
"Mas, nanti siang kamu sibuk nggak? Kita makan siang bareng, biar aku yang ke kantor!" Ucap Tiara disela-sela sarapan.
"Kayaknya nggak bisa, Sayang. Soalnya nanti siang aku ada meeting diluar, mungkin besok bisa." Jawab Mahesa.
"Oh, ya udah nggak apa-apa. Tapi nanti aku mau jalan-jalan bolehkan?"
"Boleh, yang penting jangan pulang telat!"
"Ok."
Mahesa dan Tiara melanjutkan sarapan mereka dengan tenang setelah diselingi sedikit obrolan.
Selesai sarapan Mahesa langsung pamit ke kantor, kali ini dia berangkat menggunakan taksi karena mobilnya masih di bengkel.
Pukul 11 siang, Tiara sedang membantu Bi Asih menyiapkan bahan yang akan di masak untuk makan siang.
"Bik, nanti aku titip Shaka sebentar ya!"
"Non Tiara mau ke mana?"
"Aku ada urusan sebentar, Bik. Mau beli kado buat temen aku kemarin, soalnya besok dia ulang tahun."
"Oh iya Non. Nanti biar Bibi yang jagain den Shaka."
"Makasih Bik."
*****
Tepat pukul 12 siang, Tiara sudah bersiap berangkat ke mall di mana suami dan mantannya itu janjian untuk bertemu.
Taksi yang di pesan Tiara sudah tiba di depan, dia langsung masuk taksi dan memberitahu sang sopir agar mengantarnya ke mall.
Sepanjang perjalanan pikiran Tiara tak bisa tenang. Antara gugup, khawatir dan takut ketahuan kalau dia sedang menguntit suaminya.
"Maaf mas, bukannya aku nggak percaya kamu lagi. Tapi aku nggak suka ada kebohongan antara kita." Batin Tiara.
Tak butuh waktu lama, kini Tiara sudah tiba di salah satu mall yang diyakini sebagai tempat yang akan didatangi suaminya.
"Lho itu kan mobilnya mas Mahesa, kok bisa di sini?" Gumam Tiara yang memang hafal dengan mobil suaminya.
Deg
Saat pintu mobil terbuka ternyata yang keluar yaitu Olivia. Tiara semakin tak habis pikir dengan suaminya, pasti ada banyak hal yang belum dia ketahui.
"Kamu bilang mobil kamu mogok dan dibawa ke bengkel. Tapi kenyataannya mobil kamu ada pada wanita iblis itu." Geram Tiara.
Akhirnya, dia mengikuti ke mana Olivia pergi. Tak lupa dia memakai masker dan topi serta baju yang belum pernah dia kenakan sehingga membuat dia sedikit aman karena tidak akan ketahuan.
Tiara mengikuti setiap pergerakan Olivia, hingga langkah kakinya berhenti pada sebuah toko perhiasan.
Tiara bersembunyi di balik tiang yang tak jauh dari posisi Olivia saat ini. Hingga matanya dibuat melotot melihat suaminya datang menghampiri Olivia yang sedang memilih perhiasan.
"Aku pikir kamu nggak datang. Menurut kamu cocok yang mana untuk mas kawin kita?"
"Terserah kamu saja. Ambil mana yang kamu suka." Tukas Mahesa.
__ADS_1
Tiara yang mendengar percakapan singkat itu tak kuasa menahan air matanya. Dia benar-benar tak menyangka jika suaminya akan menikah lagi.
"Tega kamu, mas. Sudah cukup kesabaranku selama ini." Gumam Tiara.
Setelah dari toko perhiasan, Mahesa dan Olivia keluar dari mall menuju tempat WO. Tiara juga masih mengikuti keduanya, tak lupa dia juga memotret keduanya untuk bukti.
Sampailah mereka di sebuah WO yang akan mengurus semua persiapan pernikahan Mahesa dan Tiara.
"Selamat siang, Tuan dan Nyonya. Silakan duduk!" Ucap pemilik WO.
"Siang, kami ingin membahas masalah undangan." Ucap Olivia.
"Baiklah, Nyonya ingin yang seperti apa?"
"Saya mau yang simple aja tapi terlihat elegan."
"Baik Nyonya. Dan untuk tanggalnya bagaimana? Masih sama atau ada perubahan?"
"Untuk tanggal masih sama 10 Juli."
"Baik, nanti saya persiapkan juga. Jadi, Tuan dan Nyonya terima beres saja."
"Kalau begitu kami permisi dulu." Pamit Mahesa.
Keduanya keluar dari tempat itu, Tiara yang memang ikut masuk bisa mendengar setiap percakapan mereka.
"Baiklah mas, aku ikuti permainanmu." Batin Tiara.
"Kamu pulang sendiri aja, aku bisa naik taksi soalnya harus balik ke kantor."
"Mobilnya nanti biar diambil supir kantor." Lanjut Mahesa dan diacungi jempol oleh Olivia.
Hati Tiara bagai tersayat melihat pemandangan di hadapannya itu. Suami yang begitu dicintai nyatanya telah bermain api.
Tiara memutuskan segera pulang sebelum hari makin siang. Dia akan memikirkan rencana selanjutnya untuk mengetahui segala hal yang di sembunyikan suaminya.
*****
"Habis dari mana, Ra?" Tanya mertuanya.
"Eh itu Mah tadi habis nyari kado buat temen." Jawab Tiara setenang mungkin sebab tak ingin mertuanya tahu apa yang dia lakukan diluar.
"Oh ya sudah, buruan makan siang tadi kata bibi kamu belum makan!"
"Iya Mah, Tiara mau mandi dulu soalnya gerah."
Tiara langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Malam harinya saat setelah selesai makan malam, Tiara dan Mahesa sedang berada di ruang tengah menemani Shaka bermain sebentr sebelum tidur.
"Mas, aku tuh mau cari kado buat Nisa kira-kira apa ya? Soalnya tadi siang aku udah ke mall buat cari tapi belum ada yang pas." Ucap Tiara.
Uhuk uhuk
Mahesa yang sedang minum kopi langsung tersedak mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
"Pelan-pelan dong Mas minumnya! Nggak ada yang minta kok." Ucap Tiara sambil menepuk pelan tengkuk suaminya.
"Iya Sayang. Tadi kamu ke mall jam berapa?" Tanya Mahesa.
"Sekitar jam 12 siang. Kenapa emangnya?"
"Enggak apa-apa kok."
"Tadi aku juga sempet lihat mobil kamu di sana, Mas. Kamu meeting di sekitar sana?"
"Mungkin kamu salah lihat, kan mobil aku ada di bengkel. Mungkin mobilnya aja yang sama, lagi pula aku meeting di restoran yang nggak jauh dari kantor."
"Oh gitu, mungkin emang bener aku salah lihat."
"Kita tidur aja yuk! Udah malem kasiha Shaka udah ngantuk." Ajak Mahesa sebab ingin menghindari obrolan dengan istrinya.
"Iya Mas."
Mereka menuju kamar untuk tidur karena Shaka sudah terlihat mengantuk.
"Aku tahu kamu pasti bohong, mas. Kita lihat sampai mana kamu bisa berbohong ke aku." Batin Tiara.
*****
Keesokan paginya, Mahesa bertanya pada istrinya yang sedang memakaikan dasi untuknya.
"Kamu nanti jadi ke kantor nggak? Mumpung aku lagi nggak sibuk hari ini."
"Jadi dong. Nanti aku bawain masakan dari rumah untuk makan siang."
"Iya Sayang."
"Kita sarapan dulu! Mama udah nunggu di meja makan." Ajak Tiara.
Keduanya berjalan beriringan menuju meja makan.
"Pagi, Mah." Sapa Mahesa dan Tiara.
"Pagi Sayang. Shaka mana kok nggak diajak?"
"Masih tidur, Mah. Tidurnya agak malem jadi belum bangun."
"Oh gitu, ya udah kita sarapan dulu aja!"
Akhirnya, mereka sarapan tanpa Shaka. Selesai sarapan Tiara mengantar Mahesa sampai depan.
"Aku berangkat dulu. Nanti kalau udah sampai kantor langsung ke ruangan aku aja!"
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan!"
"Iya Sayang." Mahesa mengecup kening Tiara sekilah sebelum masuk mobil.
Mobil yang di kendarai Mahesa pun sudah tidak terlihat lagi, Tiara kembali masuk untuk melihat anaknya sudah bangun atau belum.
Hai semua, jangan lupa like dan komen 😍😘😘😘
__ADS_1