Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 37. Belanja Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Saat ini Tiara dan mertuanya sedang mencari perlengkapan untuk persiapan kelahiran sang bayi. Mulai dari baju, sarung tangan dan kaos kaki, topi dan masih banyak lagi.


"Kita mau cari apa dulu, Ra?" Tanya mertuanya.


"Cari baju sama perlengkapannya, Mah. Nanti kita tinggal cari box bayi."


Mereka menuju toko perlengkapan anak-anak. Setelah di dalam, Tiara segera mencari baju yang diinginkan. Banyaknya pakaian yang lucu, membuat Tiara menjadi bingung ingin memilih yang mana.


"Mah, kira-kira bagus yang mana? Biru atau kuning?" Tanya Tiara sambil menunjukkan dua buah baju dengan model sama namun warna yang berbeda.


"Menurut Mama, bagus yang warna biru. Tapi, mending kamu ambil dua-duanya daripada bingung!"


"Iya Mah."


Tiara memasukkan baju tadi ke dalam keranjang belanjaan, lalu beralih untuk mencari sarung tangan dan kaos kaki. Setelah selesai semua, dia segera menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.


"Habis ini kita kemana lagi, Ra? Apa ada yang lain, yang pengen kamu beli?"


"Kayaknya ini dulu aja Mah. Yang lain bisa nyusul nanti kalau udah dekat HPL aja."


"Ya sudah, sebelum pulang kita ke restoran dulu buat makan siang."


"Iya Mah."


*****


Dika saat ini berada di sebuah restoran, dia sedang ada tugas ke luar kota untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan yang ada di kota Z tersebut.


Brukkk


Saat sedang berjalan untuk mencari tempat duduk, Dika bertabrakan dengan seorang gadis yang membawa beberapa buku.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Saya nggak sengaja." Ucap gadis itu.


"Tidak apa-apa, lain kali hati-hatilah!"


"Baik Tuan, sekali lagi saya minta maaf."


Gadis itu menatap Dika, dan dijawab anggukan oleh Dika. Tiba-tiba jantung gadis itu merasa berdetak kencang saat matanya bersitatap dengan Dika.


"Astaga, kenapa jantungku seperti disko? Apakah ini yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama?" Gumam Sintia dalam hati.


Gadis itu adalah Sintia yang kebetulan sedang ingin makan siang. Namun, dia langsung beranjak pergi ketika baru akan memesan makanan karena dia lupa ada janji dengan temannya untuk mengerjakan tugas bersama.


Hingga saat dia sedang terburu-buru, kakinya tak sengaja menyenggol kursi di sebelahnya yang membuat dia kehilangan keseimbangan, lalu menabrak Dika yang sedang mencari tempat duduk.


"Saya permisi dulu, Tuan."


"Iya."


*****


"Sorry, tadi lupa kalau ada janji sama kalian." Jawab Sintia cengengesan.


"Kebiasaan." Jawab teman yang lain.


"Iya-iya sorry, sekarang aku juga udah di sini kan. Kita mau ngapain?"


"Ok kita ke topik utama."


Akhirnya Sintia dan teman-temannya membahas tempat untuk mereka magang, saat teman-temannya bertukar pendapat, Sintia hanya diam melamun. Entah apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu, dan hal itu membuat teman-temannya saling pandang.


"Woy, denger nggak kita ngomong apa?" Tia menepuk pundak Sintia agak keras, membuat Sintia terlonjak kaget.

__ADS_1


"Rese lu, kalau aku jantungan gimana? Ngagetin orang aja." Gerutu Sintia sambil mengusap pundaknya yang sedikit terasa sakit.


"Lagian kita udah capek ngomong panjang lebar, dari A sampai Z. Kamu malah bengong sendiri, entar kesambet baru tahu rasa. Ngelamunin apa sih, pacar baru ya?" Goda Tia.


"Apaan sih, orang nggak punya pacar juga." Pipi Sintia berubah merona karena godaan Tia.


Memang tidak ada yang salah dengan ucapan Tia, saat mereka sedang diskusi Sintia melamun karena mengingat pertemuannya dengan Dika. Pertemuan pertama yang mampu membuat Sintia seperti ABG yang baru pertama kali mengenal cinta.


******


Di ruang tengah, Tiara sedang memilih baju bayi yang dibelinya tadi. Sebelum di simpan, dia akan mencucinya terlebih dahulu, agar tidak ada kuman yang menempel.


"Tadi beli apa aja?" Ucap Mahesa yang baru selesai mandi, lalu bergegas menghampiri istrinya yang sedang sibuk di ruang tengah.


"Ini Mas, cuma beli baju, topi, sarung tangan sama kaos kaki.


"Kenapa nggak sekalian beli box bayi sama stroller?"


"Nanti aja Mas, kalau udah mendekati HPL."


"Jagoan Papi lagi apa nih?"


Mahesa berjongkok menghadap perut istrinya, tangannya juga mengelus perut Tiara dan ternyata sentuhan tangan Mahesa mendapat respon dari sang bayi.


"Kamu juga pengen cepet ketemu Mami sama Papi, ya?"


Mahesa dan Tiara sangat bahagia merasakan gerakan dari calon anak mereka yang sangat aktif. Mereka berharap semoga di berikan kelancaran saat persalinan nanti.


Hai gaes, maaf udah 2 hari nggak up. insha allah nanti bakal up 3 bab.


jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2