Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 31. Hamil?


__ADS_3

Pagi ini di rumah Mahesa sudah sangat bising, karena Sintia yang akan berangkat kuliah di luar kota. Tiara membantu adik iparnya itu untuk mengemas barang yang akan di bawa.


"Aku pasti bakal kangen sama Kakak Ipar." Ucap Sintia disela kegiatannya mengemas barang.


"Kan nanti kalau kamu udah selesai kuliahnya, kita bisa kumpul bareng lagi. Sekarang semangat buat kejar cita-citamu."


"Kakak Ipar emang paling best." Sintia mengacungkan 2 jempolnya pada Tiara.


Selesai berkemas, Sintia segera mandi dan bersiap untuk berangkat. Kini Sintia sudah di depan rumah, sebelum berangkat dia berpamitan pada mamanya juga Tiara.


"Mama jaga kesehatan, doain Sintia bisa cepat selesai kuliahnya, biar bisa bahagiain Mama." Sintia memeluk mamanya lalu mencium kedua pipinya. Kemudian Sintia beralih memeluk Tiara yang berdiri tak jauh dari mamanya.


"Kakak Ipar tolong jaga mama, ya! Jangan lupa juga buat kasih aku keponakan yang lucu."


"Doain aja semoga permintaan kamu cepat terkabul." Ucap Tiara mengulas senyum manis pada Sintia.


"Aamiin."


Sintia segera masuk mobil, lalu perlahan mobil pun meninggalkan halaman sampai tak terlihat lagi.


"Sepi lagi deh." Ucap Tiara dalam hati.


******


1 tahun kemudian


Hoek hoek hoek

__ADS_1


Tiara berusaha mengeluarkan isi perutnya, belakangan ini dia sering mual hingga muntah saat pagi hari. Bahkan dia tidak tahan berada di dekat suaminya, membuat Mahesa semakin kelimpungan karena perubahan sikap istrinya.


"Yang, kamu nggak apa-apa kan? Aku masuk ya? Mahesa berdiri di depan pintu kamar mandi karena khawatir dengan keadaan sang istri.


"Kamu keluar aja, Mas. Jangan deket-deket aku." Teriak Tiara dari dalam kamar mandi.


"Tapi aku khawatir kamu kenapa-kenapa."


"Justru aku bakal makin mual kalau deket sama kamu."


Dengan langkah gontai Mahesa keluar dari kamar, dia menyusul mamanya yang sedang menyiram tanaman. Mamanya yang mengetahui kedatangan sang putra langsung menghentikan kegiatannya.


"Kenapa pagi-pagi muka udah ditekuk gitu?" Tanya Mama Mahesa yang duduk di sebelahnya.


"Hufffft, gimana nggak kusut, tiap kali aku deketin Tiara, dia pasti langsung mual dan muntah." Mama Mahesa menaikkan sebelah alisnya, menatap wajah sang putra dengan heran.


"Belakangan ini dia sering mual tiap pagi, lebih parahnya tiap kali aku mendekat pasti langsung muntah." Mama Mahesa melebarkan senyumnya saat mendengar penjelasan putranya.


"Mama kok malah senyum sih, anaknya lagi susah juga." Gerutu Mahesa ketika melihat senyuman mamanya.


"Nggak apa-apa. Ya udah, Mama ke kamar kamu dulu mau mastiin sesuatu."


Dengan langkah lebar penuh semangat, Mama Mahesa berlalu begitu saja meninggalkan Mahesa yang melongo di halaman belakang, merasa bingung dengan respon mamanya.


***


Tibanya di kamar, Mama Mahesa segera masuk menemui Tiara yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Lho, Mama di sini. Ada yang mau Tiara bantu?" Tanya Tiara saat menyadari kedatangan mertuanya.


"Enggak kok, cuma mau lihat keadaan kamu. Mahesa bilang kamu sering mual belakangan ini."


"Iya Mah. Nggak tahu kenapa tiap pagi pasti selalu mual, apalagi kalau deket sama Mas Mahesa bawaannya pengen muntah." Tiara mengatakan apa yang dia rasakan pada Mertuanya.


"Emm, kalau gitu kita ke dokter buat pastiin. Mama rasa kamu lagi hamil, makanya kamu sering mual dan muntah."


"Hamil?" Gumam Tiara. Lalu dia teringat bahwa sudah hampir 2 minggu tidak datang bulan.


"Apa iya aku hamil? Semoga saja benar yang dikatakan Mama." Ucap Tiara dalam hati tanpa sadar tangannya mulai mengelus perutnya yang masih datar.


"Kalau gitu Tiara siap-siap dulu, Mah."


"Ok, Mama tunggu di depan."


Setelah selesai bersiap, Tiara bergegas ke depan menyusul mertuanya. Mahesa yang melihat penampilan Tiara dan mamanya langsung melontarkan pertanyaan.


"Kalian mau ke mana kok udah rapi begini?"


"Mau anter Tiara ke dokter karena perasaan Mama yakin kalau sepertinya istri kamu lagi hamil. Makanya dia sering mual dan muntah."


"Hamil?" Tanya Mahesa dengan mata berbinar


"Tunggu sebentar, aku mau siap-siap ikut kalian ke dokter."


Tanpa menunggu jawaban mamanya, Mahesa langsung berlari ke kamar untuk berganti pakaian. Tidak ingin ketinggalan untuk mengetahui keadaan sang istri, jika memang benar Tiara sedang hamil.

__ADS_1


Kasih like dan komen kalian 🙏🙏. Semoga masih betah baca ceritaku 😊😊


__ADS_2