
Hari ini Tiara sudah diperbolehkan pulang, Sintia membantu berkemas semua keperluan yang akan dibawa pulang. Karena Mahesa diharuskan ke kantor karena ada meeting penting yang tak bisa diwakilkan.
"Biar aku bantu, Sin." Tawar Tiara.
"Enggak usah, Kak. Ini udah mau selesai, Kakak duduk di situ aja."
Setelah selesai mengemas, Sintia langsung mengajak Tiara pulang. Dia menggandeng tangan Tiara sambil menenteng tas yang berisi pakaian Tiara.
Sesampainya di parkiran, Sintia membantu Tiara untuk masuk mobil lalu dia meletakkan tas di bagasi.
Setelah itu baru dia masuk mobil dan duduk dibalik kemudi karena Sintia mengendarai mobil sendiri.
"Kakak, mau mampir dulu enggak? Mungkin ada yang pengen dibeli sebelum pulang."
"Mampir ke supermarket aja, Sin. Beli buah dan jajanan buat Shaka."
"Ok, Kak."
Sintia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, saat di tengah perjalanan ponsel Sintia berdering.
"Halo, Kak." Ucap Sintia.
"...."
"Iya, ini lagi di jalan. Bentar lagi nyampe rumah, tapi mau mampir ke supermarket dulu."
"....."
"Iya, Kak."
Sintia meletakkan kembali ponselnya setelah sambungan telepon terputus.
"Siapa, Sin?"
"Kakak, dia tanya udah pulang apa belum. Katanya dia pulang agak sore karena ada meeting lagi."
"Oh iya."
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka sampai di supermarket. Sintia memutuskan untuk masuk sendiri dan membeli pesanan Tiara.
"Kakak tunggu di sini aja! Biar aku yang beli." Ucap Sintia lalu keluar dari mobil.
Tiara menunggu di dalam mobil sambil melihat suasana di sekitar supermarket. 15 menit kemudian, Sintia sudah kembali ke mobil dan meletakkan belanjaannya di kursi penumpang.
"Kok banyak banget? Itu apa aja?" Tanya Tiara.
"Hehe, camilan buat nonton drakor nanti malam."
"Kamu tuh, ya. Udah mau nikah, masih aja sibuk ngedrakor."
"Ini terakhir kalinya aku begadang nonton drakor, Kak."
"Terserah kamu ajalah."
-
-
-
"Kamu bawa apa, Sin?" Tanya Mama Mahesa yang saat itu baru saja selesai membantu Bi Asih memasak.
"Buah dan camilan, Mah. Mama masak apa?"
"Sop iga sama ayam goreng buat Shaka."
"Oh, ya udah aku ke kamar dulu mau mandi."
"Emang kamu tadi nggak mandi sebelum jemput Tiara?"
"Enggak, tadi cuma gosok gigi sama cuci muka." Jawab Sintia sambil cengengesan.
"Awas, aja kalau udah nikah kayak gitu!"
"Enggak kok, Mah. Tapi kalau lagi urgent, ya nggak apa-apalah khilaf sebentar."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Sintia langsung bergegas ke kamarnya. Saat sudah di kamar, dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat selesai mandi, ponselnya yang ada di meja rias berdering. Kali ini panggilan masuk dari Dika.
"Halo, Ay." Sapa Dika.
"Halo, Kak."
"Lagi ngapain?"
"Baru selesai mandi, Kak. Kakak lagi ngapain? Kok jam segini udah telepon."
"Baru selesai meeting, kamu jadi jemput Tiara?"
"Iya, Kak. Baru aja sampai rumah, terus aku mandi soalnya tadi belum sempet mandi."
"Kakak udah makan?" Sambung Sintia.
"Udah, Ay. Nanti siang makan bareng, yuk! Sekalian ke kantor WO, mumpung aku lagi free siang ini."
"Boleh, Kak. Nanti aku ke kantor Kakak."
"Ok, jangan lupa bawain makan siang buatan kamu! Aku pengen nyobain hasil masakan calon istriku."
"Kan aku baru belajar, Kak. Nanti kalau nggak enak gimana?"
"Enggak apa-apa, Ay. Nanti kan bisa diperbaiki lagi apanya yang kurang."
"Ok deh, tapi jangan marah kalau masakanku nggak enak."
"Siap, Ay."
"Ya udah, aku tutup dulu teleponnya. Aku mau temenin Kak Tiara soalnya dia sendirian di kamar."
"Iya, Ay. Jangan lupa nanti siang!"
"Siap, Kak."
__ADS_1
Panggilan telepon pun terputus, Sintia menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti. Selesai berpakaian dia memakai skincare terlebih dahulu, baru setelah itu dia ke kamar Tiara.