Cinta Untuk Tiara

Cinta Untuk Tiara
Bab 58. Rencana Licik


__ADS_3

Bunyi dering ponsel membangunkan dua insan yang masih bergelung di bawah selimut. Tiara segera mengambil benda pipih tersebut dan melihat siapa yang menelepon pagi-pagi.


"Kakak Ipar!" Teriak Sintia membuat Tiara langsung menjauhkan ponselnya dari telinga.


"Nggak usah teriak, telinga Kakak masih sehat. Ada apa pagi-pagi udah telepon?" Ucap Tiara.


"Hehehe besok aku pulang, weekend kita jalan bertiga sama Shaka ya!"


"Kamu tuh udah kayak cenayang, tahu aja kalau weekend kita rencana mau liburan."


"Ish tega banget sih kalian liburan tanpa aku. Apa nggak ada yang merindukan aku?" Ucap Sintia dibuat seakan tengah bersedih.


"Nggak ada yang kangen jadi, nggak usah pulang." Sahut Mahesa yang mendengar ucapan adiknya itu.


"Apa sih orang nggak diajak ngomong juga main nyambung aja kayak televisi konslet." Ketus Sintia.


"Berani ya ngatain Kakak kayak televisi konslet, bakal Kakak stop nanti uang jajan kamu!" Ancam Mahesa.


"Kakak ih nggak asik mainnya ngancem mulu." Protes Sintia.


"Kakak Ipar mana Shaka, aku kangen?"


"Masih di kamar sama mama kayaknya. Buruan pulang biar bisa main sama Shaka."

__ADS_1


"Tunggu Aunty, Shaka. Nanti kita main sampai puas." Ucap Sintia seakan Shaka ada di depannya.


"Udah dulu ya Kak, aku mau mandi. Bye Kakak Ipar."


Setelah Sintia memutus sambungan teleponnya, Tiara bergegas turun dari tempat tidur lalu ke kamar mandi. Tak lupa dia juga menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.


"Pi, airnya udah aku siapin. Buruan mandi! Aku mau lihat Shaka dulu." Ucap Tiara setelah keluar dari kamar mandi.


"Siap, Mi."


Tiara kemudian berlalu menuju kamar Shaka. Dia ingin memastikan anaknya sudah bangun atau belum.


Ceklek


Pintu kamar dibuka perlahan, Tiara menyembulkan kepalanya untuk melihat putranya.


****


"Mama mana, Bi? Kok aku nggak lihat dari tadi." Tanya Tiara saat sudah berada di dapur.


"Ada di halaman belakang, Non. Lagi siram tanaman sekalian mau menanam bunga katanya."


"Oh ya udah, aku bantuin bikin sarapan dulu."

__ADS_1


Akhirnya, Tiara membantu Bi Asih membuat sarapan sebelum Shaka bangun. Setelah selesai, Tiara segera memanggil suami dan mertuanya untuk sarapan.


Selesai sarapan, Tiara mengantar Mahesa sampai depan rumah.


"Aku berangkat dulu." Ucap Mahesa lalu mencium kening Tiara, tak lupa Tiara mencium punggung tangan suaminya.


"Hati-hati di jalan! Jangan lupa makan!"


"Iya Sayang."


Mobil Mahesa perlahan mulai menjauh meninggalkan rumah, sedangkan di seberang jalan yang tak jauh dari kediaman Mahesa, Olivia mengepalkan tangannya pada setir mobil.


"Tak lama lagi senyum bahagiamu akan menghilang dari bibirmu. Tunggu kejutan yang sudah aku persiapkan, akan aku pastikan kamu secepatnya meregang nyawa. Dan aku yang akan memiliki Mahesa seutuhnya." Gumam Olivia dengan senyum liciknya.


Kemudian Olivia meninggalkan tempat itu sebab dia akan segera melancarkan rencana yang sudah dibuatnya, yakni menyingkirkan Tiara dari kehidupan Mahesa.


****


"Dik, nanti makan siang di restoran dekat kantor ya! Mama tunggu kamu di sana, bosen di rumah sendirian." Ajak Mama Dika.


"Iya Mah, nanti Dika bakal nyusul kalau udah selesai semua kerjaannya."


"Ok. Buruan berangkat udah hampir siang, jadi contoh yang baik buat karyawan kamu!"

__ADS_1


"Siap Mah. Dika berangkat dulu." Pamit Dika lalu mencium pipi mamanya.


Malam semuanya, maaf kalau upnya terlalu malam. Jangan lupa like dan komen 😍😘😘


__ADS_2