Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 78


__ADS_3

Sudah satu jam Mahesa dan Dika mengawasi Tiara, dan kebetulan kios Tiara sedang ramai pembeli sehingga tak harus menunggu lama dia bisa segera pulang.


Saat pembeli sudah tidak ada, Tiara lngsung membereskan kiosnya agar rapi kembali hingga sapaan seseorang membuat Tiara menghentikan aktifitasnya sejenak.


"Neng Tiara tumben sendirian, Mbok Sumi nggak ikut?" Sapa Ucup salah satu pedagang yang sering membantu Tiara dan Mbok Sumi ketika pembeli sangat ramai.


"Eh Kang Ucup, iya tadi cuma bawa dagangan sedikit jadi Mbok Sumi aku suruh di rumah aja." Jawab Tiara sambil melanjutkan beberes.


"Oh gitu, di rumah lagi nggak ada stok sayur atau gimana? Biasanya sore baru pulang."


"Emang sengaja bawa sedikit Kang, soalnya mau pulang cepet besok ada kepentingan jadi nggak ke pasar dulu."


"Kalau gitu saya permisi dulu, Neng. Mau siapin dagangan."


"Iya Kang, silakan!" Tiara menjawab dengan tersenyum ramah.


Mahesa yang sejak tadi masih memperhatikan Tiara, mengepalkan kedua tangannya menahan gemurih di dada karena cemburu melihat keakraban istrinya dengan pria lain.


Dika hanya terkekeh sambil menepuk pundak Mahesa, "Santai aja, jangan terlalu cemburu buta kalau mau Tiara kembali kumpul dengan kamu."


Mahesa menghembuskan napas kasar, "Kalau ngomong emang gampang, tapi yang ngerasain yang nyesek. Makanya buruan nikah biar tahu rasanya cemburu lihat istri kamu akrab dengan pria lain."


"Masih belum nemu yang kayak Tiara." Jawab Dika dengan santainya.


"Maksudnya kamu masih ngincer Tiara gitu?" Geram Mahesa.


"Ya kalau misalnya Tiara nggak mau balik sama kamu kan nggak menutup kemungkinan aku buat dapatin dia." Goda Dika dengan menaik turunkan alisnya.


"Jangan mimpi!" Kelakar Mahesa sambil meninju punggung Dika, sedangkan Dika tertawa puas berhasil menjahili Mahesa.


Setelah gurauan tadi, mereka beranjak pergi dari warung untuk mengikuti Tiara. Sebab tak lama setelah mereka berbincang tadi Tiara sudah keluar dari kiosnya.


"Kita ikut naik angkot itu atau gimana?" Tanya Dika.


"Lebih baik kamu naik angkot yang lain, takutnya nanti Tiara curiga kalau kita ngikutin dia. Aku naik ojek biar nggak ketinggalan jejak." Saran Mahesa.


"Ok, nanti kamu kabari kalau sudah sampai tempat Tiara."

__ADS_1


"Ok."


Akhirnya, Mahesa dan Dika berangkat secara terpisah. Mahesa naik ojek lalu meminta tukang ojek itu untuk mengikuti angkot yang dinaiki Tiara.


*****


"Sin, kakak kamu kok belum kasih kabar sampai sekarang. Dia udah sampai apa belum?"


"Mama tenang dulu ya, mungkin kakak masih istirahat habis perjalanan jauh. Lagi pula ini juga udah waktunya makan siang." Ucap Sintia menenangkan mamanya.


"Iya juga sih, nanti kamu coba hubungi dulu kakakmu sudah sampai tempat Tiara atau belum!"


"Iya Mah, sekarang Mama makan dulu terus minum obat habis itu istirahat lagi biar cepat sehat."


"Iya."


Sintia menyuapi mamanya lalu membantu mengambilkan obat yang harus diminum. Setelah itu dia keluar dari kamar mamanya menuju dapur untuk meletakkan piring kotor di wastafel.


"Bik, aku mau keluar sebentar. Tolong jaga mama dulu ya! Kalau ada apa-apa langsung telepon aku."


"Iya Non."


-


-


-


"Udah sampai mana?" Tanya Mahesa lewat sambungan telepon.


"Ini mau sampai jalan masuk desa."


"Ok, aku tunggu di dekat gang. Nanti kamu turun di jalan itu langsung masuk aja."


"Iya." Setelah mendengar jawaban Dika, Mahesa mematikan panggilan teleponnya.


Mahesa sesekali melihat suasana di desa tersebut. Sangat asri dan sejuk, banyak hamparan sawah yang ditanami padi hingga sayuran.

__ADS_1


"Lama, ya?" Tanya Dika yang muncul di belakang Mahesa.


"Bisa nggak salam dulu atau apa? Bikin orang kaget aja." Protes Mahesa.


"Lagian ngelamun aja, kesambet penunggu disini baru tahu rasa."


"Amit-amit jangan sampek." Ucap Mahesa, Dika pun tertawa melihat ekspresi Mahesa.


"Kita langsung samperin Tiara sekarang atau besok?"


"Sekarang ajalah, nanggung udah sampek sini masa mau balik lagi."


"Iya juga ya. Ya udah buruan sana, aku tunggu dibawah pohon itu aja." Ucap Dika.


Mahesa dan Dika berjalan menuju rumah yang di tempati Tiara. Sesampainya di halaman rumah, Mahesa menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupannya.


Dia khawatir Tiara tidak mau menerima kedatangannya. Dengan keberanian penuh demi mamanya dia melangkahkan kakinya ke rumah Tiara.


Tok tok tok


Mahesa mengetuk pintu rumah tapi belum ada tanda-tanda dibukakan pintu. Dia kembali mengetuk pintu dan kali ini sedikit keras.


Tok tok tok


"Iya sebentar." Sahut Tiara dari dalam lalu memutar kunci pintu.


Ceklek


"Maaf cari siapa ya?" Tanya Tiara saat sudah membuka pintu.


Mahesa yang memang membelakangi pintu kini berbalik menghadap Tiara.


"Mas? Ka-kamu tahu dari mana aku di sini?" Tanya Tiara dengan terbata sambil pandangannya melihat sekitar rumah.


Bukannya menjawab, Mahesa langsung menarik tangan Tiara lalu memeluknya dengan erat.


"Jangan pergi!" Lirih Mahesa dengan air mata yang membasahi pipi.

__ADS_1


Tiara yang semula hanya mematung kini juga membalas pelukan Mahesa. Semarah dan sebenci apapun dia pada Mahesa, nyatanya dia juga sangat merindukan kehadiran suaminya itu.


Siang semuanya, jangan lupa kasih like dan komen ya biar makin semangat buat up setiap harinya 🙏😍😘😘


__ADS_2