Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
#CUT Season 2


__ADS_3

"Kak, udah siap belum?" Tanya Sintia dibalik pintu kamar Tiara yang terbuka sedikit.


"Udah kok, bentar aku ambil tas sama ponsel." Ucap Tiara lalu membuka lemari yang berisi tas kemudian memasukkan ponselnya yang diatas nakas ke dalam tas yang baru diambilnya.


"Yuk, kita berangkat!" Ajak Tiara sambil menutup pintu kamar.


"Shaka beneran nggak ikut, Kak?"


"Enggak, katanya mau ikut mama ke mall."


"Ya udah kalau gitu."


Sintia dan Tiara berangkat ke kantor Dika, kali ini Sintia menyetir sendiri karena ingin menikmati waktu berdua dengan Tiara juga.


"Kak!" Panggil Sintia tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan. "Iya, ada apa?" Tanya Tiara menatap Sintia.


"Menurut Kakak gimana, seandainya aku udah nikah terus mutusin buat kerja?"


"Kalau suami kamu kasih ijin buat kerja ya nggak masalah, tapi kalau sebaliknya lebih baik nurut apa kata suami. Kamu juga bisa cari kesibukan lain selain kerja." Jelas Tiara.


"Eh tunggu, kamu kok tiba-tiba tanya gitu emang udah yakin Dika mau nikah sama kamu?" Sambung Tiara.


"Ih, Kakak kok ngomongnya gitu." Protes Sintia dan ditanggapi tawa oleh Tiara.


"Habisnya kayak udah ngebet banget pengen nikah. Emang Dika udah bilang kalau mau ajak nikah kamu."


"Udah dong, makanya aku mau gerak cepat takut ada yang nikung nantinya."


"Terserah kamu ajalah." Pasrah Tiara.


-


-


Tak terasa mereka sudah memasuki halaman perusahaan milik Dika. Sintia menuju tempat parkir terlebih dulu, setelah mobil terparkir dengan baik mereka turun bersama.


"Kak, aku kok deg-degan ya." Ucap Sintia sambil berjalan di samping Tiara.


"Iyalah, deg-degan karena mau ketemu pujaan hati yang tampan rupawan." Goda Tiara.


"Ish ada-ada aja. Aku kan belum pernah ke sini makanya agak nervous."


"Santai aja, biar nanti terbiasa pas udah jadi Nyonya Andika."

__ADS_1


"Udah ah, dari tadi ngeledekin mulu."


Saat tiba di tempat resepsionis, mereka disapa dengan sopan oleh Rita.


"Selamat siang Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ada janji dengan Tuan Dika."


"Apa Anda yang bernama Nyonya Tiara?"


"Benar Mbak."


"Silakan langsung ke ruangan Tuan Dika! Beliau sudah menunggu di sana." Ucap Rita.


"Baiklah, terima kasih." Balas Tiara dengan tersenyum.


"Sama-sama Nyonya."


Tiara dan Sintia masuk lift lalu menekan tombol untuk ke ruangan Dika.


Ting


Pintu lift terbuka mereka pun lekas keluar dari lift. Saat akan ke ruangan Dika, tiba-tiba Sintia teringat jika ponselnya tertinggal di mobil.


"Kak, aku balik ke mobil dulu ponselku ketinggalan." Ujar Sintia. "Ya udah ambil dulu sana! Biar Kakak tunggu di ruangan Dika."


Tiara melanjutkan langkahnya ke ruangan Dika.


Ceklek


Tiara membuka pintu ruangan dan dirinya berdiri mematung di ambang pintu.


"Kalian berdua ngapain pelukan kayak gitu?" Tegur Tiara saat melihat Icha yang berada dipelukan Dika. Dika yang mendengar yegiran dari Tiara langsung menjauhkan tubuhnya dari Icha.


"Ti-Tiara, ini nggak seperti yang kamu pikirin. Aku bisa jelasin semuanya." Ucap Dika terbata-bata.


"Jelasin apa lagi?" Ketus Tiara, entah karena hormon kehamilan atau karena kesal dengan Dika tiba-tiba saja Tiara menjadi ketus saat bicara.


"Aku tadi cuma nolongin dia yang mau jatuh, nggak lebih." Jelas Dika dengan wajah pucat karena tak ingin Tiara salah paham.


"Benar Nona, tadi saya nggak sengaja nabrak Tuan Dika karena kaget makanya Tuan Dika refleks menarik tangan saya."


#Flasback on

__ADS_1


"Cha, tolong nanti pas istirahat siang kamu buatkan jus jeruk 3, bawa ke ruangan saya!" Perintah Dika pada Icha yang baru selesai merapikan ruangan Dika.


"Baik, Tuan. Saya permisi ke dapur." Pamit Icha.


Tiba saat istirahat Icha sudah membawa nampan yang berisi 3 gelas jus jeruk sesuai permintaan Dika.


Tok tok tok


"Masuk!"


"Permisi Tuan, saya mau mengantar minuman yang Anda minta tadi."


"Oh iya kamu taruh di meja sana!" Ucap Dika sambil menunjuk meja yang di depan sofa.


Dika melangkah menuju sofa untuk duduk, sedangkan Icha yang sudah selesai meletakkan minuman di meja membalikkan badan untuk kembali ke dapur.


Akan tetapi, baru saja Icha balik badan dia tanpa sengaja menubruk dada bidang Dika hingga membuatnya hampir terjatuh karena terkejut.


Dika yang reflek pun lantas menarik tangan Icha hingga berada dipelukannya. Dan saat seperti itulah tiba-tiba Tiara sudah muncul di ambang pintu.


#Flashback off


Setelah menjelaskan kejadian sebenarnya Icha pamit ingin kembali ke dapur.


"Udah dong, Ra. Jangan sinis gitu!" Ucap Dika yang salah tingkah karena tatapan tajam dari Tiara.


"Kalau aku nggak datang, mungkin kalian udah berbuat yang macam-macam."


"Enggak mungkinlah, tadi cuma nggak sengaja aja."


"Kata siapa? Cewek dan cowok kalo cuma berduaan itu orang ketiganya setan, jadi nggak menutup kemungkinan kalian terhasut godaan setan." Ketus Tiara panjang kali lebar, hehehe.


Dika pun hanya nyengir kuda dan menfgaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa seperti suami yang kepergok sedang selingkuh.


Sementara itu di luar ruangan Dika, Icha berjalan sambil menetralkan degup jantungnya karena kejadian tadi hingga dipergoki oleh Tiara.


"Astaga, kenapa jadi gini sih. Semoga aja Nona tadi nggak marah." Gumam Icha.


Ketika sedang berjalan Icha berpapasan dengan Sintia yang baru sampai setelah mengambil ponselnya yang tertinggal.


Sintia tersenyum pada Icha dengan sedikit menundukkan kepalanya tanda menyapa. Icha yang mendapat sapaan dari Sintia pun membalas dengan senyuman pula.


"Bukannya itu cewek yang di restoran bareng Tuan Dika. Emang cocok sih, tampan dan cantik." Batin Icha.

__ADS_1


Siang semuanya, harusnya kemarin udah ada bab baru tapi ternyata baru lolos review tadi siang jadi masuknya hari ini 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen kalian 😍😘😘😘


__ADS_2