama kenal karena dulu nggak sengaja nabrak dia di mall waktu kamu kasih kabar papa pingsan dan di bawa ke rumah sakit."


"Dan gadis yang pernah Mama ceritakan waktu itu adalah Tiara." Lanjut Mama Dika.


Mama Dika memandangi putranya yang nampak sendu saat mendengar nama Tiara. Mama Dika merasa bahwa putranya menyimpan perasaan pada Tiara.


"Apa kamu menyukai Tiara?"


"Huhhh, sebenarnya sudah lama Dika jatuh cinta pada Tiara. Tapi Dika sadar Mah, rasa Dika ini salah dan nggak mungkin terbalaskan."


Namun, tanpa Dika dan mamanya sadari di luar ruang perawatan, Tiara berdiri mematung saat mendengar ungkapan hati Dika dan Mahesa yang juga mendengar langsung mengepalkan kedua tangannya, berusaha mengontrol emosi agar tidak berbuat keributan, apalagi mengingat Dika adalah orang yang sudah menyelamatkan istrinya bahkan rela mengorbankan keselamatannya.


Tadinya Tiara ingin melihat kondisi Dika yang katanya sudah siuman. Akan tetapi, baru saja akan membuka pintu Tiara dikejutkan dengan ucapan Dika.


Flashback on


"Mas, gimana keadaan Dika? Udah ada kabar belum?"


"Udah, tadi kebetulan aku ketemu dokter yang menangani Dika, katanya sudah di pindah ke ruang perawatan."

__ADS_1


"Tolong anterin aku ke sana, Mas! Aku pengen mastiin sendiri karena aku nggak akan tenang sebelum melihat dengan mata kepalaku."


"Tapi ini udah malam, Yang. Besok pagi aja ya, kamu juga harus istirahat."


"Bentar aja kok, Mas. Habis itu langsung balik kesini lagi. Boleh ya?"


"Ya udah, tapi bener cuma sebentar habis itu langsung istirahat."


"Iya Mas."


Akhirnya, Mahesa dan Tiara menuju ke ruang di mana Dika dirawat.


Flashback off


"Kita balik, Mas. Takut ganggu mereka, besok pagi aja ke sini."


"Kenapa? Tadi katanya pengen lihat sendiri kondisi Dika?" Mahesa paham apa yang membuat istrinya berubah pikiran, tapi dia mencoba untuk pura-pura tak mendengar ucapan Dika karena tak ingin membebani pikiran Tiara.


"Nggak apa-apa, aku yang salah harusnya nggak ngajak ke sini. Mereka pasti sedang istirahat."


"Balik ke kamar lagi aja!" Lanjut Tiara.


"Iya Sayang."


Mahesa dengan telaten menggandeng tangan istrinya karena kondisi Tiara yang belum stabil. Mereka kembali ke kamar rawat Tiara dan segera istirahat.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘😘


__ADS_2